UNISLAUNISLA
E-LINK JOURNALE-LINK JOURNALPendidikan karakter sangat penting dalam pedagogi Indonesia untuk mengatasi tantangan abad ke-21, sebagaimana dibuktikan oleh upaya Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dalam mempromosikan nilai-nilai pembangunan karakter dalam dokumen akademik berbagai kurikulum. Penelitian sebelumnya telah mengkaji nilai-nilai karakter dalam rencana pelaksanaan pembelajaran, silabus, dan buku teks dalam Kurikulum 2013, bahkan dalam media seperti lagu, film, atau karya sastra lainnya. Namun, belum ada penelitian yang menganalisis nilai-nilai karakter dalam modul pengajaran dalam Kurikulum Merdeka. Studi ini menyelidiki nilai-nilai pembangunan karakter dalam lima modul pengajaran bahasa Inggris yang dibuat oleh mahasiswa calon guru, menggunakan indikator karakter dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan yang diturunkan dari lima nilai pembangunan karakter pada tahap pengajaran (pra, inti, dan pasca-pengajaran). Analisis konten kualitatif menunjukkan bahwa tanggung jawab (42%) paling sering muncul, diikuti oleh komunikatif (25%), kerja keras (19%), religius (11%), sedangkan nasionalisme (3%) paling sedikit terwakili. Hasil ini menunjukkan bahwa nilai-nilai karakter dalam modul pengajaran selaras dengan kebijakan pendidikan nasional, sehingga layak ditinjau ulang oleh seluruh pendidik, terutama mahasiswa calon guru, agar siap dan kompeten dalam merancang modul pengajaran berbasis karakter untuk pembelajaran bahasa Inggris di tingkat SMA guna membangun kompetensi siswa yang utuh secara akademik maupun karakter.
Pendidikan karakter sangat penting dalam pedagogi Indonesia untuk mengatasi tantangan abad ke-21, sebagaimana dibuktikan oleh upaya Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dalam mempromosikan nilai-nilai pembangunan karakter dalam dokumen akademik berbagai kurikulum.Penelitian sebelumnya telah mengkaji nilai-nilai karakter dalam rencana pelaksanaan pembelajaran, silabus, dan buku teks dalam Kurikulum 2013, bahkan dalam media seperti lagu, film, atau karya sastra lainnya.Namun, belum ada penelitian yang menganalisis nilai-nilai karakter dalam modul pengajaran dalam Kurikulum Merdeka.Studi ini menyelidiki nilai-nilai pembangunan karakter dalam lima modul pengajaran bahasa Inggris yang dibuat oleh mahasiswa calon guru, menggunakan indikator karakter dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan yang diturunkan dari lima nilai pembangunan karakter pada tahap pengajaran (pra, inti, dan pasca-pengajaran).Analisis konten kualitatif menunjukkan bahwa tanggung jawab (42%) paling sering muncul, diikuti oleh komunikatif (25%), kerja keras (19%), religius (11%), sedangkan nasionalisme (3%) paling sedikit terwakili.Hasil ini menunjukkan bahwa nilai-nilai karakter dalam modul pengajaran selaras dengan kebijakan pendidikan nasional, sehingga layak ditinjau ulang oleh seluruh pendidik, terutama mahasiswa calon guru, agar siap dan kompeten dalam merancang modul pengajaran berbasis karakter untuk pembelajaran bahasa Inggris di tingkat SMA guna membangun kompetensi siswa yang utuh secara akademik maupun karakter.Integrasi nilai-nilai pembangunan karakter dalam modul pengajaran memainkan peran penting dalam membentuk sikap dan keterampilan siswa, di mana nilai tanggung jawab paling dominan dengan frekuensi tertinggi, sedangkan nasionalisme paling minim terintegrasi.Penelitian selanjutnya dapat menggali bagaimana nilai-nilai karakter diintegrasikan dalam media digital seperti e-modul, video pembelajaran, atau aplikasi edukasi, karena teknologi semakin mendominasi proses belajar.Selain itu, perlu dilakukan perbandingan antara model pembelajaran berbasis karakter seperti pembelajaran berbasis proyek, berbasis masalah, atau diskusi kelompok untuk mengetahui mana yang paling efektif dalam membentuk karakter siswa.Terakhir, studi ini hanya fokus pada modul dari mahasiswa pendidikan bahasa Inggris, sehingga penelitian lanjutan sebaiknya mengeksplorasi modul pengajaran dari mahasiswa calon guru dengan latar belakang disiplin ilmu lain, seperti matematika, sains, atau seni, untuk melihat apakah pola integrasi nilai karakter berbeda berdasarkan konten mata pelajaran, karena masing-masing disiplin mungkin memiliki cara unik dalam menyisipkan nilai-nilai nasional, religius, atau sosial ke dalam pembelajaran.Tahapan pembelajaran (pra, inti, dan pasca-pengajaran) dalam modul pengajaran merupakan komponen paling krusial untuk mengintegrasikan nilai-nilai karakter, sehingga mahasiswa calon guru dan pendidik wajib memperhatikan penyusunan modul secara holistik dan terstruktur.Content Analysis of Merdeka Curriculum-Based Teaching Modules in Students Character Building Values.Pendidikan karakter sangat penting dalam pedagogi Indonesia untuk mengatasi tantangan abad ke-21, sebagaimana dibuktikan oleh upaya Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dalam mempromosikan nilai-nilai pembangunan karakter dalam dokumen akademik berbagai kurikulum.Penelitian sebelumnya telah mengkaji nilai-nilai karakter dalam rencana pelaksanaan pembelajaran, silabus, dan buku teks dalam Kurikulum 2013, bahkan dalam media seperti lagu, film, atau karya sastra lainnya.Namun, belum ada penelitian yang menganalisis nilai-nilai karakter dalam modul pengajaran dalam Kurikulum Merdeka.Studi ini menyelidiki nilai-nilai pembangunan karakter dalam lima modul pengajaran bahasa Inggris yang dibuat oleh mahasiswa calon guru, menggunakan indikator karakter dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan yang diturunkan dari lima nilai pembangunan karakter pada tahap pengajaran (pra, inti, dan pasca-pengajaran).Analisis konten kualitatif menunjukkan bahwa tanggung jawab (42%) paling sering muncul, diikuti oleh komunikatif (25%), kerja keras (19%), religius (11%), sedangkan nasionalisme (3%) paling sedikit terwakili.Hasil ini menunjukkan bahwa nilai-nilai karakter dalam modul pengajaran selaras dengan kebijakan pendidikan nasional, sehingga layak ditinjau ulang oleh seluruh pendidik, terutama mahasiswa calon guru, agar siap dan kompeten dalam merancang modul pengajaran berbasis karakter untuk pembelajaran bahasa Inggris di tingkat SMA guna membangun kompetensi siswa yang utuh secara akademik maupun karakter.
Penelitian selanjutnya dapat menggali bagaimana nilai-nilai karakter diintegrasikan dalam media digital seperti e-modul, video pembelajaran, atau aplikasi edukasi, karena teknologi semakin mendominasi proses belajar. Selain itu, perlu dilakukan perbandingan antara model pembelajaran berbasis karakter seperti pembelajaran berbasis proyek, berbasis masalah, atau diskusi kelompok untuk mengetahui mana yang paling efektif dalam membentuk karakter siswa. Terakhir, studi ini hanya fokus pada modul dari mahasiswa pendidikan bahasa Inggris, sehingga penelitian lanjutan sebaiknya mengeksplorasi modul pengajaran dari mahasiswa calon guru dengan latar belakang disiplin ilmu lain, seperti matematika, sains, atau seni, untuk melihat apakah pola integrasi nilai karakter berbeda berdasarkan konten mata pelajaran, karena masing-masing disiplin mungkin memiliki cara unik dalam menyisipkan nilai-nilai nasional, religius, atau sosial ke dalam pembelajaran.
- Relevansi Kurikulum Merdeka Belajar dengan Model Pembelajaran Abad 21 dalam Perkembangan Era Society... doi.org/10.31004/edukatif.v4i2.2589Relevansi Kurikulum Merdeka Belajar dengan Model Pembelajaran Abad 21 dalam Perkembangan Era Society doi 10 31004 edukatif v4i2 2589
- CHARACTER BUILDING IMPLANTED IN ENGLISH LESSONS AS PRESCRIBED IN 2013 CURRICULUM | English Review: Journal... journal.uniku.ac.id/index.php/ERJEE/article/view/4371CHARACTER BUILDING IMPLANTED IN ENGLISH LESSONS AS PRESCRIBED IN 2013 CURRICULUM English Review Journal journal uniku ac index php ERJEE article view 4371
- Penerapan Pendidikan Karakter dengan Model Pembelajaran Berbasis Keterampilan Abad 21 | Jurnal Basicedu.... doi.org/10.31004/basicedu.v6i1.2084Penerapan Pendidikan Karakter dengan Model Pembelajaran Berbasis Keterampilan Abad 21 Jurnal Basicedu doi 10 31004 basicedu v6i1 2084
| File size | 435.19 KB |
| Pages | 12 |
| DMCA | Report |
Related /
UNIVET BANTARAUNIVET BANTARA Pada era globalisasi banyak efek yang meresap dalam saraf kehidupan. Efek tersebut menimbulkan masalah sosial seperti individualistis, egoistis, kurangPada era globalisasi banyak efek yang meresap dalam saraf kehidupan. Efek tersebut menimbulkan masalah sosial seperti individualistis, egoistis, kurang
HTPHTP Hasil regresi logistik ganda menunjukan hubungan lingkar pinggang, jenis kelamin dan umur dengan kejadian hiperkolesterolemia setelah dikontrol oleh aktifitasHasil regresi logistik ganda menunjukan hubungan lingkar pinggang, jenis kelamin dan umur dengan kejadian hiperkolesterolemia setelah dikontrol oleh aktifitas
STMIKISTMIKI Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis ketahanan kewirausahaan yang dimiliki lulusan perguruan tinggi dalam mengelola usaha kecil serta mengidentifikasiPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis ketahanan kewirausahaan yang dimiliki lulusan perguruan tinggi dalam mengelola usaha kecil serta mengidentifikasi
STAISKUTIMSTAISKUTIM Melalui metode studi pustaka, artikel ini menganalisis literatur klasik dan kontemporer dari para pemikir pendidikan Islam seperti al-Attas, al-Faruqi,Melalui metode studi pustaka, artikel ini menganalisis literatur klasik dan kontemporer dari para pemikir pendidikan Islam seperti al-Attas, al-Faruqi,
STAISAMSTAISAM Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan analisis dokumen. Responden penelitianMetode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan analisis dokumen. Responden penelitian
STKYAKOBUSSTKYAKOBUS Hibriditasi agama terjadi akibat pengaruh budaya lokal dan global, sehingga agama harus beradaptasi untuk tetap relevan. Agama tidak boleh menjadi alatHibriditasi agama terjadi akibat pengaruh budaya lokal dan global, sehingga agama harus beradaptasi untuk tetap relevan. Agama tidak boleh menjadi alat
STKYAKOBUSSTKYAKOBUS Solusi yang diajukan adalah penerapan model rekrutmen dan seleksi berbasis Kitab Hukum Kanonik 1983 yang melibatkan otoritas Gereja dalam memberikan rekomendasiSolusi yang diajukan adalah penerapan model rekrutmen dan seleksi berbasis Kitab Hukum Kanonik 1983 yang melibatkan otoritas Gereja dalam memberikan rekomendasi
ANTARBANGSAANTARBANGSA Dengan menggunakan metode Analytical Hierarchy Process (AHP) dan didukung dengan perangkat lunak Expert Choice maka akan terlihat perbandingan dari keduaDengan menggunakan metode Analytical Hierarchy Process (AHP) dan didukung dengan perangkat lunak Expert Choice maka akan terlihat perbandingan dari kedua
Useful /
UNIVET BANTARAUNIVET BANTARA Artikel ini berusaha mengetahui mengenai relevansi Dalem Kawedanan Bekonang baik dari segi fungsi maupun bangunan berdasarkan tinjauan Undang-Undang RepublikArtikel ini berusaha mengetahui mengenai relevansi Dalem Kawedanan Bekonang baik dari segi fungsi maupun bangunan berdasarkan tinjauan Undang-Undang Republik
ONERESEARCHONERESEARCH These findings demonstrate how film can serve as a critical medium for reading gender ideology in local communities. The semiotic analysis of Sehers filmThese findings demonstrate how film can serve as a critical medium for reading gender ideology in local communities. The semiotic analysis of Sehers film
ONERESEARCHONERESEARCH Bukti adanya diferensial upah kompensasi mencerminkan bahaya pekerjaan dan keahlian khusus. Penelitian ini memberikan wawasan empiris tentang bagaimanaBukti adanya diferensial upah kompensasi mencerminkan bahaya pekerjaan dan keahlian khusus. Penelitian ini memberikan wawasan empiris tentang bagaimana
MAHADEWAMAHADEWA Dibutuhkan kreativitas guru dalam menggunakan media pembelajaran untuk membangkitkan motivasi belajar siswa. Daun Kelor selain dikonsumsi, juga digunakanDibutuhkan kreativitas guru dalam menggunakan media pembelajaran untuk membangkitkan motivasi belajar siswa. Daun Kelor selain dikonsumsi, juga digunakan