UNISMUHUNISMUH

EXPOSURE : JURNAL PENDIDIKAN BAHASA INGGRISEXPOSURE : JURNAL PENDIDIKAN BAHASA INGGRIS

Kurikulum Merdeka telah mengubah cara guru mempersiapkan pelajaran. Hal ini mengarah pada pemahaman yang diperlukan tentang aspek-aspek kritis dari modul pengajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengkarakterisasi tujuan pembelajaran modul pengajaran Kurikulum Merdeka menggunakan model tujuan perilaku ABCD Schwiers dan teori domain pembelajaran Bloom. Penelitian ini juga mengeksplorasi faktor-faktor yang menghambat guru dalam memahami sepenuhnya tiga domain pembelajaran (kognitif, afektif, dan psikomotor) saat merancang modul pengajaran. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan dua guru sekolah menengah pertama sebagai peserta. Analisis modul pengajaran dan wawancara dengan peserta dilakukan. Menggunakan model ABCD Schwiers dan domain pembelajaran Bloom, penelitian ini menemukan bahwa guru telah fokus pada aktivitas yang berpusat pada siswa. Namun, beberapa inkonsistensi muncul dalam kehadiran komponen ABCD dan pernyataan tujuan pembelajaran tiga domain. Faktor-faktor seperti demotivasi, kurangnya pengetahuan sebelumnya, kurangnya praktik dan umpan balik, kesenjangan pemahaman, batasan waktu, dan kurikulum yang terlalu padat menghambat guru dalam menerapkan domain pembelajaran. Kesimpulannya, mengintegrasikan komponen ABCD dan domain pembelajaran dalam modul pengajaran dapat memfasilitasi desain instruksional yang efektif, mempromosikan pendekatan yang berpusat pada siswa, menetapkan ekspektasi yang jelas, dan mengoptimalkan lingkungan belajar.

Guru dalam Kurikulum Merdeka telah mampu menciptakan pernyataan tujuan yang selaras dengan aktivitas yang berpusat pada siswa, tetapi aspek Degree digunakan kurang sering dibandingkan dengan tiga domain lainnya.Faktor-faktor seperti pengetahuan sebelumnya yang terbatas, motivasi yang tidak memadai, dan kurangnya praktik dan umpan balik berkontribusi pada kurangnya pemahaman guru terhadap tiga domain pembelajaran.Untuk meningkatkan instruksi kelas, guru harus menerapkan strategi instruksional seperti scaffolding, diferensiasi, dan penilaian formatif.Mereka juga harus menyesuaikan materi, aktivitas, dan konten sesuai dengan kebutuhan audiens dan menyelaraskan perilaku dengan tujuan pembelajaran dan standar.Guru harus merinci kondisi di mana tindakan yang diinginkan diharapkan terjadi, termasuk ukuran kelompok, batas waktu, ketersediaan bahan, dan jenis lingkungan belajar.Mereka juga harus menentukan standar kemampuan siswa untuk menampilkan perilaku yang diinginkan dan menggunakan metrik yang dapat diukur.Guru juga harus berpartisipasi dalam workshop, menyisihkan waktu untuk perencanaan pelajaran, dan menjelajahi sumber daya untuk meningkatkan keterlibatan siswa.Untuk mengatasi hasil belajar kognitif, afektif, dan psikomotor, guru harus diberikan arahan dan bantuan dalam menciptakan teknik penilaian, mengembangkan budaya sekolah kolaboratif, dan menunjukkan strategi integrasi yang efektif melalui studi kasus dan demonstrasi.

Berdasarkan temuan penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, penelitian dapat dilakukan untuk mengeksplorasi lebih lanjut bagaimana guru dapat meningkatkan pemahaman mereka tentang domain pembelajaran dan menerapkan strategi instruksional yang efektif. Penelitian ini dapat berfokus pada pengembangan modul pengajaran yang lebih terintegrasi dan menyeluruh, dengan mempertimbangkan ketiga domain pembelajaran. Selain itu, penelitian dapat dilakukan untuk menganalisis dampak dari kurangnya motivasi dan keterlibatan guru terhadap kualitas perencanaan pelajaran dan hasil belajar siswa. Penelitian ini dapat menyelidiki strategi-strategi yang dapat meningkatkan motivasi guru dan keterlibatan mereka dalam proses perencanaan pelajaran. Terakhir, penelitian dapat dilakukan untuk mengeksplorasi peran pelatihan guru dalam mengintegrasikan domain kognitif, afektif, dan psikomotor ke dalam rencana pembelajaran mereka. Penelitian ini dapat menyelidiki efektivitas program pelatihan guru yang berfokus pada pengembangan kompetensi guru dalam merancang dan menerapkan strategi instruksional yang terintegrasi.

  1. Analysis of Teacher’s Ability in Setting Learning Objectives, Flow of Learning Objectives, And... doi.org/10.1051/shsconf/202214901005Analysis of TeacherAos Ability in Setting Learning Objectives Flow of Learning Objectives And doi 10 1051 shsconf 202214901005
  2. A Literature Study On The Implementation Of Merdeka Curriculum | Jurnal Riset Rumpun Ilmu Bahasa. literature... doi.org/10.55606/JURRIBAH.V2I2.1576A Literature Study On The Implementation Of Merdeka Curriculum Jurnal Riset Rumpun Ilmu Bahasa literature doi 10 55606 JURRIBAH V2I2 1576
Read online
File size193.36 KB
Pages17
DMCAReport

Related /

ads-block-test