YANAYANA
Algebra : Jurnal Pendidikan, Sosial dan SainsAlgebra : Jurnal Pendidikan, Sosial dan SainsPenelitian ini dilatarbelakangi oleh hasil studi pendahuluan yang dilakukan di SMP Negeri 2 Mandrehe, yang menunjukkan masalah berkelanjutan terkait rendahnya keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran. Studi ini mendeskripsikan implementasi kegiatan pembelajaran melalui model inkuiri terbimbing dan menyelidiki apakah model pembelajaran inkuiri terbimbing memiliki pengaruh signifikan terhadap keterampilan berpikir kritis siswa. Penelitian ini dilaksanakan di SMP Negeri 2 Mandrehe menggunakan desain penelitian eksperimen, dengan populasi terdiri dari kelas VIII-1 dan VIII-2. Sampel dipilih menggunakan teknik sampling jenuh. Berdasarkan temuan penelitian mengenai implementasi model pembelajaran inkuiri terbimbing, kelas eksperimen memiliki skor rata-rata pasca-tes 85,65, sedangkan kelas kontrol memiliki skor rata-rata 56,55. Kelas VIII-1 mencapai skor 75, memenuhi Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) untuk topik Pelaku Ekonomi di SMP Negeri 2 Mandrehe. Oleh karena itu, hipotesis nol (Ho) ditolak dan hipotesis alternatif (Ha) diterima. Kesimpulan umum menunjukkan bahwa model pembelajaran inkuiri terbimbing efektif dalam meningkatkan keterampilan berpikir kritis siswa di SMP Negeri 2 Mandrehe.
Berdasarkan hasil penelitian di SMP Negeri 2 Mandrehe, ditemukan perbedaan signifikan hasil belajar antara kelas eksperimen yang menggunakan model inkuiri terbimbing dan kelas kontrol dengan metode ceramah.Kelas eksperimen (VIII-1) memperoleh rata-rata skor pasca-tes 85,65, yang lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol (VIII-2) dengan rata-rata 72,85, serta telah mencapai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) mata pelajaran IPS.Hasil uji-t menunjukkan nilai signifikansi 0,000 < 0,05 dan t-hitung berada di area penolakan Ho, sehingga Ha diterima, yang berarti model inkuiri terbimbing secara signifikan lebih efektif dalam meningkatkan hasil belajar IPS.
Penelitian lanjutan dapat memperdalam pemahaman mengenai efektivitas model pembelajaran inkuiri terbimbing. Salah satu arah studi yang menarik adalah mengidentifikasi dan menganalisis secara lebih rinci komponen spesifik dalam model inkuiri terbimbing, seperti penggunaan pertanyaan pemicu tingkat tinggi atau aktivitas reflektif terintegrasi, untuk mengetahui sejauh mana masing-masing elemen tersebut berkontribusi terhadap peningkatan keterampilan berpikir kritis siswa. Hal ini penting agar pendidik dapat mengoptimalkan implementasi model ini dengan fokus pada aspek-aspek yang paling berpengaruh. Selain itu, mengingat pentingnya keterampilan abad ke-21 yang saling terkait, penelitian mendatang dapat memperluas fokus untuk menginvestigasi bagaimana model inkuiri terbimbing, mungkin dengan adaptasi tertentu, juga memengaruhi kemampuan kreativitas, kolaborasi, dan komunikasi siswa. Studi semacam ini akan memberikan gambaran yang lebih komprehensif tentang dampak holistik model pembelajaran ini terhadap pengembangan potensi siswa. Terakhir, akan bermanfaat untuk melakukan studi komparatif yang membandingkan model inkuiri terbimbing dengan model pembelajaran aktif lainnya, seperti pembelajaran berbasis masalah atau proyek, guna mengevaluasi efikasi relatifnya dalam meningkatkan keterampilan berpikir kritis dan hasil belajar di berbagai konteks. Dengan demikian, kita bisa memahami posisi dan keunggulan spesifik model inkuiri terbimbing di antara ragam pendekatan pembelajaran inovatif.
- Pengaruh Model Pembelajaran Inkuiri Terbimbing Terhadap Kemampuan Berpikir Kritis dan Hasil Belajar IPS... aulad.org/aulad/article/view/477Pengaruh Model Pembelajaran Inkuiri Terbimbing Terhadap Kemampuan Berpikir Kritis dan Hasil Belajar IPS aulad aulad article view 477
- Enhancing prospective teachers' creative thinking skills: A study of the transition from structured... journal.uny.ac.id/index.php/cp/article/view/41758Enhancing prospective teachers creative thinking skills A study of the transition from structured journal uny ac index php cp article view 41758
- Penerapan Inkuiri Terbimbing dan Penggunaan Media Flipbook untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis... doi.org/10.30998/kibar.27-10-2022.6341Penerapan Inkuiri Terbimbing dan Penggunaan Media Flipbook untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis doi 10 30998 kibar 27 10 2022 6341
| File size | 361.12 KB |
| Pages | 9 |
| DMCA | Report |
Related /
UNSULBARUNSULBAR Berdasarkan hasil kegiatan, rumah pintar dapat mempengaruhi minat belajar dan menambah kemampuan berpikir siswa, serta partisipasi aktif guru dan wargaBerdasarkan hasil kegiatan, rumah pintar dapat mempengaruhi minat belajar dan menambah kemampuan berpikir siswa, serta partisipasi aktif guru dan warga
HIPKIN JATENGHIPKIN JATENG Hasil kegiatan ini menunjukkan peningkatan kemampuan guru dalam menyusun konten wajib di Fase E dan Fase F sesuai dengan elemen dalam Kurikulum Merdeka.Hasil kegiatan ini menunjukkan peningkatan kemampuan guru dalam menyusun konten wajib di Fase E dan Fase F sesuai dengan elemen dalam Kurikulum Merdeka.
UTPUTP Metode yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan survei kuantitatif deskriptif, melibatkan 273 guru SMK Negeri di Provinsi Lampung yang dipilihMetode yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan survei kuantitatif deskriptif, melibatkan 273 guru SMK Negeri di Provinsi Lampung yang dipilih
STKIPAHSINGARAJASTKIPAHSINGARAJA pendahuluan, kegiatan inti, dan penutup, yang dilaksanakan secara terstruktur. Hasil belajar siswa menunjukkan pencapaian yang tinggi, dengan rentang nilaipendahuluan, kegiatan inti, dan penutup, yang dilaksanakan secara terstruktur. Hasil belajar siswa menunjukkan pencapaian yang tinggi, dengan rentang nilai
UNSULBARUNSULBAR Pengetahuan peserta pelatihan mengenai Google Sites sebelumnya masih kurang, namun setelah kegiatan PKM, pemahaman peserta tentang penggunaan dan pemanfaatanPengetahuan peserta pelatihan mengenai Google Sites sebelumnya masih kurang, namun setelah kegiatan PKM, pemahaman peserta tentang penggunaan dan pemanfaatan
UNSULBARUNSULBAR Metode yang digunakan meliputi sosialisasi, diskusi, dan tanya jawab terkait penyusunan instrumen berbasis HOTS. Pelatihan diikuti oleh 11 guru dan berjalanMetode yang digunakan meliputi sosialisasi, diskusi, dan tanya jawab terkait penyusunan instrumen berbasis HOTS. Pelatihan diikuti oleh 11 guru dan berjalan
WONOGIRIKABWONOGIRIKAB Penelitian ini menggunakan metode penelitian tindakan sekolah yang ditempuh dalam dua siklus. Setiap siklus terdapat empat tahap yaitu perencanaan, pelaksanaan,Penelitian ini menggunakan metode penelitian tindakan sekolah yang ditempuh dalam dua siklus. Setiap siklus terdapat empat tahap yaitu perencanaan, pelaksanaan,
MARKANDEYABALIMARKANDEYABALI Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, dapat disimpulkan bahwa penerapan metode Analisis Wacana Kritis (AWK) dapat meningkatkan kemampuan memahamiBerdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, dapat disimpulkan bahwa penerapan metode Analisis Wacana Kritis (AWK) dapat meningkatkan kemampuan memahami
Useful /
HIPKIN JATENGHIPKIN JATENG Implementasi program link and match berdasarkan peraturan Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi (No. 37/D/DM/2021) dan konsep 8 I, yang mencakup sinkronisasiImplementasi program link and match berdasarkan peraturan Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi (No. 37/D/DM/2021) dan konsep 8 I, yang mencakup sinkronisasi
HIPKIN JATENGHIPKIN JATENG pendirian lahan penelitian diperlukan untuk meningkatkan efektivitas kursus capstone. revisi menyeluruh diperlukan untuk mengurangi redundansi konten kursus.pendirian lahan penelitian diperlukan untuk meningkatkan efektivitas kursus capstone. revisi menyeluruh diperlukan untuk mengurangi redundansi konten kursus.
HIPKIN JATENGHIPKIN JATENG Berdasarkan penelitian, karakteristik kepemimpinan kepala sekolah pengemudi di SMA Negeri 1 Pekalongan adalah adaptif, visioner, dan kolaboratif. KepemimpinanBerdasarkan penelitian, karakteristik kepemimpinan kepala sekolah pengemudi di SMA Negeri 1 Pekalongan adalah adaptif, visioner, dan kolaboratif. Kepemimpinan
HIPKIN JATENGHIPKIN JATENG Kurikulum 1947 merupakan kurikulum pertama yang disiapkan setelah kemerdekaan Indonesia, dengan fokus pada pembentukan karakter bangsa melalui pendidikanKurikulum 1947 merupakan kurikulum pertama yang disiapkan setelah kemerdekaan Indonesia, dengan fokus pada pembentukan karakter bangsa melalui pendidikan