MANDALANURSAMANDALANURSA

JISIP (Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan)JISIP (Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan)

Seni tari rudat adalah salah satu seni dari Desa Subang, Kabupaten Kuningan. Rudat adalah jenis seni yang di dalamnya terdapat tarian yang diiringi tepuk rebana, di mana unsur-unsur gerakan tari mengandung unsur seni bela diri. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bentuk-bentuk simbol komunikasi dalam seni tari rudat di Desa Subang, Kabupaten Kuningan, dan untuk mengetahui penampil seni tari rudat dalam menafsirkan seni tari rudat. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi interaksi simbolik. Data diperoleh berdasarkan wawancara dan observasi. Teknik pengolahan data dan analisis data menggunakan model analisis data Miles dan Huberman. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah: Pertama, bentuk-bentuk simbol dalam seni rudat adalah dari gerakan dasar tari rudat. Ada empat simbol yang digunakan, yaitu simbol Gojes dalam posisi dengan tangan kanan diarahkan ke kiri, tangan kiri diposisikan di belakang tubuh dan memiliki makna mempersiapkan diri untuk apa yang akan datang. Simbol Kincar dalam posisi menyerang, tangan kanan terulur ke depan dengan jari-jari yang menggenggam menjadi tinju, dan tangan kiri bengkok dengan jari-jari yang menggenggam menjadi tinju, yang memiliki makna menghadapi masalah yang ada. Simbol Alayya dengan tubuh bergerak miring ke kanan dan kiri memiliki makna menghindari sesuatu yang buruk. Dan terakhir, simbol Ogel dalam posisi bertahan. Tangan kanan, yang diposisikan untuk melindungi dada, dan tangan kiri memegang lengan kanan, memiliki makna bertahan dari segala cobaan. Kedua penari rudat ingin melestarikan seni rudat agar masyarakat di Desa Subang, Kabupaten Kuningan tidak melupakannya dengan melakukan pentas tari rudat secara rutin.

Berdasarkan penjelasan yang telah disampaikan dalam penelitian ini, dapat ditarik kesimpulan penting bahwa seni tari rudat memiliki simbol-simbol yang ditafsirkan sebagai panduan bagi manusia dalam menjalani hidupnya.Simbol ini berbicara tentang lima poin penting, yaitu kewaspadaan, kemampuan menghadapi masalah, kemampuan bertahan, kemampuan menghindari masalah, dan pentingnya rendah hati.Selain itu, penampil tari rudat menyadari bahwa sangat penting untuk melestarikan tari rudat karena pesan yang disampaikannya sangat penting bagi seluruh umat manusia.Oleh karena itu, sangat penting untuk menjaga tari rudat agar tidak punah.Hal ini dikarenakan makna simbol dapat menjadi panduan hidup bagi manusia.Selain itu, makna simbol yang ditampilkan masih sangat relevan dengan kehidupan manusia sekarang dan di masa depan.Berdasarkan hal ini, penampil seni ini harus tetap konsisten dalam melakukan tari rudat untuk keberlanjutan seni ini serta untuk berperan sebagai juru bicara makna pesan yang terkandung di dalamnya.

Untuk penelitian lanjutan, dapat dilakukan studi komparatif antara seni tari rudat dengan seni tari tradisional lainnya di Indonesia, dengan tujuan untuk menganalisis dan membandingkan simbol-simbol komunikasi yang digunakan dalam masing-masing seni tari. Selain itu, penelitian dapat fokus pada aspek-aspek sosial dan budaya yang mempengaruhi interpretasi simbol-simbol dalam seni tari rudat, seperti pengaruh agama, tradisi, dan nilai-nilai masyarakat setempat. Penelitian juga dapat mengeksplorasi bagaimana seni tari rudat dapat menjadi media untuk melestarikan dan mempromosikan budaya lokal, serta bagaimana seni ini dapat digunakan sebagai alat pendidikan dan pengajaran nilai-nilai moral bagi generasi muda.

  1. #nilai moral#nilai moral
  2. #pengolahan data#pengolahan data
Read online
File size166.38 KB
Pages11
Short Linkhttps://juris.id/p-30X
Lookup LinksGoogle ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard
DMCAReport

Related /

ads-block-test