UIBUUIBU
One moment, please...One moment, please...Pertumbuhan tanaman merupakan dasar penting dalam memahami sistem biologis, khususnya pada tingkat sekolah menengah. Belajar tentang struktur tanaman merupakan komponen krusial dalam pendidikan biologi; namun, banyak siswa menemukan topik ini menantang karena sering dianggap abstrak. Teknologi Augmented Reality (AR) menawarkan kesempatan untuk meningkatkan pengalaman belajar dengan memungkinkan visualisasi tiga dimensi interaktif dari struktur tanaman. Penelitian ini menyelidiki efek pembelajaran GrowLab berbasis AR terhadap keterampilan berpikir kritis siswa dalam konteks instruksi struktur tanaman. Desain eksperimen kuasi digunakan melibatkan 142 siswa kelas XII sekolah menengah di Malang. Keterampilan berpikir kritis dinilai menggunakan instrumen tes esai. Data dianalisis menggunakan uji ANCOVA dengan SPSS versi 29. Hasil menunjukkan bahwa pembelajaran GrowLab berbasis AR memiliki efek signifikan terhadap keterampilan berpikir kritis siswa dalam mengajar struktur tanaman (sig < 0,05). Penelitian ini menyimpulkan bahwa AR berdampak positif terhadap pembelajaran, khususnya dalam memahami pertumbuhan dan struktur tanaman. Selain itu, temuan penelitian ini menyarankan agar realitas augmented diintegrasikan dengan pendekatan pedagogis seperti pembelajaran berbasis masalah (PBL) untuk memaksimalkan efektivitasnya dalam meningkatkan keterampilan berpikir kritis siswa.
Berdasarkan hasil penelitian, ditemukan bahwa GrowLab sebagai aplikasi AR yang digunakan dalam pengajaran struktur pertumbuhan tanaman memiliki efek pada keterampilan berpikir kritis siswa (sig < 0,05).Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa kemampuan abad ke-21 siswa dalam biologi, khususnya terkait pertumbuhan tanaman, memerlukan peningkatan signifikan, terutama dalam keterampilan berpikir kritis.Keterampilan ini penting untuk melakukan analisis komprehensif dan menyelesaikan masalah dalam ranah pembelajaran sains.Disarankan agar desain pembelajaran yang menggabungkan teknologi Augmented Reality (AR) dan metode Problem-Based Learning (PBL) menjadi solusi efektif untuk masalah ini.Integrasi smartphone dalam desain kelas AR-PBL meningkatkan interaktivitas dan relevansi dunia nyata dalam pendidikan.Hal ini membantu siswa mengembangkan kemampuan pemecahan masalah dan berpikir kritis yang diperlukan untuk abad ke-21.
Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk mengembangkan studi yang lebih menyeluruh tentang efek GrowLab terhadap keterampilan berpikir kritis siswa. Selain itu, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk mengeksplorasi bagaimana GrowLab dapat diintegrasikan dengan pendekatan pedagogis lainnya, seperti pembelajaran berbasis proyek atau pembelajaran kolaboratif, untuk meningkatkan efektivitasnya dalam meningkatkan keterampilan berpikir kritis siswa. Selain itu, penelitian lanjutan dapat fokus pada pengembangan GrowLab agar lebih interaktif dan menarik, serta menyesuaikan kontennya dengan tingkat pemahaman siswa yang berbeda. Dengan demikian, GrowLab dapat menjadi alat pembelajaran yang lebih efektif dan menarik bagi siswa.
- Integrating Perspectives from Education for Sustainable Development to Foster Plant Awareness among Trainee... mdpi.com/2071-1050/15/9/7395Integrating Perspectives from Education for Sustainable Development to Foster Plant Awareness among Trainee mdpi 2071 1050 15 9 7395
- Problem-based learning and 21st-century skills: Are they compatible? | Suwastini | EduLite: Journal of... doi.org/10.30659/e.6.2.326-340Problem based learning and 21st century skills Are they compatible Suwastini EduLite Journal of doi 10 30659 e 6 2 326 340
- The Effects of Using Socio-Scientific Issues and Technology in Problem-Based Learning: A Systematic Review.... mdpi.com/2227-7102/11/10/640The Effects of Using Socio Scientific Issues and Technology in Problem Based Learning A Systematic Review mdpi 2227 7102 11 10 640
- A cultural, technological, and contextual pedagogy to enhance retention of biology concepts: The Journal... tandfonline.com/doi/full/10.1080/00220671.2024.2324714A cultural technological and contextual pedagogy to enhance retention of biology concepts The Journal tandfonline doi full 10 1080 00220671 2024 2324714
- Plant biology education: A competencyâbased vision for the future - Hubbard - 2024 - PLANTS,... doi.org/10.1002/ppp3.10503Plant biology education A competencyyAAAabased vision for the future Hubbard 2024 PLANTS doi 10 1002 ppp3 10503
| File size | 408.9 KB |
| Pages | 9 |
| DMCA | Report |
Related /
JURNALFKIPUNTADJURNALFKIPUNTAD Jenis penelitian yang digunakan pada penelitin ini adalah penelitian dan pengembangan atau yang dikenal Research and Development (R&D). Multimedia pembelajaranJenis penelitian yang digunakan pada penelitin ini adalah penelitian dan pengembangan atau yang dikenal Research and Development (R&D). Multimedia pembelajaran
JURNALFKIPUNTADJURNALFKIPUNTAD Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model Project-Based Learning (PjBL) terintegrasi STEM terhadap hasil belajar IPA siswa kelas VIII SMP.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model Project-Based Learning (PjBL) terintegrasi STEM terhadap hasil belajar IPA siswa kelas VIII SMP.
JURNALFKIPUNTADJURNALFKIPUNTAD Instrumen hasil belajar berupa tes pilihan ganda. Tes hasil belajar yang diperoleh menunjukkan bahwa skor rata-rata kelas eksperimen 74,33 lebih tinggiInstrumen hasil belajar berupa tes pilihan ganda. Tes hasil belajar yang diperoleh menunjukkan bahwa skor rata-rata kelas eksperimen 74,33 lebih tinggi
UIN SGDUIN SGD Penelitian ini mengadopsi desain pengembangan berdasarkan model 4D—definisikan, rancang, kembangkan, dan sebarkan. Kelayakan produk dievaluasi melaluiPenelitian ini mengadopsi desain pengembangan berdasarkan model 4D—definisikan, rancang, kembangkan, dan sebarkan. Kelayakan produk dievaluasi melalui
UNESAUNESA Pembelajaran yang dirancang dengan mempertimbangkan keseimbangan antara konten, pedagogi, dan teknologi mampu menciptakan pengalaman belajar yang lebihPembelajaran yang dirancang dengan mempertimbangkan keseimbangan antara konten, pedagogi, dan teknologi mampu menciptakan pengalaman belajar yang lebih
UMSUUMSU Sedangkan Pendekatan dalam penelitian menggunakan pendekatan kualitatif. Adapun subjek dalam penelitian ini guru Pendidikan Agama Islam dan peserta didikSedangkan Pendekatan dalam penelitian menggunakan pendekatan kualitatif. Adapun subjek dalam penelitian ini guru Pendidikan Agama Islam dan peserta didik
CAHAYA ICCAHAYA IC Metode yang digunakan adalah Pengembangan Riset (R&D) dengan model 4‑D (define, design, develop, disseminate), melibatkan validasi ahli, uji coba terbatas,Metode yang digunakan adalah Pengembangan Riset (R&D) dengan model 4‑D (define, design, develop, disseminate), melibatkan validasi ahli, uji coba terbatas,
DINUSDINUS Proses penelitian melibatkan mahasiswa Desain Komunikasi Visual Universitas Pendidikan Indonesia melalui pembelajaran berbasis proyek. Tahapan penelitianProses penelitian melibatkan mahasiswa Desain Komunikasi Visual Universitas Pendidikan Indonesia melalui pembelajaran berbasis proyek. Tahapan penelitian
Useful /
UIBUUIBU Hasil penelitian menunjukkan adanya efek signifikan dari model pembelajaran terhadap kemampuan pemecahan masalah (p < 0,05) dan kemampuan komunikasi (pHasil penelitian menunjukkan adanya efek signifikan dari model pembelajaran terhadap kemampuan pemecahan masalah (p < 0,05) dan kemampuan komunikasi (p
CAHAYA ICCAHAYA IC konsumsi listrik PLN menurun 33,9 % dan biaya listrik turun lebih dari 30 % per bulan. Walaupun NPV belum positif pada periode awal, ROI 13,64 %konsumsi listrik PLN menurun 33,9 % dan biaya listrik turun lebih dari 30 % per bulan. Walaupun NPV belum positif pada periode awal, ROI 13,64 %
CAHAYA ICCAHAYA IC Hasil kuantitatif dan kualitatif dari implementasi percontohan menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman mahasiswa terhadap konsep mikrobiologiHasil kuantitatif dan kualitatif dari implementasi percontohan menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman mahasiswa terhadap konsep mikrobiologi
CAHAYA ICCAHAYA IC Polarisasi pemahaman, dengan 14,58% di kategori sangat tinggi dan 12,50% di kategori sangat rendah, mencerminkan ketidakmerataan dalam pengembangan kompetensiPolarisasi pemahaman, dengan 14,58% di kategori sangat tinggi dan 12,50% di kategori sangat rendah, mencerminkan ketidakmerataan dalam pengembangan kompetensi