UNIVERSITASPGRIDELTAUNIVERSITASPGRIDELTA

Jurnal Genta: Jurnal Pendidikan Sejarah dan HumanioraJurnal Genta: Jurnal Pendidikan Sejarah dan Humaniora

Berdasarkan perspektif peserta didik saat ini, pembelajaran sejarah kerap dianggap sebagai kegiatan yang membosankan. Kondisi ini menjadi tantangan mendesak bagi dunia pendidikan untuk merombak paradigma yang sudah mapan. Sejarah seharusnya dipandang sebagai mata pelajaran yang menarik dan penuh nilai edukasi. Salah satu penyebab utama pandangan negatif terhadap sejarah adalah metode pembelajaran tradisional yang masih dominan di banyak sekolah. Pendekatan yang berpusat pada guru, serta metode ceramah dan hafalan yang monoton, membuat siswa merasa jenuh dan kurang termotivasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan kajian pustaka sebagai metode utamanya. Tujuan utama penelitian ini adalah untuk menganalisis penerapan model pembelajaran berbasis masalah (Problem Based Learning) dalam mata pelajaran sejarah lokal di tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa untuk menciptakan pembelajaran sejarah yang lebih menarik dan efektif, diperlukan pendekatan pembelajaran yang sesuai dengan tujuan pembelajaran. Salah satu contoh penerapan yang relevan adalah dengan menggunakan materi sejarah lokal sebagai basis pembelajaran. Melalui penerapan model pembelajaran berbasis masalah, diharapkan dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa serta memotivasi mereka untuk lebih aktif dalam proses belajar-mengajar.

Pembelajaran sejarah lokal melalui pendekatan Problem Based Learning (PBL) telah terbukti mampu mengatasi beberapa kendala yang sering dihadapi dalam pembelajaran sejarah, seperti rendahnya motivasi belajar siswa dan kesulitan dalam menghubungkan materi sejarah dengan kehidupan nyata.Dengan memberikan kesempatan kepada siswa untuk belajar secara aktif dan konstruktif, PBL mampu membangkitkan rasa ingin tahu dan minat belajar siswa, sehingga mereka lebih termotivasi untuk menggali lebih dalam mengenai sejarah.Pentingnya peran guru dalam keberhasilan implementasi PBL tidak dapat dipungkiri.Guru berperan sebagai fasilitator yang membimbing siswa dalam proses pembelajaran, menyediakan sumber belajar yang relevan, dan menciptakan lingkungan belajar yang kondusif.

Berdasarkan hasil penelitian, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk menginvestigasi efektivitas model PBL dalam meningkatkan pemahaman konsep sejarah lokal pada siswa dengan gaya belajar yang berbeda-beda. Hal ini penting untuk memastikan bahwa pendekatan PBL dapat mengakomodasi kebutuhan belajar setiap siswa. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada pengembangan materi sejarah lokal yang lebih menarik dan relevan dengan kehidupan siswa, misalnya dengan memanfaatkan teknologi digital seperti video, animasi, atau game edukasi. Dengan demikian, pembelajaran sejarah lokal dapat menjadi lebih interaktif dan menyenangkan. Ketiga, perlu dilakukan penelitian untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan implementasi PBL di sekolah, seperti dukungan kepala sekolah, pelatihan guru, atau ketersediaan sumber daya. Hasil penelitian ini dapat digunakan untuk merumuskan strategi yang efektif dalam meningkatkan kualitas pembelajaran sejarah lokal di sekolah-sekolah.

Read online
File size119.83 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test