JBASICJBASIC
Jurnal BasiceduJurnal BasiceduProjek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) di satu sisi memiliki potensi untuk menumbuhkan kolaborasi, kreativitas, dan kesadaran moral, fakta empiris menunjukkan adanya ketidakmerataan partisipasi siswa dalam pelaksanaannya di tingkat sekolah dasar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesenjangan partisipasi siswa sekolah dasar dalam P5 melalui Systematic Literature Review (SLR) dengan pendekatan berbasis kepustakaan. Sebanyak 26 artikel ilmiah nasional dan internasional yang relevan, diterbitkan antara tahun 2021 hingga 2025, dianalisis untuk mengidentifikasi faktor-faktor struktural, pedagogis, dan sosial yang memengaruhi partisipasi tersebut. Penelitian ini merupakan sintesis pertama yang memetakan disparitas partisipasi siswa sekolah dasar dalam pelaksanaan P5 dari perspektif struktural, pedagogis, dan sosial. Hasil tinjauan menunjukkan bahwa sekolah dengan fasilitas memadai, kompetensi guru yang kuat dalam pembelajaran berbasis proyek terdiferensiasi, serta dukungan aktif dari orang tua cenderung memiliki keterlibatan siswa yang lebih merata. Sebaliknya, sekolah yang menghadapi keterbatasan sumber daya dan bimbingan guru yang kurang memadai cenderung mengalami tingkat partisipasi yang lebih rendah. Kesenjangan ini menunjukkan bahwa pelaksanaan P5 yang berkeadilan tidak hanya membutuhkan rancangan kurikulum yang baik, tetapi juga dukungan sistemik bagi guru dan komunitas sekolah. Implikasi dari penelitian ini menekankan pentingnya pengembangan profesional guru secara berkelanjutan, pemerataan sumber daya pendidikan, serta penguatan kolaborasi antara sekolah, keluarga, dan masyarakat lokal agar P5 dapat mewujudkan tujuannya secara holistik.
Penelitian ini menyimpulkan bahwa disparitas partisipasi siswa sekolah dasar dalam Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) disebabkan oleh interaksi kompleks antara keterbatasan sumber daya sekolah, kompetensi guru dalam fasilitasi proyek, dan dukungan lingkungan belajar.Meskipun model Project Based Learning (PjBL) terbukti berhasil mendorong kolaborasi dan memperkuat nilai gotong royong, ketidakmerataan tetap terjadi di sekolah yang kekurangan fasilitas dan bimbingan guru yang kurang optimal.Secara teoretis, kajian ini berkontribusi dengan memperluas kerangka partisipasi menjadi access-motivation-capacity plus relational engagement, menegaskan bahwa partisipasi yang merata membutuhkan tidak hanya keterlibatan fisik tetapi juga dimensi sosial-relasional (saling mendukung dan bertukar gagasan).Implikasi praktisnya menekankan perlunya pengembangan profesional guru secara berkelanjutan dan pemerataan sumber daya.Sebagai arah penelitian lanjutan, direkomendasikan untuk melakukan penelitian tindakan empiris guna menguji efektivitas model intervensi peningkatan kapasitas implementasi guru dan mengembangkan kerangka evaluasi P5 yang holistik untuk mengukur proses partisipasi yang merata.
Penelitian lanjutan dapat fokus pada integrasi teknologi dalam pembelajaran berbasis proyek untuk meningkatkan partisipasi siswa di daerah dengan sumber daya terbatas. Selain itu, penting untuk mengeksplorasi peran komunitas lokal dalam memfasilitasi partisipasi inklusif melalui kolaborasi antara sekolah dan keluarga. Terakhir, penelitian lebih lanjut dapat mengevaluasi dampak pelatihan guru berbasis proyek terhadap peningkatan keterlibatan siswa secara merata, terutama di sekolah dengan keterbatasan sumber daya.
- Implementasi Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) SD Negeri 1 Bantul | Jurnal Obsesi : Jurnal... obsesi.or.id/index.php/obsesi/article/view/6126Implementasi Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila P5 SD Negeri 1 Bantul Jurnal Obsesi Jurnal obsesi index php obsesi article view 6126
- Implementasi Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila Tema Kewirausahaan dalam Meningkatkan Semangat... doi.org/10.24256/pijies.v8i2.6886Implementasi Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila Tema Kewirausahaan dalam Meningkatkan Semangat doi 10 24256 pijies v8i2 6886
- Workshop Steam Early Childhood Education Untuk Guru-Guru Di Tk An-Nizham, Kabupaten Kampar Provinsi Riau... doi.org/10.31004/jh.v4i6.1967Workshop Steam Early Childhood Education Untuk Guru Guru Di Tk An Nizham Kabupaten Kampar Provinsi Riau doi 10 31004 jh v4i6 1967
- INTERNALISASI FILOSOFI PENDIDIKAN KI HAJAR DEWANTARA DALAM MEWUJUDKAN PROFIL PELAJAR PANCASILA | SOCIAL... jurnalp4i.com/index.php/social/article/view/925INTERNALISASI FILOSOFI PENDIDIKAN KI HAJAR DEWANTARA DALAM MEWUJUDKAN PROFIL PELAJAR PANCASILA SOCIAL jurnalp4i index php social article view 925
| File size | 317.47 KB |
| Pages | 10 |
| DMCA | Report |
Related /
JBASICJBASIC Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan menguji kelayakan media pembelajaran IPAS berbasis Project Based Learning (PjBL) berbantuan aplikasi CanvaPenelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan menguji kelayakan media pembelajaran IPAS berbasis Project Based Learning (PjBL) berbantuan aplikasi Canva
JBASICJBASIC Media audiovisual terbukti efektif meningkatkan minat, motivasi, dan pemahaman siswa SMP dalam pembelajaran Bahasa Inggris, khususnya pada keterampilanMedia audiovisual terbukti efektif meningkatkan minat, motivasi, dan pemahaman siswa SMP dalam pembelajaran Bahasa Inggris, khususnya pada keterampilan
JBASICJBASIC Namun, implementasinya masih menghadapi hambatan, seperti kurangnya pemahaman mendalam, fasilitas yang terbatas, persiapan guru, dan kebutuhan siswa yangNamun, implementasinya masih menghadapi hambatan, seperti kurangnya pemahaman mendalam, fasilitas yang terbatas, persiapan guru, dan kebutuhan siswa yang
JBASICJBASIC Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi PBL dengan media ular tangga secara signifikan efektif dalam meningkatkan tiga aspek kompetensi siswa, yaitu:Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi PBL dengan media ular tangga secara signifikan efektif dalam meningkatkan tiga aspek kompetensi siswa, yaitu:
JBASICJBASIC Setelah edukasi diberikan, proporsi kesiapsiagaan meningkat secara substansial, dengan mayoritas responden mencapai kategori tinggi. Hasil penelitian menegaskanSetelah edukasi diberikan, proporsi kesiapsiagaan meningkat secara substansial, dengan mayoritas responden mencapai kategori tinggi. Hasil penelitian menegaskan
JBASICJBASIC Untuk penelitian selanjutnya, disarankan agar pengembangan AR diuji pada jenjang kelas berbeda, melibatkan materi matematika yang lebih kompleks, sertaUntuk penelitian selanjutnya, disarankan agar pengembangan AR diuji pada jenjang kelas berbeda, melibatkan materi matematika yang lebih kompleks, serta
JBASICJBASIC 2) Keteladanan pembina HW atau guru mata pelajaran. 3) Kegiatan kepanduan dan kode kehormatan HW. Sedang faktor penghambat terbentuknya karakter jujur2) Keteladanan pembina HW atau guru mata pelajaran. 3) Kegiatan kepanduan dan kode kehormatan HW. Sedang faktor penghambat terbentuknya karakter jujur
JBASICJBASIC Evaluasi yang mengakomodasi berbagai kecerdasan meningkatkan motivasi, keterlibatan, dan hasil belajar secara menyeluruh serta memberikan kontribusi padaEvaluasi yang mengakomodasi berbagai kecerdasan meningkatkan motivasi, keterlibatan, dan hasil belajar secara menyeluruh serta memberikan kontribusi pada
Useful /
JBASICJBASIC Nilai rata-rata asesmen formatif mencapai 90,0 dan asesmen sumatif sebesar 90,3, keduanya melampaui KKM 75. Penelitian ini menyimpulkan bahwa model MakeNilai rata-rata asesmen formatif mencapai 90,0 dan asesmen sumatif sebesar 90,3, keduanya melampaui KKM 75. Penelitian ini menyimpulkan bahwa model Make
JBASICJBASIC Dengan demikian, pembelajaran geometri perlu difokuskan pada pemahaman konsep yang mendalam, bukan hanya hafalan rumus, serta melibatkan media konkretDengan demikian, pembelajaran geometri perlu difokuskan pada pemahaman konsep yang mendalam, bukan hanya hafalan rumus, serta melibatkan media konkret
JBASICJBASIC Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Systematic Literature Review (SLR) dengan menganalisis 15 artikel dari berbagai jurnal yang terbitMetode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Systematic Literature Review (SLR) dengan menganalisis 15 artikel dari berbagai jurnal yang terbit
JBASICJBASIC Hal ini menunjukkan bahwa pembelajaran berbasis masalah mampu membantu siswa memahami konsep kewarganegaraan secara lebih mendalam dan kontekstual. SecaraHal ini menunjukkan bahwa pembelajaran berbasis masalah mampu membantu siswa memahami konsep kewarganegaraan secara lebih mendalam dan kontekstual. Secara