JOMPUJOMPU
Jurnal Pendidikan dan Media PembelajaranJurnal Pendidikan dan Media PembelajaranPeserta didik sebagai penerima pengaruh dari pelaku pendidikan sangat dituntut memiliki kecerdasan dan ilmu pengetahuan. Gemar membaca menjadi alat ukur untuk meningkatkan keduanya serta menjadi gambaran dalam mengambil keputusan baik dan buruk. Namun, masih ditemukan peserta didik yang malas belajar dan membaca, lebih menyukai bermain game atau menonton televisi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakter gemar membaca peserta didik melalui Gerakan Literasi Sekolah, upaya sekolah dan perangkatnya (kepala sekolah dan guru) dalam membentuk karakter tersebut, serta faktor pendukung dan penghambatnya. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakter gemar membaca—sebagai sikap dan kecintaan pada bacaan dan ilmu pengetahuan—sudah dilaksanakan dalam proses pembelajaran sesuai K13, dengan banyak dampak positif. Namun, masih ada peserta didik yang malas membaca karena kurangnya kesadaran, kedisiplinan, sikap, dan kemauan dari diri mereka sendiri.
Penelitian menunjukkan karakter gemar membaca sebagai sikap cinta bacaan dan ilmu pengetahuan telah diterapkan dalam pembelajaran sesuai K13, membawa dampak positif bagi peserta didik.Namun, masih ada peserta didik yang malas membaca akibat kurangnya kesadaran, disiplin, dan kemauan dari diri sendiri.Upaya sekolah melalui Gerakan Literasi Sekolah, seperti pembiasaan membaca 15 menit, telah dilaksanakan meskipun menghadapi hambatan seperti keterbatasan koleksi buku di perpustakaan.
Penelitian lanjutan dapat mengembangkan ide untuk mengeksplorasi efektivitas intervensi berbasis teknologi, seperti penggunaan platform digital atau aplikasi literasi interaktif, dalam meningkatkan minat baca siswa SD, khususnya di sekolah dengan keterbatasan sumber buku fisik seperti SDN 19 Woja. Selain itu, penelitian mendalam mengenai peran kolaborasi tiga pihak—sekolah (guru), keluarga (orang tua), dan masyarakat—dalam menciptakan ekosistem literasi yang berkelanjutan di luar jam sekolah akan sangat berharga, dengan fokus pada model pendampingan atau program parenting literasi yang konkret. Ide ketiga adalah meneliti pengaruh diversifikasi jenis bacaan (misalnya, komik edukatif, buku cerita bergambar kontemporer, atau materi audio-visual) terhadap peningkatan keterlibatan emosional dan minat baca siswa, sekaligus menguji apakah pendekatan ini dapat mengatasi rasa tidak tertarik yang diungkapkan siswa terhadap koleksi buku yang terbatas dan lama.
| File size | 217.82 KB |
| Pages | 9 |
| DMCA | Report |
Related /
DAARULHUDADAARULHUDA Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan implementasi program pojok baca di SDN 13 Koto Baru Kabupaten Dharmasraya, mengidentifikasi faktor pendukung danPenelitian ini bertujuan mendeskripsikan implementasi program pojok baca di SDN 13 Koto Baru Kabupaten Dharmasraya, mengidentifikasi faktor pendukung dan
RCSDEVELOPMENTRCSDEVELOPMENT Untuk keberlanjutan, diperlukan penguatan kapasitas pengajar, perluasan akses bahan bacaan, dan integrasi teknologi digital sehingga model ini dapat direplikasiUntuk keberlanjutan, diperlukan penguatan kapasitas pengajar, perluasan akses bahan bacaan, dan integrasi teknologi digital sehingga model ini dapat direplikasi
STKIPSILIWANGISTKIPSILIWANGI Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan program literasi memberikan pengaruh yang signifikan terhadap peningkatan keterampilan sosial siswa sebesarHasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan program literasi memberikan pengaruh yang signifikan terhadap peningkatan keterampilan sosial siswa sebesar
JOURNAL GEHUJOURNAL GEHU Rendahnya budaya literasi di kalangan siswa sekolah dasar di Indonesia sangat menghambat kemampuan membaca dan hasil belajar sains dalam mata pelajaranRendahnya budaya literasi di kalangan siswa sekolah dasar di Indonesia sangat menghambat kemampuan membaca dan hasil belajar sains dalam mata pelajaran
IAINU KEBUMENIAINU KEBUMEN Gerakan literasi sekolah di SD Negeri 1 Pemenang Barat berhasil meningkatkan minat baca siswa kelas IV melalui tahapan implementasi yang terstruktur. Namun,Gerakan literasi sekolah di SD Negeri 1 Pemenang Barat berhasil meningkatkan minat baca siswa kelas IV melalui tahapan implementasi yang terstruktur. Namun,
TIGA MUTIARATIGA MUTIARA Dengan demikian, kebaruan artikel ini menjadi jelas; karya sastra baru masih selalu dimungkinkan untuk mengandung praanggapan filosofis tertentu. LirikDengan demikian, kebaruan artikel ini menjadi jelas; karya sastra baru masih selalu dimungkinkan untuk mengandung praanggapan filosofis tertentu. Lirik
TIGA MUTIARATIGA MUTIARA Dengan demikian, hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar bagi pengembangan program edukasi literasi digital dan keuangan yang lebih adaptifDengan demikian, hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar bagi pengembangan program edukasi literasi digital dan keuangan yang lebih adaptif
JOMPUJOMPU Pelaksanaan kurikulum merdeka di sekolah memiliki keterkaitan erat dengan kemampuan guru dalam menyusun modul ajar. Guru diharuskan memiliki keterampilanPelaksanaan kurikulum merdeka di sekolah memiliki keterkaitan erat dengan kemampuan guru dalam menyusun modul ajar. Guru diharuskan memiliki keterampilan
Useful /
UMUSUMUS Metode pelaksanaan dilakukan melalui tiga tahapan: persiapan (need assessment dan pemetaan standar menu), pelaksanaan (edukasi interaktif, diskusi partisipatif,Metode pelaksanaan dilakukan melalui tiga tahapan: persiapan (need assessment dan pemetaan standar menu), pelaksanaan (edukasi interaktif, diskusi partisipatif,
TIGA MUTIARATIGA MUTIARA Artikel ini mengkaji pentingnya kesetaraan pragmatik dalam menerjemahkan humor, sebuah aspek yang krusial namun sering kali menantang karena humor sangatArtikel ini mengkaji pentingnya kesetaraan pragmatik dalam menerjemahkan humor, sebuah aspek yang krusial namun sering kali menantang karena humor sangat
JOMPUJOMPU Selanjutnya diperoleh nilai N-gain sebesar 0. 561 (kategori sedang). Hal ini berarti terdapat pengaruh penggunaan pembelajaran terpadu model Webbed terhadapSelanjutnya diperoleh nilai N-gain sebesar 0. 561 (kategori sedang). Hal ini berarti terdapat pengaruh penggunaan pembelajaran terpadu model Webbed terhadap
JOMPUJOMPU Hasilnya menunjukkan bahwa uji-t adalah (1,63), perhitungan korelasi antara skor rata-rata kelompok menghasilkan hasil (8,40). Berdasarkan hasil analisisHasilnya menunjukkan bahwa uji-t adalah (1,63), perhitungan korelasi antara skor rata-rata kelompok menghasilkan hasil (8,40). Berdasarkan hasil analisis