POLBANPOLBAN

Sigma-MuSigma-Mu

Mahasiswa dituntut untuk menyelesaikan skripsi sebagai syarat kelulusan, namun dalam praktiknya banyak mengalami hambatan baik dari aspek akademik maupun psikologis. Salah satu faktor eksternal yang diduga berpengaruh adalah gaya komunikasi orang tua. Komunikasi yang kurang efektif dapat menurunkan motivasi belajar mahasiswa, sehingga berdampak pada keterlambatan penyelesaian tugas akhir. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara gaya komunikasi orang tua dengan motivasi belajar mahasiswa dalam menyelesaikan skripsi pada Program Studi Bimbingan dan Konseling Universitas Lampung. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian korelasional. Sampel penelitian berjumlah 95 mahasiswa yang dipilih menggunakan teknik random sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner dengan skala Likert, yang mengukur gaya komunikasi orang tua dan motivasi belajar mahasiswa. Analisis data menggunakan korelasi Product Moment Pearson dengan bantuan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara gaya komunikasi orang tua dan motivasi belajar mahasiswa dengan nilai koefisien korelasi sebesar 0,892 dan signifikansi 0,000 < 0,05. Hal ini menunjukkan bahwa hubungan antara kedua variabel berada pada kategori sangat kuat dan bersifat positif. Temuan ini mengindikasikan bahwa semakin baik gaya komunikasi orang tua, maka semakin tinggi motivasi belajar mahasiswa dalam menyelesaikan skripsi. Komunikasi yang terbuka, suportif, dan empatik berperan dalam meningkatkan kepercayaan diri, ketahanan akademik, serta kesiapan psikologis mahasiswa dalam menghadapi tekanan akademik. Oleh karena itu, peningkatan kualitas komunikasi orang tua menjadi faktor penting dalam mendukung keberhasilan akademik mahasiswa.

Terdapat hubungan yang signifikan dan sangat kuat antara gaya komunikasi orang tua dengan motivasi belajar mahasiswa dalam menyelesaikan skripsi, di mana semakin baik komunikasi orang tua, semakin tinggi motivasi mahasiswa.Kedua variabel umumnya berada pada kategori sedang, menunjukkan perlu adanya peningkatan kualitas komunikasi untuk mendukung motivasi belajar secara optimal.Penelitian ini memiliki keterbatasan dalam cakupan sampel yang terbatas pada satu program studi dan penggunaan kuesioner yang berpotensi menimbulkan bias subjektif.

Pertama, perlu diteliti bagaimana pengaruh spesifik gaya komunikasi tertentu, seperti komunikasi asertif dibandingkan otoriter, terhadap tingkat stres akademik mahasiswa saat menyelesaikan skripsi, agar dapat diketahui pendekatan komunikasi keluarga yang paling efektif dalam menjaga kesehatan mental mahasiswa. Kedua, penting untuk mengkaji peran komunikasi orang tua dalam konteks mahasiswa dari berbagai program studi dan universitas untuk melihat apakah hubungan ini bersifat konsisten atau dipengaruhi oleh latar belakang akademik dan budaya kampus. Ketiga, sebaiknya dikembangkan penelitian yang menguji efektivitas intervensi pelatihan komunikasi bagi orang tua dalam meningkatkan motivasi anaknya, dengan mempertimbangkan juga variabel perantara seperti kepercayaan diri dan kemandirian belajar, sehingga dapat dirancang program pendampingan keluarga yang terintegrasi dengan layanan konseling kampus.

  1. Pengaruh Komunikasi Orang Tua terhadap Motivasi Belajar Siswa pada Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam... doi.org/10.54371/ainj.v5i3.469Pengaruh Komunikasi Orang Tua terhadap Motivasi Belajar Siswa pada Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam doi 10 54371 ainj v5i3 469
Read online
File size404.48 KB
Pages12
DMCAReport

Related /

ads-block-test