AFEKSIAFEKSI

Afeksi: Jurnal Penelitian dan Evaluasi PendidikanAfeksi: Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan

Masa usia dini dikenal sebagai periode emas (golden age) yang sangat menentukan arah perkembangan anak, termasuk pembentukan kemandirian. Kemandirian merupakan aspek penting yang mendukung anak untuk mampu mengurus diri, mengambil keputusan sederhana, dan membangun rasa percaya diri. Pola asuh orang tua berperan signifikan dalam proses ini. Artikel ini membahas gentle parenting sebagai pola asuh modern yang menekankan empati, komunikasi positif, penerimaan emosi, dan pemberian batasan yang konsisten tanpa kekerasan. Berdasarkan kajian teori perkembangan anak seperti Erikson, Hurlock, dan Baumrind, serta temuan penelitian terkini, gentle parenting terbukti memiliki hubungan positif dengan peningkatan kemandirian anak usia dini. Melalui pendekatan ini, anak diberi ruang untuk bereksplorasi, dilibatkan dalam pengambilan keputusan, dan mendapat dukungan emosional yang memadai. Gentle parenting juga sejalan dengan prinsip scaffolding dalam pendidikan anak usia dini, yang memungkinkan anak berkembang secara bertahap sesuai kapasitasnya. Selain berdampak positif pada anak, pola asuh ini juga memperkuat hubungan emosional orang tua-anak dan menurunkan tingkat stres orang tua. Artikel ini menyimpulkan bahwa gentle parenting merupakan pola asuh yang relevan dengan kebutuhan anak di era modern serta mendukung kebijakan pendidikan nasional dalam menumbuhkan kemandirian sejak dini.

Berdasarkan hasil kajian literatur dan pembahasan, dapat disimpulkan bahwa pola asuh gentle parenting memiliki peran penting dalam membentuk kemandirian anak usia dini.Pendekatan ini menekankan pada empati, komunikasi positif, penghargaan terhadap anak sebagai individu, serta pemberian batasan yang konsisten tanpa kekerasan.Penerapan gentle parenting juga sejalan dengan teori perkembangan anak dan didukung oleh berbagai penelitian yang menunjukkan bahwa anak yang dibesarkan dengan pola asuh penuh empati dan konsistensi cenderung memiliki rasa percaya diri yang lebih tinggi dan kemandirian yang lebih kuat.

Penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk mengeksplorasi efektivitas gentle parenting dalam konteks budaya Indonesia yang beragam, dengan mempertimbangkan faktor-faktor seperti tingkat pendidikan orang tua dan kondisi sosial ekonomi keluarga. Selain itu, studi komparatif antara gentle parenting dengan pola asuh tradisional perlu dilakukan untuk mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan masing-masing pendekatan, serta mencari titik temu yang optimal bagi perkembangan anak. Terakhir, penelitian intervensi yang melibatkan pelatihan gentle parenting bagi orang tua dapat dirancang untuk menguji dampak langsung dari pola asuh ini terhadap kemandirian dan kesejahteraan psikologis anak, serta untuk mengembangkan panduan praktis yang mudah diterapkan oleh masyarakat luas. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan dalam meningkatkan kualitas pengasuhan anak di Indonesia dan mendukung terciptanya generasi muda yang mandiri, percaya diri, dan berkarakter.

Read online
File size172.55 KB
Pages7
DMCAReport

Related /

ads-block-test