AFEKSIAFEKSI
Afeksi: Jurnal Penelitian dan Evaluasi PendidikanAfeksi: Jurnal Penelitian dan Evaluasi PendidikanPenelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi tingkat flow experience siswa pada pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) dengan menggunakan media e-komik edukatif. Flow experience merupakan kondisi psikologis ketika individu sepenuhnya terlibat dalam aktivitas yang menantang dan menyenangkan, sehingga merasa fokus, termotivasi, dan kehilangan rasa waktu. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan instrumen berupa angket flow experience berjumlah 12 item skala Likert yang dibagikan kepada 30 siswa kelas V SD Negeri 34 Kinali setelah pembelajaran menggunakan media e-komik. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif melalui bantuan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata skor flow experience sebesar 47,37 yang berada pada kategori tinggi. Sebanyak 66,7% siswa berada dalam kategori tinggi, dan 33,3% dalam kategori sedang, tanpa ada siswa yang berada dalam kategori rendah. Analisis per aspek menunjukkan bahwa aspek absorption (ketertarikan dan fokus) dan enjoyment (kesenangan) memperoleh skor rata-rata lebih tinggi dibandingkan aspek motivasi intrinsik. Rendahnya motivasi intrinsik kemungkinan dipengaruhi oleh faktor eksternal seperti kebiasaan belajar yang belum mandiri atau lingkungan belajar yang kurang mendukung. Temuan ini mengindikasikan bahwa media e-komik edukatif efektif dalam menciptakan keterlibatan belajar yang bermakna, namun perlu strategi tambahan untuk meningkatkan motivasi belajar siswa.
Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa pembelajaran menggunakan media e-komik edukatif pada mata pelajaran IPAS di kelas V SD Negeri 34 Kinali mampu membangun flow experience siswa pada kategori tinggi, dengan skor rata-rata 47,37 dari skor maksimal 60.Mayoritas siswa (66,7%) berada pada kategori tinggi, sedangkan sisanya (33,3%) berada pada kategori sedang, dan tidak ada siswa yang berada pada kategori rendah.Temuan ini mengonfirmasi bahwa e-komik edukatif efektif dalam menciptakan pengalaman belajar yang positif, memotivasi siswa, dan meningkatkan keterlibatan emosional mereka.Dengan demikian, penggunaan e-komik edukatif disarankan untuk dikembangkan dan dipadukan dengan metode pembelajaran yang partisipatif serta menantang, agar siswa tidak hanya merasa senang dan termotivasi, tetapi juga dapat mengalami keterlibatan mendalam yang optimal dalam proses belajar.
Penelitian lanjutan dapat difokuskan pada pengembangan strategi pembelajaran yang lebih efektif untuk meningkatkan motivasi intrinsik siswa saat menggunakan media e-komik edukatif, misalnya dengan mengintegrasikan elemen gamifikasi atau tantangan personalisasi. Selain itu, perlu dilakukan studi lebih lanjut mengenai pengaruh karakteristik individual siswa, seperti gaya belajar dan minat, terhadap tingkat flow experience yang mereka alami selama pembelajaran dengan e-komik. Terakhir, penelitian dapat diperluas dengan membandingkan efektivitas e-komik edukatif dengan media pembelajaran digital lainnya dalam menciptakan flow experience dan meningkatkan hasil belajar siswa, sehingga dapat memberikan rekomendasi yang lebih komprehensif bagi guru dan pengembang kurikulum. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih mendalam tentang bagaimana memaksimalkan potensi media e-komik edukatif dalam menciptakan pengalaman belajar yang optimal dan bermakna bagi siswa.
| File size | 192.17 KB |
| Pages | 5 |
| DMCA | Report |
Related /
AFEKSIAFEKSI Disimpulkan bahwa video animasi Youtube efektif menciptakan pembelajaran yang menarik dan interaktif, sehingga meningkatkan motivasi dan aktivitas belajarDisimpulkan bahwa video animasi Youtube efektif menciptakan pembelajaran yang menarik dan interaktif, sehingga meningkatkan motivasi dan aktivitas belajar
AFEKSIAFEKSI Rendahnya keterlibatan peserta didik dalam berbagai aktivitas pembelajaran menjadi kendal yang perlu diselesaikan. Salah satu elemen yang berkontribusiRendahnya keterlibatan peserta didik dalam berbagai aktivitas pembelajaran menjadi kendal yang perlu diselesaikan. Salah satu elemen yang berkontribusi
AFEKSIAFEKSI Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi kedua pendekatan tersebut berhasil, terbukti dari fakta bahwa tingkat penyelesaian pembelajaran siswa meningkatHasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi kedua pendekatan tersebut berhasil, terbukti dari fakta bahwa tingkat penyelesaian pembelajaran siswa meningkat
AFEKSIAFEKSI Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa di SDN 1 Tanjungsari Kota Blitar meliputi perencanaan dengan modul ajar yang terstruktur, pelaksanaanBerdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa di SDN 1 Tanjungsari Kota Blitar meliputi perencanaan dengan modul ajar yang terstruktur, pelaksanaan
AFEKSIAFEKSI Pengembangan game edukatif dilatarbelakangi rendahnya keterlibatan aktif siswa di dalam kelas. Rendahnya antusias siswa dalam mengikuti pembelajaran membuatPengembangan game edukatif dilatarbelakangi rendahnya keterlibatan aktif siswa di dalam kelas. Rendahnya antusias siswa dalam mengikuti pembelajaran membuat
AFEKSIAFEKSI Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain Quasi Experimental tipe Nonequivalent Control Group Design. Dua kelas X, X-E1 sebagaiMetode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain Quasi Experimental tipe Nonequivalent Control Group Design. Dua kelas X, X-E1 sebagai
AFEKSIAFEKSI Berdasarkan penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa penggunaan teknologi Kecerdasan Buatan (AI) memiliki dampak signifikan terhadap peningkatan keterampilanBerdasarkan penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa penggunaan teknologi Kecerdasan Buatan (AI) memiliki dampak signifikan terhadap peningkatan keterampilan
AFEKSIAFEKSI Permainan tradisional tidak hanya mampu meningkatkan keterampilan motorik dan kebugaran fisik peserta didik, tetapi juga memperkuat nilai-nilai sosial,Permainan tradisional tidak hanya mampu meningkatkan keterampilan motorik dan kebugaran fisik peserta didik, tetapi juga memperkuat nilai-nilai sosial,
Useful /
UIBUIB Metode: Penelitian deskriptif cross‑sectional dilakukan pada 14 mahasiswa semester pertama Program Gizi, Fakultas Kesehatan dan Ilmu, Universitas InternasionalMetode: Penelitian deskriptif cross‑sectional dilakukan pada 14 mahasiswa semester pertama Program Gizi, Fakultas Kesehatan dan Ilmu, Universitas Internasional
AFEKSIAFEKSI Validasi menunjukkan kualitas yang sangat baik, dengan skor tinggi dari ahli materi dan media. Uji praktikalitas dan efektivitas juga menunjukkan hasilValidasi menunjukkan kualitas yang sangat baik, dengan skor tinggi dari ahli materi dan media. Uji praktikalitas dan efektivitas juga menunjukkan hasil
AFEKSIAFEKSI Permasalahan utama dalam studi ini berakar pada minimnya partisipasi aktif siswa dalam model pembelajaran konvensional yang didominasi oleh peran guru,Permasalahan utama dalam studi ini berakar pada minimnya partisipasi aktif siswa dalam model pembelajaran konvensional yang didominasi oleh peran guru,
AFEKSIAFEKSI Berdasarkan simpulan tersebut, peneliti merekomendasikan pendirian program pelatihan berkelanjutan terintegrasi yang menggabungkan modul bahasa isyarat,Berdasarkan simpulan tersebut, peneliti merekomendasikan pendirian program pelatihan berkelanjutan terintegrasi yang menggabungkan modul bahasa isyarat,