JBASICJBASIC

Jurnal BasiceduJurnal Basicedu

Pesatnya perkembangan teknologi digital menimbulkan tantangan baru terutama terkait keamanan digital. Edukasi literasi keamanan digital sejak jenjang Sekolah Dasar (SD) sangat penting dilakukan karena pada usia tersebut siswa mulai menggunakan teknologi secara mandiri. Temuan di Sekolah Dasar Islam Terpadu Assaidiyyah adalah rendahnya kesadaran dan kemampuan literasi keamanan digital siswa, disertai belum optimalnya media pembelajaran yang tersedia. Dari kondisi tersebut, penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas penggunaan multimedia pembelajaran interaktif Curipod dalam meningkatkan kemampuan literasi keamanan digital siswa SDIT Assaidiyyah. Penelitian ini diarahkan untuk menguji platform interaktif Curipod sebagai inovasi dalam peningkatan literasi keamanan digital. Pengujian ini difokuskan secara spesifik pada jenjang pendidikan dasar, yang merupakan kebaruan mengingat sekolah dasar merupakan suatu area yang belum banyak dikaji terkait bidang keamanan digital. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain penelitian pre‑eksperimental one group pretest‑posttest. Sampel penelitian berjumlah 26 siswa kelas V DI SDIT Assaidiyyah sebagai sampel penelitian yang dipilih melalui purposive sampling. Data dikumpulkan melalui pretest dan posttest, berdasarkan indikator literasi digital pada dimensi proteksi perangkat digital, pelindungan identitas digital, serta pelindungan kesehatan dan kesejahteraan. Analisis data dilakukan menggunakan uji statistik deskriptif dan uji‑t berpasangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan Curipod secara signifikan meningkatkan kemampuan literasi keamanan digital pada dimensi proteksi perangkat digital dan pelindungan identitas digital. Namun, pada dimensi melindungi kesehatan dan kesejahteraan tidak ditemukan peningkatan yang signifikan secara statistik. Dengan demikian, multimedia Curipod efektif dalam mendukung sebagian aspek literasi keamanan digital siswa, terutama pada dimensi yang bersifat teknis dan informatif.

Penggunaan Curipod terbukti efektif meningkatkan literasi keamanan digital pada dimensi proteksi perangkat dan identitas digital, dengan N‑Gain 0,53.Tidak ada peningkatan signifikan pada dimensi kesehatan dan kesejahteraan digital, menunjukkan batasan intervensi pada aspek afektif.Diperlukan integrasi berkelanjutan dan desain intervensi yang mencakup aspek emosional serta pemantauan diri jangka panjang.

Penelitian selanjutnya dapat menyelidiki bagaimana perpanjangan durasi penggunaan Curipod selama beberapa minggu memengaruhi kemampuan regulasi diri siswa serta perilaku keamanan digital yang berkaitan dengan kesehatan, dengan mengukur perubahan pada dimensi afektif secara longitudinal. Selain itu, perlu dieksplorasi dampak penambahan modul pembelajaran yang dipersonalisasi untuk mengembangkan aspek emosional, seperti kesadaran akan kesejahteraan digital, terhadap sikap dan motivasi siswa dalam menerapkan perilaku aman di dunia maya, dibandingkan dengan konten Curipod standar. Terakhir, sebuah percobaan terkontrol secara acak yang membandingkan Curipod dengan metode pembelajaran tradisional (misalnya buku teks) dapat mengungkap sejauh mana Curipod memberikan peningkatan secara simultan pada dimensi kognitif dan afektif literasi keamanan digital pada anak sekolah dasar, sehingga memberikan dasar empiris bagi kebijakan pendidikan digital yang lebih komprehensif.

  1. Edukasi Keamanan Digital Untuk Meningkatkan Kewaspadaan Masyarakat Terhadap Link Phising | Alahyan Jurnal... doi.org/10.61492/ecos-preneurs.v1i2.60Edukasi Keamanan Digital Untuk Meningkatkan Kewaspadaan Masyarakat Terhadap Link Phising Alahyan Jurnal doi 10 61492 ecos preneurs v1i2 60
  2. SEGURANÇA DIGITAL NA EDUCAÇÃO: RISCOS E DESAFIOS | Revista Ibero-Americana de Humanidades,... doi.org/10.51891/rease.v10i5.13822SEGURANyNA DIGITAL NA EDUCAyNyEO RISCOS E DESAFIOS Revista Ibero Americana de Humanidades doi 10 51891 rease v10i5 13822
Read online
File size421.53 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test