PAPANDAPAPANDA

Polinomial : Jurnal Pendidikan MatematikaPolinomial : Jurnal Pendidikan Matematika

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui . Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain eksperimen semu tipe One Group Pretest–Posttest Design, yang melibatkan 32 siswa kelas VIIIK SMP Negeri 1 Kupang. Instrumen penelitian berupa tes pemahaman konsep dan tes hasil belajar siswa. Data dianalisis menggunakan uji normalitas Shapiro–Wilk serta uji paired sample t-test melalui SPSS untuk mengetahui perbedaan nilai sebelum dan sesudah penerapan pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa data pre-test dan post-test berdistribusi normal, sehingga memenuhi asumsi uji parametrik. Rata-rata nilai pre-test sebesar 71,13 meningkat menjadi 83,19 pada post-test, dengan selisih 12,06 poin. Hasil uji paired sample t-test menghasilkan nilai t = -11,108 dengan signifikansi p = 0,000 (< 0,05), yang menunjukkan adanya perbedaan signifikan antara nilai pre-test dan post-test. Temuan ini menunjukkan bahwa model pembelajaran Discovery Learning berpengaruh signifikan dalam meningkatkan pemahaman konsep dan hasil belajar siswa pada materi Teorema Pythagoras. Dengan demikian, Discovery Learning dapat dijadikan alternatif model pembelajaran yang efektif dan relevan dalam pembelajaran matematika.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa model pembelajaran Discovery Learning berpengaruh signifikan terhadap peningkatan pemahaman konsep dan hasil belajar siswa pada materi Teorema Pythagoras.Penerapan model ini meningkatkan nilai rata-rata siswa dari pre-test 71,13 menjadi post-test 83,19, dengan uji paired sample t-test menunjukkan perbedaan yang signifikan (sig.Dengan demikian, Discovery Learning efektif dalam meningkatkan kualitas pembelajaran matematika.

Penelitian selanjutnya dapat menyelidiki sejauh mana model Discovery Learning meningkatkan kemampuan berpikir tingkat tinggi, seperti analisis dan sintesis, pada siswa matematika di berbagai tingkatan kelas dari SMP hingga SMA. Sebagai perbandingan, studi eksperimental dapat membandingkan efektivitas Discovery Learning dengan pendekatan pembelajaran aktif lainnya, misalnya Problem‑Based Learning, dalam mengajarkan konsep geometri yang melibatkan teorema Pythagoras. Penelitian longitudinal dapat meneliti retensi jangka panjang pengetahuan teorema Pythagoras setelah penerapan Discovery Learning, dengan melakukan evaluasi kembali pada periode tiga hingga enam bulan pasca‑intervensi. Selain itu, eksplorasi penggunaan media digital interaktif, seperti simulasi berbasis AR/VR, dalam fase stimulation dan verification dapat dianalisis dampaknya terhadap motivasi dan keterlibatan siswa selama proses penemuan. Penelitian kualitatif dapat menggali persepsi guru dan siswa tentang tantangan dan keuntungan integrasi Discovery Learning dalam kurikulum matematika yang berorientasi pada Kurikulum Merdeka, untuk menyiapkan rekomendasi kebijakan yang praktis. Dengan memperluas sampel ke sekolah di daerah lain dan melibatkan variabel kontekstual seperti dukungan infrastruktur dan pelatihan guru, hasil studi dapat memberikan gambaran yang lebih komprehensif tentang skalabilitas model ini.

Read online
File size463.29 KB
Pages7
DMCAReport

Related /

ads-block-test