DINASTIREVDINASTIREV
Jurnal Ilmu Hukum, Humaniora dan PolitikJurnal Ilmu Hukum, Humaniora dan PolitikKedudukan wakil kepala daerah dalam sistem pemerintahan daerah di Indonesia masih menimbulkan persoalan hukum dan tata kelola pemerintahan, khususnya terkait ketidakjelasan pembagian tugas dan fungsi antara kepala daerah dan wakilnya. Permasalahan ini berdampak langsung pada efektivitas penyelenggaraan otonomi daerah. Selain itu, maraknya praktik dinasti politik serta penunjukan wakil kepala daerah sebagai pejabat tanpa dasar pengaturan yang tegas turut menimbulkan ketimpangan demokratis dalam pemerintahan daerah. Tujuan penelitian ingin mengetahui urgensi reformulasi pengaturan kedudukan wakil kepala daerah serta ingin mengetahui pengaturan yang dapat menghindari konflik kewenangan dan mendorong pemerintahan daerah yang lebih efektif. Metode yang digunakan adalah penelitian hukum yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan (statute approach) dan pendekatan konseptual (conceptual approach). Sumber data dari literatur hukum, peraturan perundang-undangan, serta putusan dan dokumen hukum yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa reformulasi pengaturan kedudukan wakil kepala daerah sangat mendesak dilakukan guna memperjelas tugas dan fungsi yang terpisah dari kepala daerah, sehingga tidak terjadi tumpang tindih kewenangan maupun konflik politik dalam pemerintahan daerah. Kesimpulannya, pengaturan yang ideal terhadap wakil kepala daerah akan memperkuat sistem pemerintahan daerah yang demokratis, akuntabel, serta mampu membatasi praktik politik dinasti dan penyalahgunaan kekuasaan. Saat ini, pengaturan mengenai kedudukan wakil kepala daerah masih diatur secara umum dalam Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah, namun belum secara rinci mengatur batasan tugas, fungsi, dan mekanisme penggantiannya, sehingga reformulasi diperlukan untuk memperjelas posisi dan perannya dalam sistem pemerintahan daerah.
Penelitian ini menyimpulkan bahwa reformulasi pengaturan kedudukan wakil kepala daerah sangat mendesak untuk memperjelas posisi hukum, kewenangan, dan fungsinya.Ketidakjelasan regulasi saat ini berpotensi menimbulkan konflik peran dan menghambat efektivitas otonomi daerah.Pengaturan yang ideal perlu menegaskan limitatif kewenangan wakil kepala daerah dan memperjelas mekanisme koordinasi dengan kepala daerah untuk menghindari tumpang tindih dan mendorong pemerintahan daerah yang lebih demokratis dan akuntabel.
Berdasarkan analisis terhadap judul, abstrak, dan kesimpulan, serta mempertimbangkan bagian latar belakang, metode, hasil, keterbatasan, dan saran penelitian lanjutan dalam artikel ini, beberapa ide penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan adalah sebagai berikut: Pertama, penelitian perlu dilakukan untuk merancang model pengaturan kewenangan wakil kepala daerah yang lebih detail dan operasional, termasuk mekanisme koordinasi yang efektif dengan kepala daerah dan perangkat daerah lainnya. Kedua, studi komparatif dapat dilakukan dengan membandingkan pengaturan kedudukan wakil kepala daerah di Indonesia dengan negara lain yang memiliki sistem pemerintahan serupa, untuk mengidentifikasi praktik-praktik terbaik yang dapat diadopsi. Ketiga, penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengeksplorasi dampak reformulasi pengaturan wakil kepala daerah terhadap efektivitas tata kelola pemerintahan daerah, khususnya dalam konteks pencegahan praktik politik dinasti dan peningkatan akuntabilitas publik. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan dalam upaya mewujudkan sistem pemerintahan daerah yang lebih demokratis, efektif, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat. Dengan demikian, peran wakil kepala daerah dapat dioptimalkan sebagai mitra strategis kepala daerah dalam menjalankan roda pemerintahan dan pembangunan daerah.
- Ambiguitas dan Inkonsistensi Kedudukan serta Kewenangan Wakil Kepala Daerah dalam Sistem Pemerintahan... doi.org/10.33019/progresif.v16i1.2849Ambiguitas dan Inkonsistensi Kedudukan serta Kewenangan Wakil Kepala Daerah dalam Sistem Pemerintahan doi 10 33019 progresif v16i1 2849
- Efektivitas Otonomi Daerah dalam Mewujudkan Tujuan Negara: Tinjauan Kritis Desentralisasi di Indonesia... doi.org/10.62238/jupsi.v3i1.191Efektivitas Otonomi Daerah dalam Mewujudkan Tujuan Negara Tinjauan Kritis Desentralisasi di Indonesia doi 10 62238 jupsi v3i1 191
- Reformulasi Pengaturan Sistem Kerja Pegawai Pemerintah Kota Yogyakarta Pada Masa Adaptasi Kebiasaan Baru... doi.org/10.18196/jphk.v2i1.10651Reformulasi Pengaturan Sistem Kerja Pegawai Pemerintah Kota Yogyakarta Pada Masa Adaptasi Kebiasaan Baru doi 10 18196 jphk v2i1 10651
| File size | 342.18 KB |
| Pages | 9 |
| DMCA | Report |
Related /
STIE TDNSTIE TDN Strategi peningkatan PAD yang dapat dilakukan meliputi: (1) optimalisasi pengelolaan aset daerah, (2) pengembangan BUMD yang profitable, (3) peningkatanStrategi peningkatan PAD yang dapat dilakukan meliputi: (1) optimalisasi pengelolaan aset daerah, (2) pengembangan BUMD yang profitable, (3) peningkatan
LPPPIPUBLISHINGLPPPIPUBLISHING Pendekatan tinjauan literatur naratif digunakan untuk menganalisis dan membandingkan temuan dari lima belas studi empiris terpilih yang menginvestigasiPendekatan tinjauan literatur naratif digunakan untuk menganalisis dan membandingkan temuan dari lima belas studi empiris terpilih yang menginvestigasi
LPPPIPUBLISHINGLPPPIPUBLISHING Penelitian ini menggunakan pendekatan tinjauan pustaka untuk mengkaji pengaruh PAD, belanja modal, dan opini audit terhadap kinerja keuangan pemerintahPenelitian ini menggunakan pendekatan tinjauan pustaka untuk mengkaji pengaruh PAD, belanja modal, dan opini audit terhadap kinerja keuangan pemerintah
UNSURYAUNSURYA Komitmen dan peran aktif pimpinan daerah serta kebijakan yang mendukung perlu diperkuat. Keterbatasan sumber daya manusia yang kompeten dan infrastrukturKomitmen dan peran aktif pimpinan daerah serta kebijakan yang mendukung perlu diperkuat. Keterbatasan sumber daya manusia yang kompeten dan infrastruktur
ASIANPUBLISHERASIANPUBLISHER Pemerintah daerah (Pemda) dituntut menjalankan fungsi regulatif dan pengendalian secara efektif melalui kebijakan, pengawasan, digitalisasi, serta koordinasiPemerintah daerah (Pemda) dituntut menjalankan fungsi regulatif dan pengendalian secara efektif melalui kebijakan, pengawasan, digitalisasi, serta koordinasi
STIE TDNSTIE TDN Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebijakan investasi di Kabupaten Sigi berperan strategis dalam memperkuat kapasitas fiskal daerah melalui pengelolaanHasil penelitian menunjukkan bahwa kebijakan investasi di Kabupaten Sigi berperan strategis dalam memperkuat kapasitas fiskal daerah melalui pengelolaan
ARITEKINARITEKIN Namun, transisi ini menghadapi tantangan besar, seperti kebutuhan investasi tinggi, ketidakpastian regulasi, dan persaingan dengan energi terbarukan. MeskipunNamun, transisi ini menghadapi tantangan besar, seperti kebutuhan investasi tinggi, ketidakpastian regulasi, dan persaingan dengan energi terbarukan. Meskipun
LENTERADUALENTERADUA Sistem informasi yang dikembangkan OPD saat ini pada umumnya masih bersifat parsial, belum ada perancangan strategis dalam pengembangan sistem informasinya.Sistem informasi yang dikembangkan OPD saat ini pada umumnya masih bersifat parsial, belum ada perancangan strategis dalam pengembangan sistem informasinya.
Useful /
UNDHIRA BALIUNDHIRA BALI Seminar nasional ini hadir sebagai wadah untuk kaum akademisi dan praktisi untuk berkolaborasi, mendiseminasikan karya ilmiah, inovasi, dan aplikasi IptekSeminar nasional ini hadir sebagai wadah untuk kaum akademisi dan praktisi untuk berkolaborasi, mendiseminasikan karya ilmiah, inovasi, dan aplikasi Iptek
UNDHIRA BALIUNDHIRA BALI Perkembangan teknologi semakin diperlukan untuk menyebarkan informasi. Program ini merupakan bentuk pendampingan terhadap Pokdarwis Sarga Nitya dalam merancangPerkembangan teknologi semakin diperlukan untuk menyebarkan informasi. Program ini merupakan bentuk pendampingan terhadap Pokdarwis Sarga Nitya dalam merancang
UNDHIRA BALIUNDHIRA BALI Hasilnya menunjukkan bahwa 80% kader mampu melakukan pijat bayi dengan kategori terampil. Program kemitraan masyarakat ini menghasilkan peningkatan keterampilanHasilnya menunjukkan bahwa 80% kader mampu melakukan pijat bayi dengan kategori terampil. Program kemitraan masyarakat ini menghasilkan peningkatan keterampilan
IKIP SILIWANGIIKIP SILIWANGI In general, this study found that: (1) In the experimental class, the learning approach plays an important role in the way it increased students MHOTSIn general, this study found that: (1) In the experimental class, the learning approach plays an important role in the way it increased students MHOTS