UBMUBM

Jurnal Algoritma, Logika dan KomputasiJurnal Algoritma, Logika dan Komputasi

Paper ini mengkaji model klasifikasi yang lebih akurat dan lebih luas serta memiliki implikasi yang signifikan dalam bidang-bidang ini. Menggabungkan beberapa model atau menggunakan model hibrida telah menjadi praktik umum untuk mengatasi kekurangan model tunggal dan dapat menjadi suatu cara yang lebih efektif untuk meningkatkan kinerja prediktif tersebut, terutama ketika model dalam kombinasi yang sangat berbeda. Dalam tulisan ini, hibridisasi baru dari jaringan saraf tiruan (JST) diusulkan menggunakan model regresi linier berganda untuk menghasilkan model yang lebih akurat daripada jaringan saraf tiruan tradisional untuk memecahkan masalah klasifikasi. Hasil empiris menunjukkan bahwa model hibrida yang diusulkan menunjukkan secara efektif meningkatkan akurasi klasifikasi dibandingkan dengan jaringan saraf tiruan tradisional dan juga beberapa model klasifikasi lain seperti analisis diskriminan linier, analisis diskriminan kuadrat, dan vector machine menggunakan patokan dan kumpulan data aplikasi dunia nyata. Set data ini bervariasi dalam jumlah kelas dan sumber data. Oleh karena itu, dapat diterapkan sebagai pendekatan alternatif yang tepat untuk memecahkan masalah klasifikasi, khususnya ketika akurasi peramalan yang lebih tinggi diperlukan.

Dalam penelitian ini, model hibrida baru yang menggabungkan jaringan saraf tiruan dan model regresi linier berganda telah diusulkan untuk meningkatkan akurasi klasifikasi.Hasil eksperimen pada berbagai dataset menunjukkan bahwa model yang diusulkan secara konsisten mengungguli model klasifikasi tradisional seperti multilayer perceptrons, analisis diskriminan, KNN, dan support vector machines.Model hibrida ini terbukti efektif dalam mengatasi keterbatasan pemodelan linear dari jaringan saraf tiruan tradisional, sehingga menghasilkan peningkatan kinerja klasifikasi yang signifikan.

Penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk mengeksplorasi penggunaan model hibrida ini dengan arsitektur jaringan saraf tiruan yang lebih kompleks, seperti convolutional neural networks (CNN) atau recurrent neural networks (RNN), untuk menangani data dengan dimensi yang lebih tinggi atau data sekuensial. Selain itu, investigasi mengenai metode optimasi yang berbeda untuk melatih model hibrida, seperti algoritma genetika atau particle swarm optimization, dapat menghasilkan peningkatan akurasi dan efisiensi. Terakhir, studi tentang penerapan model hibrida ini pada berbagai domain aplikasi, seperti diagnosis medis, analisis keuangan, atau pengenalan pola, dapat memberikan wawasan tentang potensi praktis dan batasan model tersebut.

  1. Web-Based Writing Learning Application of Basic Hanacaraka Using Convolutional Neural Network Method... doi.org/10.31937/ti.v15i1.2993Web Based Writing Learning Application of Basic Hanacaraka Using Convolutional Neural Network Method doi 10 31937 ti v15i1 2993
Read online
File size337.11 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test