PRINPRIN
JURNAL RISET RUMPUN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAMJURNAL RISET RUMPUN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAMPenelitian ini menerapkan model pembelajaran PBL dengan berbantuan software Geogebra untuk menguji peningkatan kemampuan pemahaman konsep matematis siswa SMP. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah penerapan model pembelajaran PBL berbantuan software Geogebra dapat meningkatkan kemampuan pemahaman konsep matematis siswa. Adapun metode penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VII-6 SMP Negeri 17 Medan yang berjumlah 29 orang. Objek penelitian ini adalah peningkatan pemahaman konsep matematis siswa pada materi himpunan dengan model PBL berbantuan software Geogebra. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh, pada siklus I jumlah siswa yang memenuhi ketuntasan belajar klasikal terdapat 8 siswa (27,59%), dan 21 siswa (72,41%) belum tuntas, dengan nilai rata β rata kelas 54,87. Pada siklus II terjadi peningkatan kemampuan pemahaman konsep matematis siswa, terdapat 21 siswa (72,41%) yang mencapai ketuntasan dan 8 siswa (27,59%) belum tuntas, dengan nilai rata β rata kelas 72,24. Tingkat persentase target keberhasilan siswa berdasarkan pada tes siklus II pemahaman konsep matematis telah mencapai ketuntasan yang telah ditentukan yaitu 70% dengan KKM 70. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa penerapan model Problem Based Learning (PBL) berbantuan software geogebra dapat meningkatkan kemampuan pemahaman konsep matematis siswa.
Penerapan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) berbantuan software Geogebra pada materi himpunan efektif meningkatkan kemampuan pemahaman konsep matematis siswa kelas VII-6 SMP Negeri 17 Medan.Peningkatan ini terlihat jelas dari skor rata-rata tes yang naik signifikan dari siklus I (54,87) menjadi siklus II (72,24).Selain itu, persentase ketuntasan belajar klasikal siswa mencapai 72,41% pada siklus II, melampaui target Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) 70.
Penelitian ini menunjukkan bahwa model Problem Based Learning (PBL) yang didukung oleh software Geogebra memiliki potensi besar untuk meningkatkan pemahaman konsep matematis siswa. Namun, ruang lingkup penelitian yang terbatas pada satu kelas dan satu materi membuka peluang untuk eksplorasi lebih lanjut. Oleh karena itu, disarankan untuk melakukan studi komparatif yang lebih luas, misalnya dengan menerapkan pendekatan serupa pada jenjang pendidikan atau materi matematika yang berbeda, seperti geometri atau aljabar, untuk memastikan keberhasilan dan generalisasi temuan ini di berbagai konteks. Selain itu, penting untuk menggali lebih dalam mekanisme spesifik bagaimana interaktivitas dan visualisasi Geogebra, dalam kerangka PBL, memengaruhi proses kognitif siswa dalam memahami konsep. Penelitian lanjutan dapat berfokus pada analisis kualitatif terhadap pola interaksi siswa dengan software dan dampaknya terhadap penalaran matematis mereka, atau bahkan membandingkan efektivitas Geogebra dengan alat bantu digital lain. Terakhir, mengingat matematika juga menuntut kemampuan berpikir kritis dan pemecahan masalah, akan sangat menarik jika penelitian mendatang tidak hanya mengukur pemahaman konsep, tetapi juga meneliti bagaimana kombinasi PBL dan Geogebra dapat meningkatkan keterampilan berpikir tingkat tinggi lainnya, seperti kemampuan argumentasi matematis atau kreativitas dalam menyelesaikan masalah yang kompleks, serta mengevaluasi retensi jangka panjang dari konsep yang dipelajari.
- Penerapan Model Pembelajaran PBL Berbantuan Software Geogebra Untuk Meningkatkan Kemampuan Pemahaman... prin.or.id/index.php/JURRIMIPA/article/view/2563Penerapan Model Pembelajaran PBL Berbantuan Software Geogebra Untuk Meningkatkan Kemampuan Pemahaman prin index php JURRIMIPA article view 2563
- Himpunan Kritis pada Graf Bintang | JURNAL RISET RUMPUN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM. himpunan... prin.or.id/index.php/JURRIMIPA/article/view/2556Himpunan Kritis pada Graf Bintang JURNAL RISET RUMPUN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM himpunan prin index php JURRIMIPA article view 2556
| File size | 925.75 KB |
| Pages | 9 |
| Short Link | https://juris.id/p-2Op |
| Lookup Links | Google ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard |
| DMCA | Report |
Related /
JOMPUJOMPU Metode penelitian menggunakan model Waterfall (air terjun). Hasil pengujian program dilakukan oleh 2 (dua) validator yaitu ahli media dan Ahli Website.Metode penelitian menggunakan model Waterfall (air terjun). Hasil pengujian program dilakukan oleh 2 (dua) validator yaitu ahli media dan Ahli Website.
JOMPUJOMPU Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkanPenelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan
YANAYANA Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum penggunaan flashcard, DK belum mampu mengenal huruf vokal, membedakan huruf konsonan, menyebutkan angka 1–10,Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum penggunaan flashcard, DK belum mampu mengenal huruf vokal, membedakan huruf konsonan, menyebutkan angka 1–10,
PUTRAGALUHPUTRAGALUH Model pembelajaran Science Technology Engineering Art and Mathematic (STEAM) merupakan model pembelajaran yang memadukan berbagai disiplin ilmu untuk mengembangkanModel pembelajaran Science Technology Engineering Art and Mathematic (STEAM) merupakan model pembelajaran yang memadukan berbagai disiplin ilmu untuk mengembangkan
JOMPUJOMPU Berdasarkan temuan, terdapat tiga kategori kesulitan guru. 30% memahami modul ajar dan komponennya, 25% memahami modul tetapi tidak komponennya, dan 45%Berdasarkan temuan, terdapat tiga kategori kesulitan guru. 30% memahami modul ajar dan komponennya, 25% memahami modul tetapi tidak komponennya, dan 45%
JOMPUJOMPU Penelitian ini bertujuan mengetahui. Menggunakan metode pre-eksperimen dengan desain one-grup pre-test-posttest. Subyek penelitian ini yakni siswa kelasPenelitian ini bertujuan mengetahui. Menggunakan metode pre-eksperimen dengan desain one-grup pre-test-posttest. Subyek penelitian ini yakni siswa kelas
JOMPUJOMPU Penelitian ini masih terbatas pada morfem infleksional dalam pidato Elon Musk, sehingga disarankan untuk melakukan penelitian tambahan pada Morfem TurunanPenelitian ini masih terbatas pada morfem infleksional dalam pidato Elon Musk, sehingga disarankan untuk melakukan penelitian tambahan pada Morfem Turunan
JOMPUJOMPU Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa program debat bahasa Inggris efektif meningkatkan kemampuan berbicara siswa. Selain itu, faktor-faktor sepertiDengan demikian, dapat disimpulkan bahwa program debat bahasa Inggris efektif meningkatkan kemampuan berbicara siswa. Selain itu, faktor-faktor seperti
Useful /
PRINPRIN Bilangan Kromatik yang diperoleh dari hasil Operasi Korona pada graf (Cn β Sm) adalah πΆπ β ππ = 3 untuk setiap m,n ≥ 3, {m,n ∈ N}.Bilangan Kromatik yang diperoleh dari hasil Operasi Korona pada graf (Cn β Sm) adalah πΆπ β ππ = 3 untuk setiap m,n ≥ 3, {m,n ∈ N}.
PRINPRIN Satu kelas dijadikan kelas eksperimen, yaitu kelas VII-2 yang diajarkan dengan Macromedia Flash dan kelas VII-3 yang dijadikan kelas kontrol, yaitu kelasSatu kelas dijadikan kelas eksperimen, yaitu kelas VII-2 yang diajarkan dengan Macromedia Flash dan kelas VII-3 yang dijadikan kelas kontrol, yaitu kelas
PRINPRIN Sistem partikel tunggal yang terjebak dalam sumur potensial dapat dijelaskan atau dipahami dari perspektif termodinamika. Kesimpulan dari penelitian iniSistem partikel tunggal yang terjebak dalam sumur potensial dapat dijelaskan atau dipahami dari perspektif termodinamika. Kesimpulan dari penelitian ini
TRANSPUBLIKATRANSPUBLIKA Oleh karena itu, perusahaan juga dituntut untuk mampu mengidentifikasi hal-hal apa saja yang menjadi kendala atau permasalahan di dalam menjalankan kegiatanOleh karena itu, perusahaan juga dituntut untuk mampu mengidentifikasi hal-hal apa saja yang menjadi kendala atau permasalahan di dalam menjalankan kegiatan