CEREDINDONESIACEREDINDONESIA

International Journal of Economic, Technology and Social Sciences (Injects)International Journal of Economic, Technology and Social Sciences (Injects)

Makalah ini menyajikan hubungan dinamis antara ketimpangan dan kualitas pemerintahan daerah pada tingkat kecamatan, serta mencari faktor penggerak utama dan pola spasial perubahan hubungan tersebut. Untuk tujuan tersebut, kami meneliti hubungan sistematis antara ketimpangan dan sejumlah indikator pemerintahan di seluruh distrik Indonesia. Kami menemukan bahwa hubungan antara ketimpangan dan kualitas institusional tidak bersifat langsung, tergantung pada indikator yang digunakan sebagai proksi variabel institusional. Sebaliknya, hubungan antara ketimpangan dan pemerintahan bersifat jelas: pemerintahan daerah yang baik berhubungan dengan tingkat ketimpangan yang rendah. Pengujian kausalitas terbalik menunjukkan bukti campuran mengenai peran ketimpangan sebagai penentu kualitas institusional lokal. Kausalitas terbalik antara ketimpangan dan pemerintahan teridentifikasi ketika indeks penyediaan layanan digunakan sebagai proksi variabel pemerintahan, dimana ketimpangan rendah meningkatkan kualitas pemerintahan daerah.

Penelitian ini mengkaji hubungan dinamis antara ketimpangan dan kualitas tata kelola daerah di tingkat kecamatan, serta mengidentifikasi faktor penggerak utama dan pola spasial perubahan hubungan tersebut menggunakan estimator GMM-system dengan kontrol kondisi ekonomi dan populasi urban.Hasil menunjukkan bahwa hubungan antara ketimpangan dan kualitas institusional tidak konsisten, sementara hubungan antara ketimpangan dan tata kelola bersifat jelas, di mana tata kelola yang baik berhubungan dengan tingkat ketimpangan yang rendah.Analisis kausalitas terbalik memberikan bukti campuran untuk institusional, namun mengindikasikan bahwa ketimpangan rendah dapat meningkatkan tata kelola ketika indeks penyediaan layanan dijadikan proksi, memperluas pemahaman mengenai mekanisme timbal balik antara tata kelola dan ketimpangan di Indonesia.

Penelitian selanjutnya dapat menguji apakah hubungan antara ketimpangan dan tata kelola tetap konsisten dengan memasukkan data terbaru setelah tahun 2014, termasuk dampak pandemi COVID-19 pada distribusi pendapatan dan kualitas layanan publik. Selanjutnya, studi dengan pendekatan ekonometrika spasial dapat mengeksplorasi efek spillover ketimpangan dan tata kelola antar distrik, khususnya di wilayah yang sebelumnya dikecualikan karena konflik, untuk memahami dinamika regional yang lebih kompleks. Terakhir, penggunaan metode campuran (mixed‑methods) untuk menilai peran variabel sosial seperti tingkat pendidikan, akses layanan kesehatan, dan partisipasi masyarakat dapat mengungkap mekanisme mediasi antara tata kelola dan ketimpangan, sehingga memberikan insight kebijakan yang lebih terintegrasi.

Read online
File size691.19 KB
Pages11
DMCAReport

Related /

ads-block-test