KILAUPUBLISHINGKILAUPUBLISHING
JURNAL ARMADA PENDIDIKANJURNAL ARMADA PENDIDIKANPenelitian ini dilatarbelakangi oleh keterampilan motorik halus anak yang belum berkembang dengan optimal. Sehingga perlu dilakukan peningkatan dengan kegiatan menganyam menggunakan berbagai media. Masalah dalam penelitian ini adalah mewarnai masih kaku seperti menggerakkan jari jemari tangan sehingga hasil pewarnaannya cenderung tidak rapi, kegiatan menggunting anak belum mampu menggunting sesuai dengan pola dalam pelaksanaan pembelajaran motorik halus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keterampilan motorik halus anak kelompok B TK Pelita Hati Pulau Payung melalui kegiatan menganyam. Jumlah anak yang menjadi subjek berjumlah 6 anak laki-laki dan 9 anak perempuan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian Tindakan Kelas (PTK). Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi dan dokumentasi. Teknik analisis data yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan teknik deskriptif kualitatif data yang telah diperoleh kemudian dikumpulkan dan langkah selanjutnya dalam penelitian adalah menganalisis data. Hasil penelitian menunjukkan persentase keterampilan motorik halus anak dari kondisi awal sebesar 33%, Pada siklus I meningkat menjadi 51% dan pada siklus II meningkat menjadi 79,8%. Pada siklus I dan siklus II anak mulai mandiri dan mampu menyelesaikan kegiatan pembelajaran yang diberikan dengan baik, Kesesuaian antara teori yang diberikan dengan hasil penelitian menunjukkan peningkatan terhadap kemampuan motorik halus anak Kemampuan motorik halus anak akan meningkat apabila dilatih secara terus-menerus, dengan demikian membuktikan bahwa dengan kegiatan menganyam efektif untuk meningkatkan kemampuan motorik halus anak kelompok B TK Pelita Hati Pulau Payung.
Berdasarkan analisis data dan pembahasan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa kegiatan menganyam secara signifikan meningkatkan keterampilan motorik halus anak usia 5-6 tahun di TK Pelita Hati Pulau Payung, Kecamatan Rumbio Jaya, Kabupaten Kampar.Peningkatan motorik halus anak melalui kegiatan menganyam disebabkan karena anak sudah bisa menggunting sesuai pola garis lurus, anak sudah bisa mengkoordinasikan mata dan tangan, dan anak sudah bisa melakukan kegiatan menganyam sesuai dengan pola.Setelah dilakukan tindakan anak-anak TK Pelita Hati Pulau Payung sudah lebih mudah untuk diberikan kebebasan dalam melakukan kegiatan menganyam, melakukan apa yang diperintahkan oleh guru, mampu mengkombinasikan warna, kepercayaan diri anak meningkat.
Penelitian lanjutan dapat mengkaji penggunaan bahan alam yang lebih beragam dalam kegiatan menganyam untuk melatih koordinasi motorik halus anak. Selain itu, penting untuk mengeksplorasi dampak jangka panjang dari kegiatan menganyam terhadap perkembangan kreativitas dan kemampuan visual anak. Peneliti juga bisa membandingkan efektivitas metode menganyam dengan media digital atau interaktif dibandingkan media tradisional. Dengan demikian, penelitian ini dapat memberikan wawasan lebih luas tentang strategi pembelajaran motorik halus yang inovatif dan berkelanjutan. Penelitian juga bisa menggali hubungan antara kegiatan menganyam dan perkembangan sosial emosional anak, terutama dalam meningkatkan kesabaran dan ketekunan. Selain itu, studi lanjutan dapat mengevaluasi peran guru dalam memfasilitasi kegiatan menganyam, seperti penggunaan pendekatan berbasis proyek atau kolaborasi antar anak. Penelitian juga bisa memperluas sampel penelitian ke kelompok usia yang lebih beragam atau lingkungan sekolah dengan sumber daya terbatas. Dengan demikian, hasil penelitian ini dapat memberikan rekomendasi praktis untuk pengembangan kurikulum PAUD yang lebih inklusif dan bermakna. Peneliti juga bisa mengeksplorasi penggunaan teknologi dalam kegiatan menganyam, seperti aplikasi interaktif atau video tutorial, untuk meningkatkan partisipasi dan minat anak. Terakhir, penelitian lanjutan dapat membandingkan efektivitas kegiatan menganyam dengan aktivitas motorik halus lainnya, seperti melipat atau memotong, untuk menentukan metode terbaik dalam meningkatkan kemampuan motorik halus anak usia dini.
- Peningkatan Kreativitas Anak Usia Dini melalui Kegiatan Menganyam dengan Origami | Jurnal Obsesi : Jurnal... doi.org/10.31004/obsesi.v4i1.247Peningkatan Kreativitas Anak Usia Dini melalui Kegiatan Menganyam dengan Origami Jurnal Obsesi Jurnal doi 10 31004 obsesi v4i1 247
- PENINGKATAN KETERAMPILAN MOTORIK HALUS ANAK MELALUI FUN PAINTING DI KELOMPOK B PAUD NIRMALA BANDAR LAMPUNG... doi.org/10.26740/jp2kgaud.2020.1.1.71-88PENINGKATAN KETERAMPILAN MOTORIK HALUS ANAK MELALUI FUN PAINTING DI KELOMPOK B PAUD NIRMALA BANDAR LAMPUNG doi 10 26740 jp2kgaud 2020 1 1 71 88
- Useful of Clap Hand Games for Optimalize Cogtivite Aspects in Early Childhood Education | Jurnal Obsesi... doi.org/10.31004/obsesi.v2i2.76Useful of Clap Hand Games for Optimalize Cogtivite Aspects in Early Childhood Education Jurnal Obsesi doi 10 31004 obsesi v2i2 76
| File size | 381.33 KB |
| Pages | 9 |
| DMCA | Report |
Related /
JOURNALSJOURNALS Hasil menunjukkan empat faktor kunci keberhasilan: kepemimpinan visioner, partisipasi aktif anggota, komunikasi yang efektif, dan dukungan eksternal. InovasiHasil menunjukkan empat faktor kunci keberhasilan: kepemimpinan visioner, partisipasi aktif anggota, komunikasi yang efektif, dan dukungan eksternal. Inovasi
OJSOJS Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan pengumpulan data primer melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil menunjukkan bahwa kegiatanPenelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan pengumpulan data primer melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil menunjukkan bahwa kegiatan
OJSOJS Tes awal mengungkapkan bahwa siswa menghadapi kesulitan signifikan, termasuk kecepatan menulis yang lambat, keterbacaan yang buruk, masalah koordinasiTes awal mengungkapkan bahwa siswa menghadapi kesulitan signifikan, termasuk kecepatan menulis yang lambat, keterbacaan yang buruk, masalah koordinasi
UNDHARIUNDHARI Pada Siklus I, peningkatan rasa percaya diri anak mencapai 55%, dan pada Siklus II, peningkatan tersebut mencapai target yang ditetapkan, yaitu 75%.metodePada Siklus I, peningkatan rasa percaya diri anak mencapai 55%, dan pada Siklus II, peningkatan tersebut mencapai target yang ditetapkan, yaitu 75%.metode
STKIP PESSELSTKIP PESSEL Penelitian ini memberikan pemahaman mendalam tentang faktor-faktor yang memengaruhi kemampuan membaca pemahaman pada tingkat sekolah dasar, serta menekankanPenelitian ini memberikan pemahaman mendalam tentang faktor-faktor yang memengaruhi kemampuan membaca pemahaman pada tingkat sekolah dasar, serta menekankan
UBUB Kedua hal tersebut merupakan aspek yang tidak terpisahkan di dalam buku interaktif, namun perannya sering diabaikan. Desain background dan storyboard secaraKedua hal tersebut merupakan aspek yang tidak terpisahkan di dalam buku interaktif, namun perannya sering diabaikan. Desain background dan storyboard secara
IKIP SILIWANGIIKIP SILIWANGI Dalam menganalisis data menggunakan metode Deskriptif Kualitatif. Adapun hasil penelitian pola asuh orangtua terhadap perkembangan social emosional anakDalam menganalisis data menggunakan metode Deskriptif Kualitatif. Adapun hasil penelitian pola asuh orangtua terhadap perkembangan social emosional anak
ATIDEWANTARAATIDEWANTARA Metode yang digunakan dalam pengabdian masyarakat ini adalah: pertama, Pemberian pengetahuan dan wawasan tentang pentingnya media dan penerapannya dalamMetode yang digunakan dalam pengabdian masyarakat ini adalah: pertama, Pemberian pengetahuan dan wawasan tentang pentingnya media dan penerapannya dalam
Useful /
HUSADA KARYAJAYAHUSADA KARYAJAYA Bentuk desain penelitian yaitu One Group Pretest-Postest. Sampel dalam penelitian sebanyak 6 orang dengan Teknik Non Probability sampling yaitu PurposiveBentuk desain penelitian yaitu One Group Pretest-Postest. Sampel dalam penelitian sebanyak 6 orang dengan Teknik Non Probability sampling yaitu Purposive
HUSADA KARYAJAYAHUSADA KARYAJAYA Analisis bivariat yang dilakukan pada penelitian ini menggunakan uji somersd dan uji spearman. The Area Under Receiver Operating Characteristic (AUROC)Analisis bivariat yang dilakukan pada penelitian ini menggunakan uji somersd dan uji spearman. The Area Under Receiver Operating Characteristic (AUROC)
UBUB Fokus penerapan IPTEK berada pada pendekatan pembelajaran berbasis Science, Technology, Engineering and Mathematics (STEM). Pendekatan STEM memberi siswaFokus penerapan IPTEK berada pada pendekatan pembelajaran berbasis Science, Technology, Engineering and Mathematics (STEM). Pendekatan STEM memberi siswa
IKIP SILIWANGIIKIP SILIWANGI Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Kualitatif Deskriptif. Teknik yang dilakukan untuk mengumpulkan data dengan menggunakan TeknikMetode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Kualitatif Deskriptif. Teknik yang dilakukan untuk mengumpulkan data dengan menggunakan Teknik