BALIDWIPABALIDWIPA
Focus Journal Law ReviewFocus Journal Law ReviewKewenangan Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah dalam pengelolaan lingkungan sangat luas, sehingga diperlukan pembatasan yang jelas. Dengan kewenangan yang dimiliki Pemerintah Daerah, diperlukan pengawasan yang baik dari Pemerintah Pusat agar kebijakan yang merusak lingkungan tidak terjadi di provinsi. Pemerintah Pusat harus aktif melakukan supervisi agar pembangunan berwawasan lingkungan dapat dilaksanakan secara tepat oleh kedua tingkatan pemerintahan. Jika permasalahan muncul, Pemerintah Pusat harus menanganinya karena masih memiliki otoritas untuk mengevaluasi kebijakan yang dilaksanakan oleh pemerintah daerah, sehingga pemerintah daerah dapat menjalankan kewenangannya secara proporsional dalam bidang pengelolaan lingkungan. Pemerintah Daerah memiliki kewenangan mengelola lingkungan di provinsi dan berhak membuat kebijakan untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pembangunan daerah. Undang‑Undang No. 9 Tahun 2015 dan No. 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah membagi urusan pemerintahan antara pemerintah pusat dan daerah, dimana kewenangan daerah berasal dari delegasi pemerintah pusat. Kewenangan yang didelegasikan kepada pemerintah daerah, khususnya dalam pengelolaan lingkungan, harus diatur secara jelas dalam peraturan perundang‑undangan. Pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan harus bersifat berkesinambungan sehingga dampaknya dapat dirasakan oleh generasi mendatang secara terus‑menerus.
Amandemen Undang‑Undang Dasar 1945 menjadi landasan hukum bagi pemerintah pusat dan provinsi dalam pengelolaan lingkungan, sebagaimana tercermin dalam Pasal 33 ayat (3).Pemerintah daerah memperoleh kewenangan melalui delegasi dari pemerintah pusat, yang kemudian dapat melaksanakan urusan pemerintahan daerah secara proporsional, termasuk dalam bidang pengelolaan lingkungan.Regulasi pengelolaan lingkungan oleh pemerintah daerah dapat berupa peraturan daerah, peraturan kepala daerah, atau keputusan kepala daerah, yang harus selaras dengan peraturan perundang‑undangan yang lebih tinggi, kepentingan publik, dan moralitas.
Penelitian selanjutnya dapat mengkaji cara mengukur efektivitas regulasi lingkungan daerah dalam meningkatkan kepatuhan dan hasil lingkungan di berbagai provinsi, sehingga dapat mengidentifikasi faktor‑faktor kunci keberhasilan. Selanjutnya, studi dapat mengeksplorasi mekanisme koordinasi antar‑pemerintah yang memperkuat peran supervisi pemerintah pusat atas kebijakan lingkungan daerah, serta mengusulkan model institusionalisasi yang dapat diterapkan secara nasional. Terakhir, penelitian dapat meneliti pengaruh partisipasi publik terhadap perumusan dan pelaksanaan regulasi lingkungan daerah, dengan membandingkan model‑model keterlibatan masyarakat yang mampu meningkatkan kualitas tata kelola lingkungan secara inklusif dan berkelanjutan.
| File size | 219.48 KB |
| Pages | 10 |
| DMCA | Report |
Related /
HARPRESSIDHARPRESSID Adaptasi pola desentralisasi asimetris di Indonesia didasarkan pada kebutuhan akan kerangka administrasi pemerintahan yang kuat dan andal untuk mengelolaAdaptasi pola desentralisasi asimetris di Indonesia didasarkan pada kebutuhan akan kerangka administrasi pemerintahan yang kuat dan andal untuk mengelola
IAIN SUIAIN SU Penghimpunan zakat di Indonesia telah memiliki payung hukum yang jelas. Akan tetapi, data penghimpunan (fundraising) zakat dan infak Badan Amil Zakat NasionalPenghimpunan zakat di Indonesia telah memiliki payung hukum yang jelas. Akan tetapi, data penghimpunan (fundraising) zakat dan infak Badan Amil Zakat Nasional
IUSIUS Pemerintah Kabupaten Aceh Utara mendirikan BPR Aceh Utara sebagai upaya pelayanan publik dan sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD). BPR Aceh Utara mengelolaPemerintah Kabupaten Aceh Utara mendirikan BPR Aceh Utara sebagai upaya pelayanan publik dan sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD). BPR Aceh Utara mengelola
YAZRIYAZRI Dengan menggunakan pendekatan kualitatif-deskriptif melalui studi kepustakaan, penelitian ini menelaah regulasi, dokumen resmi, dan literatur ilmiah terkaitDengan menggunakan pendekatan kualitatif-deskriptif melalui studi kepustakaan, penelitian ini menelaah regulasi, dokumen resmi, dan literatur ilmiah terkait
ARITEKINARITEKIN Sektor migas tetap menjadi kontributor utama terhadap pendapatan negara meskipun menghadapi tantangan transisi energi. Volatilitas harga minyak memengaruhiSektor migas tetap menjadi kontributor utama terhadap pendapatan negara meskipun menghadapi tantangan transisi energi. Volatilitas harga minyak memengaruhi
TIGA MUTIARATIGA MUTIARA 2) Sistem akuntansi keuangan daerah memberikan dampak ke akuntabilitas pengelolaan keuangan. 3) Akuntabilitas pengelolaan keuangan daerah memediasi pengaruh2) Sistem akuntansi keuangan daerah memberikan dampak ke akuntabilitas pengelolaan keuangan. 3) Akuntabilitas pengelolaan keuangan daerah memediasi pengaruh
STIE AASSTIE AAS Data diperoleh dalam bentuk data primer melalui kuesioner yang dibagikan di KPP Pratama Boyolali dan data sekunder dari instansi yang sama. Responden penelitianData diperoleh dalam bentuk data primer melalui kuesioner yang dibagikan di KPP Pratama Boyolali dan data sekunder dari instansi yang sama. Responden penelitian
UNTAGUNTAG 41 Tahun 2007 mengarahkan tata kelola organisasi perangkat daerah dan memberikan panduan reformasi struktural birokrasi kepada daerah untuk mampu mengembangkan41 Tahun 2007 mengarahkan tata kelola organisasi perangkat daerah dan memberikan panduan reformasi struktural birokrasi kepada daerah untuk mampu mengembangkan
Useful /
IAINTAKENGONIAINTAKENGON Berdasarkan hasil analisis terhadap persepsi mahasiswa peserta Magang I, dapat disimpulkan bahwa program magang memberikan kontribusi positif terhadapBerdasarkan hasil analisis terhadap persepsi mahasiswa peserta Magang I, dapat disimpulkan bahwa program magang memberikan kontribusi positif terhadap
HARPRESSIDHARPRESSID Competence for a State Civil Apparatus (SCA) is crucial for public services. The Merit System is an SCA management policy based on quality, competence,Competence for a State Civil Apparatus (SCA) is crucial for public services. The Merit System is an SCA management policy based on quality, competence,
ARIPIARIPI Siswa laki-laki menunjukkan performa lebih tinggi dengan persentase 81,38% dibandingkan siswa perempuan sebesar 77,14%. Hasil ini konsisten dengan temuanSiswa laki-laki menunjukkan performa lebih tinggi dengan persentase 81,38% dibandingkan siswa perempuan sebesar 77,14%. Hasil ini konsisten dengan temuan
STIE AASSTIE AAS Tujuan analisis profitabilitas perusahaan adalah untuk mengukur tingkat efisiensi bisnis yang dicapai oleh perusahaan yang bersangkutan. Populasi dalamTujuan analisis profitabilitas perusahaan adalah untuk mengukur tingkat efisiensi bisnis yang dicapai oleh perusahaan yang bersangkutan. Populasi dalam