CEREDINDONESIACEREDINDONESIA

International Journal of Economic, Technology and Social Sciences (Injects)International Journal of Economic, Technology and Social Sciences (Injects)

Perubahan tutupan lahan merupakan salah satu faktor utama degradasi lingkungan, secara signifikan memengaruhi kualitas tanah dan ketersediaan air, terutama di daerah yang berkembang pesat. Studi ini bertujuan untuk menganalisis perubahan tutupan lahan dan mengevaluasi dampaknya terhadap kualitas tanah dan ketersediaan air selama periode multi-tahun. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan teknik penginderaan jauh dan Sistem Informasi Geografis (SIG). Gambar satelit multi-temporal digunakan untuk mengidentifikasi perubahan tutupan lahan, sementara indikator kualitas tanah dan parameter hidrologi dianalisis untuk mengevaluasi dampak lingkungan. Hasil menunjukkan konversi besar-besaran area bervegetasi menjadi lahan pertanian dan area terbangun, yang menyebabkan degradasi tanah, penurunan bahan organik tanah, dan penurunan ketersediaan air. Wilayah yang mengalami perubahan tutupan lahan intensif menunjukkan kerentanan yang lebih tinggi terhadap erosi dan kapasitas infiltrasi air yang berkurang. Temuan ini menekankan peran penting manajemen lahan berkelanjutan dan perencanaan spasial dalam mengurangi dampak negatif perubahan tutupan lahan. Studi ini memberikan wawasan berharga bagi pengambil kebijakan dan manajer lingkungan dalam mengembangkan strategi efektif untuk menjaga kualitas tanah dan memastikan sumber daya air yang berkelanjutan.

Studi ini menunjukkan bahwa perubahan tutupan lahan memiliki dampak signifikan terhadap kualitas tanah dan ketersediaan air di area studi selama periode 2020-2024.Hasil menunjukkan penurunan signifikan dalam tutupan hutan yang diikuti oleh ekspansi lahan pertanian, perkebunan, dan area terbangun.Perubahan ini mencerminkan tekanan meningkat pada sumber daya lahan yang dipicu oleh pertumbuhan penduduk, aktivitas ekonomi, dan pembangunan infrastruktur.Penurunan area berhutan terkait erat dengan penurunan kerapatan vegetasi, sebagaimana ditunjukkan oleh nilai NDVI yang lebih rendah, dan penurunan signifikan dalam kandungan karbon organik tanah.Wilayah yang didominasi aktivitas pertanian dan lahan terbangun menunjukkan indeks erosi tanah yang lebih tinggi, menunjukkan bahwa konversi lahan memperparah proses degradasi tanah.Penurunan tutupan vegetasi melemahkan struktur tanah dan meningkatkan kerentanan terhadap erosi, yang akhirnya mengurangi kualitas tanah secara keseluruhan.Dalam hal dampak hidrologis, perubahan tutupan lahan menyebabkan penurunan kapasitas infiltrasi dan potensi recharge air tanah, terutama di area terbangun dan lahan terbuka.Sebaliknya, koefisien aliran permukaan meningkat, menunjukkan risiko banjir yang lebih tinggi dan kapasitas penyerapan air yang berkurang.Wilayah berhutan secara konsisten menunjukkan kapasitas infiltrasi air dan recharge air tanah yang tertinggi, menekankan peran pentingnya dalam menjaga keseimbangan hidrologis.Analisis hubungan ini juga memperkuat bahwa wilayah dengan nilai NDVI yang lebih tinggi cenderung memiliki kualitas tanah yang lebih baik dan ketersediaan air yang lebih tinggi, sedangkan wilayah dengan NDVI rendah berkorelasi dengan degradasi tanah yang parah dan fungsi hidrologis yang terbatas.Temuan ini menekankan pentingnya mempertahankan tutupan lahan bervegetasi untuk menjaga kesehatan tanah dan sumber daya air.Secara keseluruhan, studi ini menegaskan kebutuhan mendesak untuk strategi manajemen lahan berkelanjutan, termasuk perencanaan penggunaan lahan, konservasi hutan, dan pemulihan area yang terdegradasi, untuk mengurangi degradasi tanah dan mempertahankan ketersediaan air.

Penelitian lanjutan dapat fokus pada dampak perubahan iklim terhadap dinamika tutupan lahan dan ketersediaan air di wilayah tropis. Selain itu, pengembangan model prediktif berbasis kecerdasan buatan untuk memproyeksikan perubahan tutupan lahan dan dampaknya terhadap kualitas tanah. Penelitian juga dapat mengeksplorasi efektivitas strategi konservasi berbasis ekosistem, seperti reboisasi dan pertanian berkelanjutan, dalam mengurangi degradasi tanah dan meningkatkan ketahanan hidrologis. Saran lainnya adalah menganalisis peran teknologi penginderaan jauh dan SIG dalam memantau perubahan tutupan lahan secara real-time untuk mendukung pengambilan keputusan berbasis data. Terakhir, penelitian dapat mengkaji hubungan antara perubahan tutupan lahan dan kesejahteraan sosial masyarakat lokal, dengan menekankan pentingnya keterlibatan komunitas dalam kebijakan manajemen lahan berkelanjutan.

  1. Soil organic matter and water retention | Agronomy Journal. soil organic matter water retention agronomy... acsess.onlinelibrary.wiley.com/doi/10.1002/agj2.20282Soil organic matter and water retention Agronomy Journal soil organic matter water retention agronomy acsess onlinelibrary wiley doi 10 1002 agj2 20282
  2. Global Desertification: Building a Science for Dryland Development | Science. global building science... science.org/doi/10.1126/science.1131634Global Desertification Building a Science for Dryland Development Science global building science science doi 10 1126 science 1131634
Read online
File size543.35 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test