UNISSULAUNISSULA

International Conference on Education, Technology, and Social SciencesInternational Conference on Education, Technology, and Social Sciences

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan karakteristik fragmentasi struktur berpikir siswa dalam membangun materi persamaan eksponensial dari segi kemandirian belajar. Bentuk penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi mix-method, di mana data kuantitatif didukung oleh data kualitatif deskriptif. Pengumpulan data kuantitatif dalam penelitian ini menggunakan tes kuisioner kemandirian. Besarnya pengaruh kemandirian belajar dan fragmentasi berpikir dapat dilihat dari nilai R square yang menunjukkan 0,857 atau 85,7%. Sedangkan 14,3% dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak diteliti. Selain itu, dari 48 butir kuesioner dengan sampel 40 siswa, diperoleh hasil rata-rata siswa pada setiap kategori, yaitu kemandirian belajar tinggi sebesar 32,5%, kemandirian belajar sedang sebesar 55%, dan 12,5% pada kategori kemandirian belajar rendah. Penelitian ini didukung oleh data kualitatif dengan metode think aloud dan wawancara. Bentuk fragmentasi struktur berpikir yang mungkin terjadi meliputi: konstruksi lubang, pseudo konstruksi, struktur acak, dan struktur terpisah. Subjek dalam penelitian ini adalah 40 siswa yang diambil menggunakan metode purposive sampling. Untuk memastikan validitas data, penelitian ini menggunakan metode triangulasi untuk menentukan kesesuaian antara data dari metode think aloud dan data yang didukung oleh metode wawancara. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa subjek dengan siswa yang memiliki kemandirian belajar mengalami bentuk fragmentasi struktur berpikir meliputi: konstruksi lubang, pseudo-konstruksi, struktur acak, dan struktur terpisah. Karakteristik siswa dengan gaya belajar mandiri yang mengalami fragmentasi adalah: 1) konstruksi lubang terlihat ketika siswa tidak memiliki pemahaman konsep persamaan diferensial homogen, 2) pseudo-konstruksi terlihat ketika siswa mengalami peristiwa memori kabur, di mana subjek seolah-olah mengingat konsep yang telah dipelajari tetapi ternyata konsepnya tidak cukup tepat, 3) struktur acak terjadi ketika siswa mengabaikan persyaratan yang harus dipenuhi untuk menjadi bentuk persamaan yang harus diubah secara integral dari masalah diferensial homogen, dan 4) struktur terpisah terjadi ketika siswa tidak dapat menghubungkan pengetahuan yang mereka miliki untuk menyelesaikan masalah yang belum pernah dibahas oleh dosen. Dampak dari bentuk fragmentasi yang dialami siswa menyebabkan siswa mengalami kesulitan dalam menyelesaikan masalah matematika karena pengetahuan yang mereka miliki hanya terbatas pada memori.

Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan tentang pengaruh fragmentasi berpikir siswa terhadap kemandirian belajar, dapat disimpulkan bahwa 1) data kualitatif menunjukkan pengaruh yang signifikan antara fragmentasi berpikir siswa dan kemandirian belajar dengan hasil regresi linier dapat dilihat dari nilai R square yang menunjukkan 0,857 atau 85,7%.Sedangkan 14,3% dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak diteliti.2) Selain itu, terdapat pengaruh kemandirian belajar dan fragmentasi berpikir pada setiap indikator (kemandirian belajar tinggi, sedang, dan rendah) dari 48 butir kuesioner dengan sampel 40 siswa, diperoleh hasil rata-rata siswa pada setiap kategori, yaitu kemandirian belajar tinggi sebesar 32,5%, kemandirian belajar sedang sebesar 55%, dan 12,5% pada kategori kemandirian belajar rendah.

Untuk penelitian lanjutan, dapat dilakukan dengan fokus pada pengembangan strategi pembelajaran yang dapat mengurangi fragmentasi struktur berpikir siswa. Strategi ini dapat mencakup penggunaan metode pembelajaran aktif, seperti pembelajaran berbasis proyek atau pembelajaran berbasis masalah, yang mendorong siswa untuk berpikir kritis dan kreatif dalam menyelesaikan masalah matematika. Selain itu, penelitian dapat dilakukan untuk mengeksplorasi peran dosen dalam membantu siswa mengatasi fragmentasi struktur berpikir mereka. Dosen dapat memberikan bimbingan dan dukungan yang diperlukan untuk membantu siswa mengembangkan strategi belajar yang efektif dan meningkatkan kemampuan mereka dalam mengkonstruksi konsep matematika secara akurat. Penelitian juga dapat dilakukan untuk menganalisis pengaruh fragmentasi struktur berpikir pada hasil belajar matematika siswa. Dengan memahami hubungan antara fragmentasi berpikir dan prestasi akademik, dapat dikembangkan intervensi yang tepat untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam memahami dan menerapkan konsep matematika.

Read online
File size756.71 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test