ISI DPSISI DPS

Segara Widya : Jurnal Penelitian SeniSegara Widya : Jurnal Penelitian Seni

Desa Adat Kemoning merupakan Desa yang memiliki potensi dalam bidang Seni Karawitan khususnya terhadap kalangan remaja. Namun hal ini sangat disayangkan karena kurangnya terdapat para tokoh-tokoh Seni yang terdapat di Desa dan kurangnya fasilitas Barungan Gamelan lengkap mengakibatkan potensi yang dimiliki tidak dapat berkembang dengan baik sebagaimana mestinya. Oleh sebeb itu, penulis memilih Desa Adat Kemoning Sebagai Mitra dalam pelaksanaan MBKM program Kuliah Kerja Nyata Tematik. Dengan tujuan membantu dan mewadahi potensi untuk mengembangkanya dan mendapat peranan penting dalam segala kegiatan masyarakat di Desa Adat Kemoning. Berbagai upaya telah dilakukan penulis, seperti melakukan observasi dan melakukan pertemuan dengan Bendesa Desa Adat Kemoning guna mendapat informasi penting serta mendapat kegiatan yang dapat diunggulkan. Setelah melakukan berbagi upaya untuk mendapat informasi, Prebekel Desa Adat Kemoning pada saat melakukan pertemuan meminta untuk mengembangkan Seni khususnya Seni Karawitan terhadap kalangan remaja atau para pemuda yang terdapat di lingkup Desa Adat Kemoning. Mengembangkan Seni Karawitan yang dimaksud seperti melatih menabuh dengan menggunakan Gamelan Selonding terhadap pemuda yang memang belum mengetahui cara bermain Gamelan Selonding. Adapun beberapa gending tabuh Klasik yang diajarkan seperti tabuh Sekar Gadung, Rejang Lente, dan Rejang bebandem. Penulis memilih tabuh tersebut karena tabuh tersebut merupakan tabuh klasik yang mudah untuk diplajari untuk para pemuda yang baru belajar bermain gamelan Selonding.

Program Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) di Desa Adat Kemoning selama enam bulan berfokus pada pembinaan generasi muda untuk bermain gamelan Selonding, sebagai respons terhadap kurangnya minat dan potensi seni yang belum berkembang.Kegiatan ini berhasil menjadi wadah pengembangan potensi masyarakat, khususnya remaja atau Yowana, melalui pemberian pengetahuan dasar Karawitan dan adaptasi secara kekeluargaan untuk menciptakan suasana pelatihan yang interaktif.Penulis berharap hasil kegiatan ini dapat berkelanjutan dan memiliki peranan penting dalam setiap kegiatan masyarakat di Desa Adat Kemoning, serta memotivasi pertumbuhan generasi muda untuk terus mengembangkan dan melestarikan seni Karawitan.

Penelitian ini memberikan gambaran tentang upaya pembinaan seni karawitan di Desa Adat Kemoning melalui program KKNT yang berfokus pada gamelan Selonding. Untuk pengembangan penelitian di masa mendatang, ada beberapa arah menarik yang bisa dieksplorasi lebih lanjut. Pertama, penting untuk meneliti keberlanjutan minat dan partisipasi generasi muda dalam pembelajaran gamelan Selonding setelah program KKNT ini berakhir, serta mengidentifikasi faktor-faktor kunci yang dapat mempertahankan atau bahkan meningkatkan semangat mereka dalam jangka panjang. Studi ini bisa menganalisis dampak dari metode pelatihan yang interaktif dan kekeluargaan yang diterapkan, untuk melihat sejauh mana efeknya bertahan dan bagaimana bisa direplikasi di komunitas lain. Kedua, mengingat keragaman gamelan yang ada di Bali dan tantangan dalam mengajarkan jenis-jenis gending klasik lainnya (seperti yang disinggung penulis mengenai Semar Pagulingan), penelitian selanjutnya dapat fokus pada pengembangan model kurikulum atau strategi pengajaran yang lebih terstruktur. Model ini bertujuan untuk melestarikan dan mengajarkan berbagai jenis gending tabuh klasik gamelan Bali kepada generasi muda dengan latar belakang pengetahuan yang bervariasi, memastikan warisan budaya ini dapat diturunkan secara efektif. Terakhir, mengingat adanya kendala awal berupa kurangnya tokoh seni dan fasilitas gamelan yang lengkap di desa, penelitian dapat mengkaji peran optimalisasi sumber daya lokal yang ada. Ini termasuk bagaimana tokoh seni setempat dan fasilitas sanggar yang tersedia dapat diberdayakan secara maksimal untuk mendukung pengembangan seni karawitan secara mandiri. Selain itu, eksplorasi tentang bagaimana pelibatan seluruh lapisan masyarakat, tidak hanya pemuda, dapat memperkuat ekosistem pelestarian budaya gamelan di Desa Adat Kemoning juga akan sangat bermanfaat.

  1. GAMELAN SELONDING SACRED FUNCTION IN TENGANAN PEGRINGSINGAN VILLAGE | E-Journal of Cultural Studies.... doi.org/10.24843/cs.2021.v14.i01.p03GAMELAN SELONDING SACRED FUNCTION IN TENGANAN PEGRINGSINGAN VILLAGE E Journal of Cultural Studies doi 10 24843 cs 2021 v14 i01 p03
  2. Jurnal Mebang: Kajian Budaya Musik dan Pendidikan Musik. karya karawitan inovatif ngincung jurnal mebang... jurnal.fib-unmul.id/mebang/article/view/53Jurnal Mebang Kajian Budaya Musik dan Pendidikan Musik karya karawitan inovatif ngincung jurnal mebang jurnal fib unmul mebang article view 53
Read online
File size322.68 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test