PAPANDAPAPANDA

Polinomial : Jurnal Pendidikan MatematikaPolinomial : Jurnal Pendidikan Matematika

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis self-concept siswa dalam pembelajaran matematika. Self-concept merupakan pandangan individu terhadap dirinya sendiri yang memengaruhi kepercayaan diri, motivasi, dan sikap dalam belajar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan subjek 36 siswa kelas VIII di SMPN 2 Karawang Barat yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Instrumen yang digunakan adalah angket self-concept matematis terdiri dari 26 pernyataan berdasarkan 9 indikator, dianalisis secara kuantitatif deskriptif berdasarkan persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar indikator self-concept siswa berada pada kategori baik, seperti menerima pujian, penghargaan, memandang sikap guru, serta menyadari manfaat matematika dalam kehidupan. Namun demikian, dua indikator utama yaitu rasa percaya diri dalam mengikuti pembelajaran dan keyakinan menyelesaikan soal matematika berada dalam kategori kurang baik. Hal ini menunjukkan adanya kebutuhan peningkatan self-concept siswa terutama dalam menghadapi tantangan akademik. Temuan ini diharapkan dapat menjadi acuan bagi pendidik untuk merancang strategi pembelajaran yang lebih mendukung perkembangan konsep diri siswa secara positif.

Berdasarkan hasil analisis yang telah diuraikan sebelumnya diperoleh hasil self-concept matematis siswa SMP berada pada kriteria baik dengan persentase 54%.Indikator self-concept yang didominasi dengan kriteria cukup baik yaitu memiliki motivasi tinggi menyelesaikan permasalahan matematika.Pada indikator self-concept yang didominasi dengan kriteria kurang baik pada percaya diri dalam mengikuti setiap tahapan proses belajar matematika, dan memiliki keyakinan pada kemampuannya untuk menyelesaikan permasalahan matematika.Pada indikator self-concept yang didominasi dengan kriteria baik yaitu dapat menerima pujian tanpa berpura-pura rendah hati, dapat menerima penghargaan tanpa merasa rendah diri, memandang sikap guru selama proses belajar mengajar, memiliki motivasi tinggi dalam belajar matematika, dan yakin bahwa ilmu matematika berguna dalam setiap kegiatan.

Berdasarkan temuan penelitian ini, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, penelitian selanjutnya dapat mengeksplorasi lebih dalam faktor-faktor yang memengaruhi self-concept matematis siswa SMP, seperti peran orang tua, lingkungan sosial, atau gaya mengajar guru. Hal ini penting untuk memahami secara komprehensif bagaimana berbagai faktor tersebut berinteraksi dan memengaruhi perkembangan konsep diri siswa dalam matematika. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada pengembangan intervensi atau program yang dirancang khusus untuk meningkatkan self-concept matematis siswa SMP yang memiliki tingkat kepercayaan diri rendah. Program ini dapat melibatkan berbagai strategi, seperti pelatihan keterampilan belajar, konseling kelompok, atau penggunaan teknologi pembelajaran yang interaktif. Ketiga, penelitian dapat menginvestigasi efektivitas model pembelajaran yang berpusat pada siswa, seperti pembelajaran berbasis proyek atau pembelajaran kolaboratif, dalam meningkatkan self-concept matematis siswa SMP. Dengan memberikan kesempatan kepada siswa untuk terlibat aktif dalam proses pembelajaran dan memecahkan masalah secara mandiri, diharapkan dapat meningkatkan rasa percaya diri dan motivasi belajar mereka dalam matematika.

Read online
File size613.62 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test