ABULYATAMAABULYATAMA

Jurnal Dedikasi PendidikanJurnal Dedikasi Pendidikan

Penelitian ini menetapkan fokus religiusitas dimensi experential dalam syair seudati. Kajian ini memberikan informasi yang konstruktif bagi peneliti dan pembaca tentang experential dalam syair seudati. Peneltian ini menarasikan syair seudati secara harfiah yang berarti sebagai khasanah budaya tuturan lisan Aceh yang perlu dilestarikan karena mengandung nilai religiustitas yang tinggi, terutama nilai experential yang berhubungan dengan identifikasi akibat-akibat keyakinan keagamaan, praktik, pengalaman dan pengetahuan seseorang dari hari ke hari. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif-kualitatif. Data dianalisis melalui pendekatan hermeneutika sastra agar penafsiran syair seudati dapat dianggap sebagai kebenaran universal dalam kehidupan masyarakat Aceh dan umat Islam di dunia mengenai konsep religiusitas. Hasil analisis menunjukkan bahwa nilai experential dalam syair seudati sebagai berikut: (1) merasa dekat dengan Allah, merasa doa terkabul, (2) perasaan bersyukur kepada Allah, (3) bertawakal kepada Allah, (4) sabar dalam menghadapi cobaan, dan (5) merasakan ketenangan hidup. Hal ini menegaskan nilai religiusitas khususnya dimensi experential begitu melekat dan terpatri erat dalam sanubari umat Islam khususnya masyarakat Aceh, bahwa dimensi ini merupakan wujud untuk mendekatkan diri kepada Allah Swt. Sebagai Tuhan Sekalian Alam.

Mencermati dimensi experential dalam syair seudati, tergambar konsep yang kuat nilai religiusitas.Keberadaan nilai religiusitas dimensi experential di dalam syair seudati dituangkan dalam berbagai bentuk hubungan manusia dengan Allah Swt.Sebagai pencipta isi alam, termasuk pencipta manusia.

Penelitian ini masih terfokus pada syair seudati, karya sastra lisan Aceh yang fenomenal dan sering dipentaskan. Masih banyak sastra lisan lain dalam budaya Aceh. Kedepannya diharapkan ada penelitian terhadap sastra lisan Aceh tersebut dengan menggunakan kerangka yang berbeda untuk mendekati dimensi experential, sehingga konsepnya dalam syair sastra lisan Aceh dapat membuka wawasan serta cakrawala berpikir masyarakat Aceh. Pertama, penelitian lanjutan dapat mengkaji dimensi experential dalam bentuk sastra lisan lain seperti pantun atau hikayat Aceh untuk membandingkan nilai religiusitas yang terkandung. Kedua, studi tentang adaptasi syair seudati dalam media digital modern, seperti video atau aplikasi, untuk mempertahankan keberlanjutan budaya Aceh di era teknologi. Ketiga, penelitian yang mengeksplorasi hubungan antara dimensi experential dalam syair seudati dengan praktek keagamaan sehari-hari masyarakat Aceh, baik dalam konteks ritual maupun pendidikan moral.

Read online
File size432.76 KB
Pages18
DMCAReport

Related /

ads-block-test