NEWINERANEWINERA

Journal La SocialeJournal La Sociale

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keterikatan kerja di kalangan staf Komisi Penyiaran Indonesia Daerah Sulawesi Tengah, sebuah lembaga publik yang bertanggung jawab atas pengawasan penyiaran. Dengan menggunakan pendekatan studi kasus kualitatif, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan observasi partisipan selama enam bulan dengan lima informan yang dipilih secara purposif dari total sepuluh anggota staf. Analisis data mengikuti model interaktif yang melibatkan reduksi data, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Temuan menunjukkan bahwa faktor-faktor seperti apresiasi sederhana, akses ke teknologi modern, dan partisipasi dalam acara-acara khusus seperti pemilihan umum meningkatkan semangat. Dedikasi didorong oleh rasa bangga dan pekerjaan yang bermakna, sementara penyerapan dipengaruhi oleh urgensi tugas, lingkungan kerja, dan kondisi fisik. Studi ini menyimpulkan bahwa insentif yang bersifat fisik dan motivator non-fisik secara signifikan memengaruhi keterikatan kerja. Studi ini menekankan pentingnya manajemen beban kerja yang efektif dan lingkungan yang mendukung untuk mempertahankan motivasi. Rekomendasi meliputi peningkatan kebijakan sumber daya manusia dan perluasan cakupan penelitian untuk mencakup berbagai lokasi dan metode campuran guna pemahaman yang komprehensif.

Penelitian kualitatif ini mengkaji keterikatan kerja staf KPID Sulteng, menyoroti bahwa semangat kerja dipengaruhi oleh apresiasi, teknologi, dan peristiwa penting, sedangkan dedikasi berasal dari rasa bangga terhadap misi pelayanan publik dan tujuan pribadi.Penyerapan dalam pekerjaan sangat bergantung pada urgensi tugas, lingkungan kerja yang kondusif, dan kondisi fisik yang prima.Secara keseluruhan, temuan ini menunjukkan bahwa keterikatan kerja di lembaga publik kecil seperti KPID Sulteng dipengaruhi oleh kombinasi insentif fisik dan motivasi non-fisik yang kompleks.

Melihat hasil penelitian ini dan beberapa keterbatasan yang ada, ada beberapa arah penelitian lanjutan yang menarik untuk dieksplorasi. Pertama, akan sangat berharga untuk melakukan studi yang lebih luas, tidak hanya di KPID Sulteng, tetapi juga membandingkan tingkat keterikatan kerja staf di berbagai Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) di provinsi lain. Penelitian ini bisa menggunakan metode campuran, yaitu menggabungkan survei kuantitatif dengan wawancara mendalam, untuk menemukan pola umum sekaligus memahami faktor-faktor unik yang membentuk semangat, dedikasi, dan penyerapan di setiap daerah. Pendekatan ini akan membantu melihat apakah temuan dari KPID Sulteng bisa diterapkan secara lebih luas atau ada kekhasan lokal yang perlu diperhatikan. Kedua, mengingat temuan bahwa apresiasi sederhana, akses teknologi, dan fleksibilitas kerja memengaruhi semangat, serta adanya perbedaan kompensasi yang disinggung, penelitian selanjutnya dapat menggali lebih dalam. Penting untuk meneliti bagaimana interaksi antara insentif non-finansial seperti pengakuan dan pembaruan teknologi, dengan dinamika beban kerja yang fluktuatif, terutama selama periode khusus seperti pemilu, secara jangka panjang memengaruhi risiko kelelahan (burnout) dan bagaimana hal itu memengaruhi keberlanjutan keterikatan kerja staf. Ini akan memberikan pemahaman yang lebih komprehensif tentang bagaimana menjaga motivasi dalam kondisi kerja yang menantang. Ketiga, berdasarkan pengamatan mengenai ketidakseimbangan beban kerja dan peran ganda yang diemban staf, sebuah studi dapat menyelidiki bagaimana struktur organisasi dan alokasi sumber daya yang terbatas ini memengaruhi persepsi staf terhadap keadilan dalam organisasi. Selanjutnya, bagaimana persepsi keadilan ini berdampak pada tingkat dedikasi dan penyerapan staf dalam pekerjaan mereka sehari-hari. Pemahaman ini krusial untuk merumuskan kebijakan sumber daya manusia yang lebih efektif di lembaga publik serupa yang mungkin menghadapi tantangan serupa.

  1. The role prescriptions of women leaders to achieve competitive advantage | BISMA (Bisnis dan Manajemen).... doi.org/10.26740/bisma.v15n2.p187-209The role prescriptions of women leaders to achieve competitive advantage BISMA Bisnis dan Manajemen doi 10 26740 bisma v15n2 p187 209
  2. Promoting Transformative Learning Through Independent-Study Campus (MBKM) in Higher Institutions During... journal.staihubbulwathan.id/index.php/alishlah/article/view/1867Promoting Transformative Learning Through Independent Study Campus MBKM in Higher Institutions During journal staihubbulwathan index php alishlah article view 1867
  3. Business Perspectives - Effect of servant leadership on the performance of a regional general hospital.... doi.org/10.21511/ppm.19(2).2021.40Business Perspectives Effect of servant leadership on the performance of a regional general hospital doi 10 21511 ppm 19 2 2021 40
Read online
File size681.82 KB
Pages12
DMCAReport

Related /

ads-block-test