USKUSK

Studies in English Language and EducationStudies in English Language and Education

Meskipun banyak studi telah mengeksplorasi aspek-aspek individual dari kompleksitas, akurasi, dan kelancaran (CAF) sebagai indikator kinerja bahasa, hanya sedikit yang menginvestigasi bagaimana kompleksitas sintaksis, kompleksitas leksikal, dan akurasi berfungsi bersama untuk mengukur kemampuan menulis. Studi ini bertujuan mengisi celah tersebut dengan mengidentifikasi metode andal untuk mengukur 14 indeks kompleksitas sintaksis, lima indeks kompleksitas leksikal, dan sembilan indeks akurasi. Selain itu, studi ini juga mengeksplorasi kontribusi indeks-indeks tersebut terhadap penilaian menulis secara menyeluruh. Hasil menunjukkan bahwa kemampuan menulis terbaik diprediksi oleh jumlah frasa koordinasi per klausa dan klausa dependen per T-unit (kompleksitas sintaksis), kecanggihan leksikal (kompleksitas leksikal), dan penggunaan artikel (akurasi). Kecanggihan leksikal muncul sebagai prediktor terkuat dari kemampuan. Artikel juga mendiskusikan rubrik Kerangka Referensi Umum Bahasa Eropa (CEFR) dan memberikan wawasan tentang pemilihan serta kategorisasi pengukuran kemampuan menulis. Implikasi menekankan kebutuhan untuk memprioritaskan kecanggihan leksikal dan kompleksitas sintaksis dalam penilaian dan pedagogi menulis L2.

Studi ini menunjukkan bahwa kecanggihan leksikal merupakan prediktor terkuat dari kemampuan menulis L2, diikuti oleh kompleksitas sintaksis.Akurasi, meskipun memiliki dampak yang lebih kecil, tetap relevan dalam menilai kesesuaian bahasa dengan norma.Dengan mempertimbangkan hasil ini, pendidik dan peneliti harus memprioritaskan pengembangan kecanggihan leksikal dan kompleksitas sintaksis dalam instruksi dan penilaian menulis L2.Selain itu, penggunaan alat otomatis seperti L2SCA dan Text Inspector dapat meningkatkan objektivitas dan skalabilitas penilaian kemampuan menulis.

Penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi penggunaan alat otomatis lainnya untuk mengukur kompleksitas sintaksis dan leksikal dalam konteks penilaian menulis L2. Selain itu, studi dapat memperluas populasi peserta dari pembelajar Korea ke kelompok pembelajar L2 lainnya untuk memvalidasi temuan secara lebih luas. Terakhir, penelitian dapat memfokuskan pada integrasi kecanggihan leksikal ke dalam praktik pengajaran, seperti pengembangan kurikulum yang menekankan penggunaan kosakata canggih dalam konteks menulis.

  1. Automatic analysis of syntactic complexity in second language writing | John Benjamins. automatic analysis... jbe-platform.com/content/journals/10.1075/ijcl.15.4.02luAutomatic analysis of syntactic complexity in second language writing John Benjamins automatic analysis jbe platform content journals 10 1075 ijcl 15 4 02lu
  2. Influence of learners’ prior knowledge, L2 proficiency and pre-task planning on L2 lexical complexity.... degruyterbrill.com/document/doi/10.1515/iral-2018-0244/htmlInfluence of learnersAo prior knowledge L2 proficiency and pre task planning on L2 lexical complexity degruyterbrill document doi 10 1515 iral 2018 0244 html
  3. A vocabulary-size test of controlled productive ability - Batia Laufer, Paul Nation, 1999. vocabulary... journals.sagepub.com/doi/10.1177/026553229901600103A vocabulary size test of controlled productive ability Batia Laufer Paul Nation 1999 vocabulary journals sagepub doi 10 1177 026553229901600103
  4. 0. loading academic.oup.com/applij/article/41/4/506/52884040 loading academic oup applij article 41 4 506 5288404
  5. Syntactic complexity across proficiency and languages: L2 and L1 writing in Dutch, Italian and Spanish... doi.org/10.1111/ijal.12256Syntactic complexity across proficiency and languages L2 and L1 writing in Dutch Italian and Spanish doi 10 1111 ijal 12256
Read online
File size413.63 KB
Pages14
DMCAReport

Related /

ads-block-test