JBASICJBASIC

Jurnal BasiceduJurnal Basicedu

Kesulitan membaca pada siswa disleksia di sekolah inklusif kerap dipengaruhi oleh belum adanya pemetaan gaya belajar yang tepat, sehingga dukungan pembelajaran menjadi kurang optimal. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi kecenderungan gaya belajar dominan siswa disleksia serta menganalisis keterpaduannya dengan penerapan prinsip pembelajaran berbasis filosofi Montessori. Penelitian menggunakan desain kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi kelas, wawancara mendalam, dan telaah dokumen pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa disleksia memiliki kecenderungan gaya belajar auditori, yang tercermin dari respons positif terhadap instruksi verbal serta kemampuan mengingat dan mereproduksi informasi secara lisan. Penerapan lingkungan belajar Montessori memperkuat efektivitas pembelajaran auditori melalui aktivitas berbasis narasi, dialog, dan stimulasi sensorik yang terstruktur, namun hambatan pada keterampilan membaca dan menulis masih ditemukan sehingga memerlukan penguatan strategi multisensori.

Penelitian kasus ini mengungkap bahwa siswa disleksia menampilkan dominasi tipe belajar auditori yang berfungsi sebagai mekanisme kompensasi utama terhadap kesulitan visual‑linguistik pada kemampuan membaca dan menulis.Selain itu, penelitian berhasil mengadaptasi filosofi Montessori menjadi konsep scaffolded auditory environment, yang menekankan penggunaan kanal auditori sebagai fokus intervensi literasi pada tingkat SMP inklusif.Implementasi strategi berbasis kekuatan auditori, seperti dikte terstruktur, latihan fonologis suara, dan teknologi audio, diharapkan dapat memperkuat pembelajaran dan memandu kebijakan sekolah dalam merancang program pendidikan individual bagi siswa disleksia.

Penelitian selanjutnya dapat mengeksplorasi efektivitas Scaffolded Auditory Intervention dibandingkan pendekatan multisensori tradisional pada sampel yang lebih besar dan beragam di tingkat SMP, dengan mengukur peningkatan kemampuan membaca dan menulis secara kuantitatif. Selanjutnya, perlu diteliti bagaimana integrasi teknologi teks‑to‑speech dalam lingkungan belajar berbasis Montessori dapat meningkatkan retensi materi dan motivasi belajar siswa disleksia, terutama pada mata pelajaran Bahasa Indonesia. Akhirnya, pengembangan program pelatihan profesional bagi guru reguler dan guru pendamping khusus untuk mengimplementasikan strategi Montessori yang berfokus pada kanal auditori dapat diuji dampaknya terhadap kualitas pembelajaran inklusif serta kepuasan siswa dan orang tua.

  1. Meningkatkan Kemampuan Membaca Siswa Disleksia Dengan Metode Multisensori Di Sekolah Dasar | Jurnal Basicedu.... doi.org/10.31004/basicedu.v5i4.1055Meningkatkan Kemampuan Membaca Siswa Disleksia Dengan Metode Multisensori Di Sekolah Dasar Jurnal Basicedu doi 10 31004 basicedu v5i4 1055
  2. Current State of the Evidence: Examining the Effects of Orton-Gillingham Reading Interventions for Students... journals.sagepub.com/doi/10.1177/0014402921993406Current State of the Evidence Examining the Effects of Orton Gillingham Reading Interventions for Students journals sagepub doi 10 1177 0014402921993406
  3. MODEL PEMBELAJARAN MONTESSORI UNTUK MENGEMBANGKAN POTENSI KEMANDIRIAN ANAK PADA MASA GOLDEN AGE | Pendas... Doi.Org/10.23969/Jp.V10i02.30376MODEL PEMBELAJARAN MONTESSORI UNTUK MENGEMBANGKAN POTENSI KEMANDIRIAN ANAK PADA MASA GOLDEN AGE Pendas Doi Org 10 23969 Jp V10i02 30376
  4. Analisis Metode Montessori Dalam Meningkatkan Kemampuan Membaca Permulaan Siswa SD/MI Kelas Rendah |... doi.org/10.15575/al-aulad.v3i2.7917Analisis Metode Montessori Dalam Meningkatkan Kemampuan Membaca Permulaan Siswa SD MI Kelas Rendah doi 10 15575 al aulad v3i2 7917
Read online
File size302.55 KB
Pages13
DMCAReport

Related /

ads-block-test