UMPOUMPO
JPK (Jurnal Pancasila dan Kewarganegaraan)JPK (Jurnal Pancasila dan Kewarganegaraan)Kebebasan beragama dan berkeyakinan merupakan hak yang fundamental yang dijamin dengan tegas dalam konstitusi Republik Indonesia. Selain itu diatur juga dalam beberapa konvensi internasional. Namun, tidak berarti bahwa penjaminan pemenuhan hak ini dilakukan tanpa batas. Pemenuhan hak asasi ini dibatasi oleh undang‑undang, agama, pertimbangan moral, keamanan dan ketertiban umum. Kendatipun demikian realita praktik kehidupan beragama dan berkeyakinan masih banyak terjadi di Indonesia. Baik terjadinya kekerasan atas nama agama, kebijakan pemerintah, tindakan‑tindakan diskriminasi atas nama agama maupun karena adanya aturan‑aturan yang kontradiksi dengan konstitusi. Oleh karena itu, penting untuk menguji dan meneliti implementasi kebebasan beragama dan berkeyakinan menurut konstitusi di Indonesia dengan memaparkan upaya pemberangusan hak tersebut dan bagaimana aturan‑aturan hukum ditegakkan untuk menyelesaikannya. Penelitian ini dilakukan dengan metode normatif empiris yang bertujuan untuk menjawab kesenjangan antara aturan yang ada dengan realitas kehidupan beragama dan berkeyakinan di Indonesia.
Penelitian normatif yuridis menunjukkan bahwa Indonesia sebagai negara hukum secara tegas menjamin kebebasan beragama dan berkeyakinan, terutama forum internum yang tidak dapat dibatasi bahkan dalam keadaan darurat.Namun, forum eksternum yang mengekspresikan keyakinan harus diatur oleh undang‑undang, sebagaimana diatur dalam Pasal 28J ayat (1)‑(2) UUD 1945, dan masih muncul kasus kekerasan, penolakan rumah ibadah, serta diskriminasi terhadap aliran kepercayaan.Meskipun jumlah kasus secara kuantitatif relatif kecil, setiap pelanggaran menodai konstitusi dan martabat bangsa, sehingga penegakan hak sipil harus ditingkatkan.
Penelitian selanjutnya dapat mengkaji secara empiris pengalaman sehari‑hari para penganut agama‑agama non‑resmi seperti Bahai, Sikh, dan Tao dalam mengakses hak sipil serta tingkat diskriminasi yang mereka hadapi, sehingga dapat memberikan data lapangan yang melengkapi analisis normatif. Selanjutnya, studi komparatif mengenai pelaksanaan kebebasan beragama di Indonesia dibandingkan dengan negara demokrasi plural lainnya, misalnya Malaysia dan India, dapat mengidentifikasi praktik‑praktik regulasi forum eksternum yang lebih efektif dan mengadaptasi kebijakan yang relevan. Terakhir, evaluasi efektivitas RUU Kerukunan Umat Beragama setelah diundangkan melalui studi kasus daerah‑daerah tertentu akan menilai dampaknya terhadap penurunan tindakan intoleransi berbasis agama serta mengungkap tantangan implementasi di tingkat lokal.
| File size | 302.18 KB |
| Pages | 13 |
| DMCA | Report |
Related /
STAKATNPONTIANAKSTAKATNPONTIANAK Tradisi Naik Dango merupakan upacara adat yang dilaksanakan sebagai ungkapan syukur atas keberhasilan hasil panen padi dan hasil panen lainnya sebagaiTradisi Naik Dango merupakan upacara adat yang dilaksanakan sebagai ungkapan syukur atas keberhasilan hasil panen padi dan hasil panen lainnya sebagai
STAKATNPONTIANAKSTAKATNPONTIANAK Namun, di era modern, semakin banyak kaum muda kehilangan semangat dalam beriman. Oleh karena itu, dilakukan penelitian tentang semangat militansi berimanNamun, di era modern, semakin banyak kaum muda kehilangan semangat dalam beriman. Oleh karena itu, dilakukan penelitian tentang semangat militansi beriman
UPBUPB Penelitian ini menemukan bahwa pembagian kewenangan adat yang jelas, musyawarah partisipatif, legitimasi keputusan, adaptasi terhadap faktor eksternal,Penelitian ini menemukan bahwa pembagian kewenangan adat yang jelas, musyawarah partisipatif, legitimasi keputusan, adaptasi terhadap faktor eksternal,
USUUSU Program-program ini selaras dengan konsep Negara Kesejahteraan, khususnya dalam prinsip perlindungan, meskipun Indonesia tidak secara formal menganut pahamProgram-program ini selaras dengan konsep Negara Kesejahteraan, khususnya dalam prinsip perlindungan, meskipun Indonesia tidak secara formal menganut paham
STAKATNPONTIANAKSTAKATNPONTIANAK Pertama-tama seseorang (warga sekolah) harus memahami apa akar dari permasalahan atau konflik tersebut. Pentingnya memahami masalah dalam konflik adalah,Pertama-tama seseorang (warga sekolah) harus memahami apa akar dari permasalahan atau konflik tersebut. Pentingnya memahami masalah dalam konflik adalah,
STAKATNPONTIANAKSTAKATNPONTIANAK Kehadiran agama Katolik di tengah‑tengah mereka tidak serta merta menghilangkan budaya luhur tersebut. Tradisi Naik Dango masih terus dilakukan hinggaKehadiran agama Katolik di tengah‑tengah mereka tidak serta merta menghilangkan budaya luhur tersebut. Tradisi Naik Dango masih terus dilakukan hingga
STAKATNPONTIANAKSTAKATNPONTIANAK Bangsa Indonesia adalah bangsa multikultural yang memiliki kekayaan materi dan non materi. Moderasi beragama diperkenalkan sebagai salah satu cara untukBangsa Indonesia adalah bangsa multikultural yang memiliki kekayaan materi dan non materi. Moderasi beragama diperkenalkan sebagai salah satu cara untuk
STAKATNPONTIANAKSTAKATNPONTIANAK Sekolah Dasar ini dipilih karena dari segi komposisi siswanya sangat multikultural, dengan minoritas non‑muslim, sehingga sangat relevan untuk kebutuhanSekolah Dasar ini dipilih karena dari segi komposisi siswanya sangat multikultural, dengan minoritas non‑muslim, sehingga sangat relevan untuk kebutuhan
Useful /
USUUSU Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketergantungan tinggi pada sektor perikanan, keterbatasan modal, serta lemahnya kelembagaan lokal menyebabkan masyarakatHasil penelitian menunjukkan bahwa ketergantungan tinggi pada sektor perikanan, keterbatasan modal, serta lemahnya kelembagaan lokal menyebabkan masyarakat
PSPINDONESIAPSPINDONESIA penguasaan diri (sōphrosynē), keteladanan lintas generasi, dan orientasi misioner sebagai strategi pembentukan identitas iman yang relevan bagi kebutuhanpenguasaan diri (sōphrosynē), keteladanan lintas generasi, dan orientasi misioner sebagai strategi pembentukan identitas iman yang relevan bagi kebutuhan
STAKATNPONTIANAKSTAKATNPONTIANAK Upaya ini dilakukan sebagai bentuk edukasi sekaligus membangun kesadaran Bersama akan pentingnya hidup Bersama tanpa harus memaksa sekaligus mengklaimUpaya ini dilakukan sebagai bentuk edukasi sekaligus membangun kesadaran Bersama akan pentingnya hidup Bersama tanpa harus memaksa sekaligus mengklaim
STAKATNPONTIANAKSTAKATNPONTIANAK Semakin orang beragama dan taat pada ajaran agamanya, maka semakin semarak kehidupan umat beragama dengan nilai-nilai kemuliaan: kasih, berkat, hikmatSemakin orang beragama dan taat pada ajaran agamanya, maka semakin semarak kehidupan umat beragama dengan nilai-nilai kemuliaan: kasih, berkat, hikmat