UMKTUMKT

Journal of Human and Corporate BehaviorJournal of Human and Corporate Behavior

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh Sensory Brand Experience terhadap Brand Loyalty: Peran Brand Attitude sebagai mediator (Studi kasus konsumen di hotel Ibis Samarinda). Di era globalisasi dan meningkatnya jumlah wisatawan, penting bagi hotel untuk menciptakan pengalaman yang berkesan bagi tamu. Metode Penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan Teknik survei, melibatkan 201 responden yang menginap di Hotel Ibis. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang diolah menggunakan metode Structural Equation Modeling-Partial Least Squares (PLS-SEM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa Sensory Brand Experience berpengaruh positif dan signifikan terhadap Brand Attitude dan Brand Loyalty. Uji hipotesis pertama membuktikan bahwa pengalaman sensorik meningkatkan sikap konsumen terhadap merek, sementara uji kedua menunjukkan sikap merek yang psoitif berkontribusi pada loyalitas konsumen. Penelitian ini juga menemukan bahwa Sensory Brand Experience tidak hanya berdampak langsung pada Brand Loyalty, tetapi juga melalui mediasi Brand Attitude. Implikasi manajerial dari temuan ini menyarankan manajemen Hotel Ibis untuk fokus pada pengembangan pengalaman merek sensorik yang menyeluruh, meningkatkan pelayanan, dan menerapkan program loyalitas yang menarik bagi konsumen. Dengan demikian, penelitian ini memberikan wawasan penting bagi strategi pemasaran di industry perhotelan, serta kontribusi bagi pengembangan teori terkait pengalaman merek dan loyalitas pelanggan. Penelitian lanjutan disarankan untuk mengeksplorasi faktor-faktor lain yang dapat mempengaruhi loyalitas konsumen di berbagai konteks hotel.

Penelitian ini menyimpulkan bahwa Sensory Brand Experience memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap Brand Attitude dan Brand Loyalty di Hotel Ibis Samarinda.Pengalaman merek sensorik yang menyenangkan dapat meningkatkan sikap konsumen terhadap merek, yang pada gilirannya meningkatkan loyalitas mereka.Selain itu, Brand Attitude berperan sebagai mediator penting dalam hubungan antara Sensory Brand Experience dan Brand Loyalty, menunjukkan bahwa menciptakan pengalaman merek sensorik yang positif tidak hanya secara langsung meningkatkan loyalitas, tetapi juga melalui peningkatan sikap konsumen terhadap merek.

Berdasarkan temuan penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat dipertimbangkan. Pertama, penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk mengeksplorasi pengaruh faktor-faktor lain, seperti kualitas layanan dan harga, terhadap loyalitas konsumen di Hotel Ibis Samarinda. Kedua, penelitian dapat diperluas dengan melibatkan berbagai jenis hotel dan lokasi geografis untuk menguji generalisasi temuan ini. Ketiga, penelitian kualitatif dapat dilakukan untuk menggali lebih dalam pengalaman sensorik konsumen dan bagaimana pengalaman tersebut membentuk sikap dan loyalitas mereka. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih komprehensif tentang bagaimana hotel dapat menciptakan pengalaman merek yang berkesan dan meningkatkan loyalitas konsumen. Dengan memahami secara mendalam faktor-faktor yang mempengaruhi loyalitas konsumen, hotel dapat mengembangkan strategi pemasaran yang lebih efektif dan meningkatkan daya saing mereka di industri perhotelan yang semakin kompetitif. Penelitian lanjutan juga dapat mempertimbangkan peran teknologi, seperti augmented reality atau virtual reality, dalam menciptakan pengalaman merek sensorik yang lebih imersif dan menarik bagi konsumen.

Read online
File size467.85 KB
Pages15
DMCAReport

Related /

ads-block-test