YAYASANCECYAYASANCEC

COROLLACOROLLA

Studi yang meneliti bagaimana sifat kepribadian, tingkat motivasi, dan kinerja berbicara saling terkait masih terbatas, terutama dalam konteks guru calon pendidik bahasa Inggris di Sumatera Selatan. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ekstrovert atau introvert, berdasarkan tingkat motivasi mereka, menunjukkan kinerja berbicara yang lebih baik. Populasi terdiri dari 336 guru calon pendidik bahasa Inggris di sebuah universitas negeri di Sumatera Selatan, dan ukuran sampel 120 siswa dipilih menggunakan teknik sampling konvenien. Penelitian ini menggunakan desain korelasional kuantitatif, dengan pengumpulan data melalui kuesioner motivasi dan sifat kepribadian serta ujian kinerja berbicara, dan data dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan inferensial, yaitu Two-way ANOVA. Hasil menunjukkan bahwa ekstrovert yang sangat termotivasi sedikit lebih baik daripada rekan introvert mereka, dan demikian pula ekstrovert yang kurang termotivasi, tetapi perbedaan mereka tidak signifikan secara statistik. Selain itu, analisis korelasi (p = 0,640) dan hasil Two-way ANOVA (p = 0,356 untuk Kepribadian dan p = 0,774 untuk Motivasi) menunjukkan tidak ada korelasi signifikan antara sifat kepribadian, tingkat motivasi, dan kinerja berbicara. Temuan ini menunjukkan bahwa selain kepribadian dan motivasi, prediktor lain seperti kompetensi linguistik, kecemasan, dan dinamika kelas mungkin berkontribusi pada keahlian berbicara.

Kinerja berbicara dalam bahasa asing tidak dapat dijelaskan secara memadai hanya oleh sifat kepribadian atau tingkat motivasi.Temuan penelitian ini menunjukkan pentingnya faktor kritis lain, seperti kompetensi linguistik, kesempatan berlatih, dan hambatan psikologis.Penelitian lanjutan disarankan untuk mengkaji hubungan antara kepribadian, motivasi, dan faktor-faktor lain melalui studi longitudinal guna memahami perkembangan keahlian berbicara pada pembelajar bahasa Inggris.

Penelitian lanjutan dapat mengkaji peran kecemasan dan ketidaknyamanan sosial dalam memengaruhi kinerja berbicara pembelajar bahasa Inggris. Selain itu, studi longitudinal dapat digunakan untuk mengeksplorasi dinamika jangka panjang antara kepribadian ekstrovert dan introvert serta tingkat motivasi dalam konteks pembelajaran bahasa. Terakhir, penelitian dapat mengembangkan metode penilaian berbicara yang lebih holistik untuk mengukur dampak faktor psikologis dan lingkungan terhadap keahlian berbicara.

  1. The speaking difficulties of Chinese EFL learners and their motivation towards speaking the English language... jlls.org/index.php/jlls/article/view/2394The speaking difficulties of Chinese EFL learners and their motivation towards speaking the English language jlls index php jlls article view 2394
  2. English Oral Communication Needs of Bhutanese Students: As Perceived by the Teachers and Students | Singay... doi.org/10.5539/elt.v11n4p74English Oral Communication Needs of Bhutanese Students As Perceived by the Teachers and Students Singay doi 10 5539 elt v11n4p74
Read online
File size374.13 KB
Pages12
DMCAReport

Related /

ads-block-test