UMLUML

Psyche: Jurnal PsikologiPsyche: Jurnal Psikologi

Setiap instansi mempunyai harapan untuk berkembang pesat secara internal dan menginginkan terciptanya kinerja yang tinggi dalam bidang pekerjaan. Tingginya beban dan tuntutan kerja akan berdampak negatif pada performa kerja seseorang. Produktivitasnya menurun dikarenakan permasalahan kesehatan baik itu fisik maupun psikologis sehingga terjadi penurunan performa kerja bila dibanding ketika dalam kondisi sehat. Penurunan produktivitas serta kualitas kerja akan memicu terjadinya perilaku presenteeism. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara dukungan rekan kerja dan stress kerja dengan presenteeism pada pegawai kantor kecamatan Sukarame, Bandar Lampung. Subjek penelitian ini sebanyak 37 pegawai menggunakan teknik sampling purposive sampling. Instrumen yang digunakan yaitu skala presenteeism (α=0,891), skala dukungan rekan kerja (α=0,896), dan skala stres kerja (α=0,944). Hasil analisis data menggunakan analisis regresi berganda, nilai koefisien korelasi (r) yang didapat adalah 0.691 dengan taraf signifikan p = 0.000 (p < 0.01). Hal ini menunjukkan adanya hubungan signifikan antara dukungan rekan kerja dan stress kerja dengan presenteeism.

Dukungan rekan kerja berpengaruh negatif signifikan terhadap presenteeism pada pegawai kantor kecamatan Sukarame, sehingga peningkatan dukungan menurunkan tingkat presenteeism.Stres kerja berpengaruh positif signifikan terhadap presenteeism, sehingga peningkatan stres meningkatkan tingkat presenteeism.Kombinasi dukungan rekan kerja dan stres kerja secara bersama‑sama menjelaskan signifikan variasi presenteeism, dengan kontribusi total sebesar 47,7 % (R²=0,477).

Penelitian selanjutnya dapat mengeksplorasi peran moderasi budaya organisasi, misalnya bagaimana budaya kolektivistik atau individualistik mempengaruhi hubungan antara dukungan rekan kerja dan presenteeism di lingkungan ASN, sehingga dapat mengidentifikasi konteks budaya yang memperkuat atau melemahkan efek dukungan. Selanjutnya, studi longitudinal dengan desain panel selama dua belas bulan dapat mengkaji dampak dinamis ketidakamanan kerja dan beban kerja terhadap presenteeism, memungkinkan pemahaman tentang perubahan perilaku seiring waktu dan faktor‑faktor pemicu yang bersifat temporer. Selain itu, diperlukan uji coba terkontrol (randomized controlled trial) terhadap program intervensi dukungan sejawat terstruktur, untuk menilai efektivitasnya dalam menurunkan tingkat presenteeism di kantor kecamatan, serta mengidentifikasi mekanisme psikologis yang berkontribusi pada perubahan perilaku kerja.

  1. Hubungan Stress Kerja Dengan Motivasi Kerja Pada Karyawan | Pebrianti | Psikoborneo: Jurnal Ilmiah Psikologi.... doi.org/10.30872/psikoborneo.v8i4.5570Hubungan Stress Kerja Dengan Motivasi Kerja Pada Karyawan Pebrianti Psikoborneo Jurnal Ilmiah Psikologi doi 10 30872 psikoborneo v8i4 5570
  2. APA PsycNet. psycnet loading doi.org/10.1037/a0030932APA PsycNet psycnet loading doi 10 1037 a0030932
  1. #peran moderasi#peran moderasi
  2. #program intervensi#program intervensi
Read online
File size463.76 KB
Pages14
Short Linkhttps://juris.id/p-291
Lookup LinksGoogle ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard
DMCAReport

Related /

ads-block-test