UMMUMM
Legality : Jurnal Ilmiah HukumLegality : Jurnal Ilmiah HukumArtikel ini mempertanyakan genealogi keadilan restoratif Barat dengan menggerakkan hukum adat Indonesia sebagai ontologi hukum ko-konstitutif. Penelitian ini menyelidiki bagaimana keadilan adat Indonesia mengkonseptualisasikan kerugian, akuntabilitas, dan perbaikan, serta bagaimana logika normatifnya dapat diterjemahkan ke dalam doktrin untuk reformasi pidana pluralis. Secara metodologis, desain normatif (doktriner) dengan orientasi keadilan dekolonial dan epistemik diterapkan pada teks konstitusi dan undang-undang, peraturan turunan, yurisprudensi, dan norma adat/tradisi lisan yang tercatat. Analisis penelitian dilakukan melalui pembacaan hermeneutik-interpretatif, matriks komparatif terstruktur (lokus otoritas, prosedur, tipologi solusi, dan penutupan ritual), dan sintesis abduktif yang menghasilkan proposisi tingkat menengah. Penelitian ini menemukan bahwa kejahatan dibingkai sebagai pelanggaran relasional daripada semata-mata pelanggaran terhadap negara; otoritas didistribusikan secara komunal; solusi mengintegrasikan komponen materi, simbolik, dan layanan; dan reintegrasi ritual memberikan penutupan. Apabila pemberitahuan tepat waktu, persetujuan yang diberikan secara bebas, fasilitasi terakreditasi, penerjemahan, dan catatan tertulis tersedia, proses-proses ini memenuhi tujuan penologi inti sambil tetap kompatibel dengan dasar-dasar proses hukum yang semestinya. Secara teoretis, adat diposisikan ulang sebagai sumber alasan restoratif yang setara. Secara normatif, kami mengusulkan jalur tingkat aturan: untuk mengubah Undang-Undang KUHP No. 1/2023, Pasal 2 (“hukum yang hidup) untuk menambahkan (i) klausul komplementaritas/kecukupan yang mengakui penyelesaian adat yang memenuhi standar minimal proses hukum untuk pelanggaran yang memenuhi syarat, dan (ii) klausul subsidiaritas yang mengarahkan kasus ke forum negara hanya jika standar minimal tersebut tidak terpenuhi atau ambang batas keamanan publik memerlukannya; menyelaraskan dan memperkuat “gerbang restoratif dalam peraturan Kejaksaan Agung (2020) dan Kepolisian Nasional (2021); merancang jalur diversi dewasa yang disesuaikan secara sempit; dan melembagakan akreditasi, registri, peninjauan independen, dan peluncuran percontohan dengan metrik transparan, menyajikan hukum adat Indonesia sebagai yurisprudensi generatif untuk reformasi pidana.
Keadilan adat Indonesia membuktikan bahwa keadilan pidana restoratif adalah yurisprudensi yang hidup, bukan ideal yang diimpor, dengan menempatkan rekonsiliasi, akuntabilitas, dan partisipasi komunal sebagai inti perbaikan hukum melalui praktik seperti Dalihan Na Tolu, rukun, dan lonto léok.Secara teoretis, penelitian ini memposisikan ulang adat sebagai ontologi hukum ko-konstitutif yang mampu membentuk kembali kebijakan nasional dan teori komparatif, bukan sekadar pelengkap hukum negara.Untuk mewujudkan hal ini secara doktriner dan operasional, disarankan untuk mengubah Pasal 2 KUHP 2023 tentang hukum yang hidup dengan klausul komplementaritas dan subsidiaritas, serta menyelaraskan peraturan Kejaksaan Agung dan Kepolisian Nasional, guna mengukuhkan adat sebagai sumber alasan restoratif yang setara dan memberikan templat yang dapat direplikasi untuk reformasi pidana pluralis.
Melihat potensi besar keadilan restoratif berbasis hukum adat di Indonesia, penelitian lanjutan dapat mendalami beberapa aspek krusial untuk memastikan penerapannya benar-benar inklusif dan berkelanjutan. Pertama, penting untuk meneliti secara empiris bagaimana model keadilan restoratif hibrida yang mengintegrasikan hukum adat dengan kerangka hukum negara dapat secara efektif melindungi hak-hak kelompok rentan, seperti perempuan dan anak, dalam proses penyelesaian sengketa tradisional, sekaligus mempertahankan otonomi budaya adat itu sendiri. Ini bisa dilakukan dengan menganalisis studi kasus di wilayah percontohan yang sudah menerapkan mekanisme baru, untuk mengidentifikasi praktik terbaik dan tantangan yang muncul dalam memastikan kesetaraan gender dan pendekatan yang peka terhadap trauma. Kedua, bagaimana dampak jangka panjang dari pengakuan resmi hukum adat dalam reformasi pidana terhadap kohesi sosial dan kepercayaan masyarakat terhadap sistem hukum secara keseluruhan? Penelitian bisa menelusuri apakah model ini benar-benar mengurangi tingkat residivisme dan memperkuat struktur komunitas, atau justru menimbulkan kompleksitas baru dalam interaksi antara hukum adat dan hukum positif. Ketiga, perlu juga dipertimbangkan untuk menganalisis secara komparatif efektivitas dan efisiensi model akreditasi serta mekanisme pengawasan independen terhadap para fasilitator adat, apakah sistem tersebut mampu menjamin kualitas dan integritas proses restoratif sekaligus mencegah potensi penyalahgunaan wewenang. Penilaian ini penting untuk merancang kerangka kerja yang tidak hanya responsif budaya, tetapi juga akuntabel dan sesuai dengan standar keadilan universal.
- "New Ways of Teaching Adat (Customary) Law at Indonesian Law Schools" by Tody S.J. Utama, Rikardo... scholarhub.ui.ac.id/ijsls/vol4/iss1/2New Ways of Teaching Adat Customary Law at Indonesian Law Schools by Tody S J Utama Rikardo scholarhub ui ac ijsls vol4 iss1 2
- CEEOL - Article Detail. ceeol article detail cookies help us deliver services agree of learn home subject... doi.org/10.37708/bf.swu.v30i3.20CEEOL Article Detail ceeol article detail cookies help us deliver services agree of learn home subject doi 10 37708 bf swu v30i3 20
- ViewArticleDetail. 0 doi.org/10.31838/ijpr/2021.13.01.038ViewArticleDetail 0 doi 10 31838 ijpr 2021 13 01 038
- Jurnal Samarah: Jurnal Hukum Keluarga dan Hukum Islam. study sociological conflict resolution adat aceh... doi.org/10.22373/sjhk.v4i2.8231Jurnal Samarah Jurnal Hukum Keluarga dan Hukum Islam study sociological conflict resolution adat aceh doi 10 22373 sjhk v4i2 8231
- Academic Journal of Interdisciplinary Studies. academic journal studies issn print current issue published... doi.org/10.36941/ajisAcademic Journal of Interdisciplinary Studies academic journal studies issn print current issue published doi 10 36941 ajis
| File size | 373.47 KB |
| Pages | 23 |
| DMCA | Report |
Related /
UNUGHAUNUGHA Metode penyampaian melalui cerita ini dianggap efektif karena bersifat mudah dan ringan dalam penyampaiannya, serta mampu menarik minat peserta didik.Metode penyampaian melalui cerita ini dianggap efektif karena bersifat mudah dan ringan dalam penyampaiannya, serta mampu menarik minat peserta didik.
ASY SYUKRIYYAHASY SYUKRIYYAH Pendekatan ini mengembangkan kecerdasan linguistik melalui kegiatan membaca, menulis, bercerita, diskusi kelompok, dan permainan bahasa religius, sertaPendekatan ini mengembangkan kecerdasan linguistik melalui kegiatan membaca, menulis, bercerita, diskusi kelompok, dan permainan bahasa religius, serta
UMSUUMSU Tadarruj dipahami sebagai pendekatan pembelajaran yang dilakukan secara bertahap, memperhatikan kesiapan dan kapasitas kognitif siswa untuk mencapai pemahamanTadarruj dipahami sebagai pendekatan pembelajaran yang dilakukan secara bertahap, memperhatikan kesiapan dan kapasitas kognitif siswa untuk mencapai pemahaman
UMSUUMSU Teknik seperti modeling, contextualization, schema building, re‑presentasi materi, dan pengembangan metakognisi terbukti efektif menuntun siswa menjadiTeknik seperti modeling, contextualization, schema building, re‑presentasi materi, dan pengembangan metakognisi terbukti efektif menuntun siswa menjadi
UMSUUMSU Model terintegrasi yang dikembangkan mencakup empat komponen utama. infrastruktur teknologi adaptif yang memungkinkan pengalaman pembelajaran personal,Model terintegrasi yang dikembangkan mencakup empat komponen utama. infrastruktur teknologi adaptif yang memungkinkan pengalaman pembelajaran personal,
UMSUUMSU KMA ini telah disosialisasikan, selanjutnya dilakukan langkah-langkah penting dan penyesuaian dari guru-guru, sarana prasarana dan kesiapan proses pembelajaran.KMA ini telah disosialisasikan, selanjutnya dilakukan langkah-langkah penting dan penyesuaian dari guru-guru, sarana prasarana dan kesiapan proses pembelajaran.
UACUAC Temuan ini penting untuk membandingkan kelebihan dan kelemahan sistem pendidikan kedua negara sebagai bahan perbaikan di masa depan. Penelitian menunjukkanTemuan ini penting untuk membandingkan kelebihan dan kelemahan sistem pendidikan kedua negara sebagai bahan perbaikan di masa depan. Penelitian menunjukkan
DAARULHUDADAARULHUDA Hal ini menyebabkan Indonesia memiliki aktivitas vulkanik yang tinggi dari deretan gunung berapi dan aktivitas tektonik dari pergerakan lempeng-lempengHal ini menyebabkan Indonesia memiliki aktivitas vulkanik yang tinggi dari deretan gunung berapi dan aktivitas tektonik dari pergerakan lempeng-lempeng
Useful /
NEWINERANEWINERA Penelitian ini mengeksplorasi pengaruh insentif, motivasi, dan kepemimpinan terhadap peningkatan penjualan, dengan kinerja karyawan sebagai variabel mediator,Penelitian ini mengeksplorasi pengaruh insentif, motivasi, dan kepemimpinan terhadap peningkatan penjualan, dengan kinerja karyawan sebagai variabel mediator,
NEWINERANEWINERA Penyerapan dalam pekerjaan sangat bergantung pada urgensi tugas, lingkungan kerja yang kondusif, dan kondisi fisik yang prima. Secara keseluruhan, temuanPenyerapan dalam pekerjaan sangat bergantung pada urgensi tugas, lingkungan kerja yang kondusif, dan kondisi fisik yang prima. Secara keseluruhan, temuan
UMMUMM Akhirnya, fitur-fitur utama yang dikatalogkan menawarkan dasar yang subur untuk investigasi empiris dan normatif lebih lanjut yang bertujuan mengidentifikasiAkhirnya, fitur-fitur utama yang dikatalogkan menawarkan dasar yang subur untuk investigasi empiris dan normatif lebih lanjut yang bertujuan mengidentifikasi
DAARULHUDADAARULHUDA Sengon tadi dalam usia singkat akan ditegor lalu ditanam kembali. Hal tersebut mengakibatkan akar tanaman tidak mampu mengikat tanah dengan baik sehinggaSengon tadi dalam usia singkat akan ditegor lalu ditanam kembali. Hal tersebut mengakibatkan akar tanaman tidak mampu mengikat tanah dengan baik sehingga