UNISMUHUNISMUH
EXPOSURE : JURNAL PENDIDIKAN BAHASA INGGRISEXPOSURE : JURNAL PENDIDIKAN BAHASA INGGRISAkuisisi kosa kata yang efektif sangat penting untuk interaksi bermakna dan pemahaman dalam pembelajaran bahasa, tetapi metode tradisional seperti hafalan seringkali gagal mempersiapkan siswa untuk menerapkan kosa kata dalam konteks yang beragam. Penelitian ini mengeksplorasi potensi instruksi kesadaran morfologis, yang mengajarkan siswa untuk mengenali dan memanipulasi struktur kata (akar, prefiks, dan sufiks) untuk meningkatkan akuisisi kosa kata di antara pembelajar EFL Indonesia. Menggunakan desain eksperimental sejati dengan 60 siswa kelas 10 dari AKM Islamic Senior High School (pseudonim), penelitian ini melibatkan kelompok eksperimen yang menerima instruksi kesadaran morfologis yang ditargetkan dan kelompok kontrol yang mengikuti metode hafalan kosa kata standar. Selama empat sesi, kelompok eksperimen terlibat dalam dekoding dan menyusun kata untuk meningkatkan baik pengakuan maupun penggunaan kosa kata praktis. Hasil tes akhir yang dianalisis melalui uji t independen menunjukkan bahwa kelompok eksperimen secara signifikan melebihi kelompok kontrol, yang menekankan efektivitas teknik kesadaran morfologis dalam mempromosikan retensi kosa kata dan ketrampilan praktis. Temuan ini menunjukkan bahwa mengintegrasikan kesadaran morfologis ke dalam kurikulum EFL menawarkan manfaat yang menjanjikan dibandingkan dengan hafalan, memberikan pembelajar dengan pemahaman yang lebih dalam dan keterampilan kosa kata praktis. Meskipun hasil penelitian yang menjanjikan ini terbatas pada satu tingkat pendidikan dan ukuran sampel, penelitian lebih lanjut dapat memperluas pendekatan ini ke kelompok usia dan pengaturan yang beragam, menilai adaptabilitas dan dampak jangka panjangnya dalam berbagai konteks EFL.
Penelitian ini menunjukkan bahwa instruksi kesadaran morfologis sangat efektif dalam meningkatkan akuisisi kosa kata di antara siswa sekolah menengah atas.Mengajar siswa untuk mengenali dan memanipulasi struktur kata memungkinkan mereka untuk mendekode dan memahami kosa kata baru.Untuk memaksimalkan manfaat pembelajaran kosa kata, para pendidik harus mempertimbangkan untuk mengintegrasikan teknik kesadaran morfologis ke dalam strategi pengajaran bahasa mereka, sehingga meningkatkan perkembangan bahasa dan kesuksesan akademik secara keseluruhan.
Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk memperluas pendekatan ini ke kelompok usia dan pengaturan yang beragam, menilai adaptabilitas dan dampak jangka panjangnya dalam berbagai konteks EFL. Selain itu, penelitian dapat dilakukan untuk mengeksplorasi implikasi lebih luas dari instruksi kesadaran morfologis di luar akuisisi kosa kata, seperti dalam aspek-aspek lain dari ketrampilan bahasa. Akhirnya, penelitian dapat dilakukan untuk mengevaluasi efektivitas teknik-teknik instruksi kesadaran morfologis yang berbeda dan mengembangkan strategi pengajaran yang lebih efektif untuk meningkatkan akuisisi kosa kata di antara pembelajar EFL.
- The Effects of Morphological Awareness Training on Reading, Spelling, and Vocabulary Skills - Joy E.... journals.sagepub.com/doi/10.1177/1525740114548917The Effects of Morphological Awareness Training on Reading Spelling and Vocabulary Skills Joy E journals sagepub doi 10 1177 1525740114548917
- What is Morphological Awareness and How Can You Develop it? | Eurokd. awareness develop eurokd european... eurokd.com/doi/10.32038/ltrq.2023.33.04What is Morphological Awareness and How Can You Develop it Eurokd awareness develop eurokd european eurokd doi 10 32038 ltrq 2023 33 04
- Morphological Intervention in Promoting Higher-Order Reading Abilities among College-Level Second Language... doi.org/10.3390/su12041465Morphological Intervention in Promoting Higher Order Reading Abilities among College Level Second Language doi 10 3390 su12041465
- INDONESIAN EFL STUDENTS' WILLINGNESS TO COMMUNICATE IN THE 2013 CURRICULUM IMPLEMENTATION: A CASE... doi.org/10.15639/teflinjournal.v30i1/105-120INDONESIAN EFL STUDENTS WILLINGNESS TO COMMUNICATE IN THE 2013 CURRICULUM IMPLEMENTATION A CASE doi 10 15639 teflinjournal v30i1 105 120
- The importance of vocabulary in language learning and how to be taught. importance vocabulary language... doi.org/10.20472/te.2015.3.3.002The importance of vocabulary in language learning and how to be taught importance vocabulary language doi 10 20472 te 2015 3 3 002
| File size | 274.86 KB |
| Pages | 15 |
| DMCA | Report |
Related /
STAIMADIUNSTAIMADIUN Pendidikan tersebut menekankan etos tinggi ilmu pengetahuan dan amal kebajikan sehingga lulusan dapat bersaing secara unggul serta memiliki motivasi berprestasi.Pendidikan tersebut menekankan etos tinggi ilmu pengetahuan dan amal kebajikan sehingga lulusan dapat bersaing secara unggul serta memiliki motivasi berprestasi.
STAIMADIUNSTAIMADIUN Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan jenis penelitiannya adalah studi kasus. Data analisis yang dipakai adalah modelPendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan jenis penelitiannya adalah studi kasus. Data analisis yang dipakai adalah model
UNISMUHUNISMUH Data dikumpulkan melalui observasi, kuesioner, dan wawancara tidak terstruktur. Studi ini mengungkapkan bahwa meskipun motivasi siswa dan sikap positifData dikumpulkan melalui observasi, kuesioner, dan wawancara tidak terstruktur. Studi ini mengungkapkan bahwa meskipun motivasi siswa dan sikap positif
UNISMUHUNISMUH Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor, yaitu pengalaman mengajar, fasilitas pendidikan, penghasilan guru, dan pengawasan kepala sekolah. Peneliti menemukanHal ini disebabkan oleh beberapa faktor, yaitu pengalaman mengajar, fasilitas pendidikan, penghasilan guru, dan pengawasan kepala sekolah. Peneliti menemukan
UNISMUHUNISMUH Namun, banyak pendidik masih mengabaikan aspek-aspek tersebut. Tujuan penelitian ini adalah untuk menemukan cara meningkatkan keterampilan bahasa InggrisNamun, banyak pendidik masih mengabaikan aspek-aspek tersebut. Tujuan penelitian ini adalah untuk menemukan cara meningkatkan keterampilan bahasa Inggris
UNISMUHUNISMUH 3 terkait Parahyangan, 37 terkait Pawongan, dan 5 terkait Palemahan. 40 dari 44 kata-kata tabu diklasifikasikan sebagai kata-kata umpatan. 4 dari 44 kata-kata3 terkait Parahyangan, 37 terkait Pawongan, dan 5 terkait Palemahan. 40 dari 44 kata-kata tabu diklasifikasikan sebagai kata-kata umpatan. 4 dari 44 kata-kata
UNISMUHUNISMUH Hal ini menunjukkan bahwa mereka memanfaatkan modalitas untuk membujuk pembaca dengan menggambarkan perkembangan yang akan datang dan bertukar informasiHal ini menunjukkan bahwa mereka memanfaatkan modalitas untuk membujuk pembaca dengan menggambarkan perkembangan yang akan datang dan bertukar informasi
UNISMUHUNISMUH Penelitian ini menambahkan literatur tentang praktik pengajaran untuk meningkatkan pembelajaran mahasiswa, dengan menekankan pentingnya mempertimbangkanPenelitian ini menambahkan literatur tentang praktik pengajaran untuk meningkatkan pembelajaran mahasiswa, dengan menekankan pentingnya mempertimbangkan
Useful /
UNISMUHUNISMUH Hasilnya menunjukkan bahwa bahan ajar ini efektif dalam meningkatkan pemahaman siswa tentang ilmu pengetahuan dan keterampilan bahasa. Dengan pendekatanHasilnya menunjukkan bahwa bahan ajar ini efektif dalam meningkatkan pemahaman siswa tentang ilmu pengetahuan dan keterampilan bahasa. Dengan pendekatan
GRAHAKAROMAHGRAHAKAROMAH This study is grounded in the increasing moral challenges faced by young people in the era of Artificial Intelligence (AI), where technological advancementThis study is grounded in the increasing moral challenges faced by young people in the era of Artificial Intelligence (AI), where technological advancement
GRAHAKAROMAHGRAHAKAROMAH Temuan utama: Kepemimpinan visioner memperkuat budaya sekolah, meningkatkan profesionalisme guru, meningkatkan kualitas pembelajaran, dan mendorong kepemilikanTemuan utama: Kepemimpinan visioner memperkuat budaya sekolah, meningkatkan profesionalisme guru, meningkatkan kualitas pembelajaran, dan mendorong kepemilikan
MEDIAPUBLIKASIMEDIAPUBLIKASI Hipertensi sendiri merupakan suatu kondisi kronis yang dapat meningkat secara persisten > 140/80 mmHg. Hipertensi disebut juga sebagai the silent killerHipertensi sendiri merupakan suatu kondisi kronis yang dapat meningkat secara persisten > 140/80 mmHg. Hipertensi disebut juga sebagai the silent killer