ZAMRONEDUZAMRONEDU

JOELI: Journal of Educational and Learning InnovationJOELI: Journal of Educational and Learning Innovation

Keterampilan pemecahan masalah matematika merupakan kompetensi penting yang harus dimiliki siswa dalam pembelajaran matematika. Namun, kenyataannya kemampuan ini masih relatif rendah akibat dominasi pembelajaran konvensional yang tidak melibatkan aktivitas berpikir tingkat tinggi siswa. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan pemecahan masalah matematika siswa melalui penerapan model pembelajaran Means Ends Analysis (MEA). Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan desain Kemmis dan McTaggart, yang dilaksanakan dalam dua siklus. Subjek penelitian adalah 17 siswa kelas VIII MTs Muhammadiyah 10 Gresik. Teknik pengumpulan data meliputi tes, observasi, dan kuesioner, sedangkan analisis data menggunakan statistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata kemampuan pemecahan masalah matematika siswa meningkat dari 64,41 pada siklus I menjadi 80,24 pada siklus II, dengan peningkatan sebesar 15,83 poin. Selain itu, aktivitas pembelajaran dan implementasi siswa juga mengalami peningkatan, serta tanggapan siswa terhadap pembelajaran MEA berada dalam kategori positif. Dengan demikian, penerapan model pembelajaran MEA efektif dalam meningkatkan keterampilan pemecahan masalah matematika siswa.

Model pembelajaran Means Ends Analysis (MEA) terbukti efektif meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematika siswa kelas VIII MTs Muhammadiyah 10 Gresik, ditunjukkan oleh peningkatan signifikan nilai rata-rata siswa dari 58,53 (pra-tindakan) menjadi 80,24 (siklus II).Peningkatan ini didukung oleh kemampuan siswa memahami masalah secara sistematis melalui pemecahan tujuan akhir menjadi sub-tujuan yang lebih sederhana, serta berdampak positif pada peningkatan aktivitas dan keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran.Dengan demikian, model MEA merupakan strategi pembelajaran matematika alternatif yang efektif untuk mengembangkan keterampilan pemecahan masalah, khususnya pada materi yang memerlukan kemampuan berpikir analitis dan sistematis, sekaligus menciptakan suasana belajar yang lebih menarik dan bermakna.

Mengingat penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan subjek dan lokasi yang spesifik, saran penelitian lanjutan pertama adalah menguji efektivitas model pembelajaran Means Ends Analysis (MEA) dalam skala yang lebih luas. Studi komparatif dapat dilakukan dengan melibatkan populasi siswa yang lebih besar dari berbagai sekolah atau jenjang pendidikan berbeda, seperti SMA, untuk mengevaluasi generalisasi hasil dan dampaknya pada konteks demografi atau sosio-ekonomi yang beragam. Hal ini akan memberikan pemahaman yang lebih komprehensif mengenai keberterimaan dan adaptabilitas model MEA di luar lingkup kelas tunggal. Saran penelitian kedua adalah melaksanakan studi komparatif untuk membandingkan model MEA dengan model pembelajaran inovatif lain yang juga berfokus pada peningkatan kemampuan pemecahan masalah matematika. Mengingat literatur pendahuluan menyebutkan model seperti ARIAS, pembelajaran berbasis masalah terbuka, atau pendidikan matematika realistik, perbandingan langsung dapat mengidentifikasi keunggulan spesifik MEA atau model lain dalam mengatasi jenis masalah matematika tertentu atau pada karakteristik siswa yang berbeda. Penelitian semacam ini penting untuk memberikan landasan bagi pengambil kebijakan kurikulum dan guru dalam memilih strategi pengajaran yang paling tepat guna. Terakhir, karena penelitian ini berfokus pada peningkatan jangka pendek, penelitian selanjutnya dapat berupa studi longitudinal untuk mengamati keberlanjutan peningkatan keterampilan pemecahan masalah matematika siswa setelah intervensi MEA berakhir. Selain itu, menggabungkan metode kualitatif yang lebih mendalam, seperti wawancara terstruktur atau protokol berpikir keras (think-aloud protocol), dapat mengungkap proses kognitif internal siswa secara lebih rinci saat mereka menerapkan strategi MEA. Pendekatan ini akan memberikan wawasan yang lebih kaya tentang bagaimana siswa menginternalisasi langkah-langkah MEA, tantangan konseptual yang mereka hadapi, serta peran fasilitasi guru dalam mendukung perubahan pola pikir siswa secara berkelanjutan. Ketiga arah penelitian ini diharapkan dapat memperkaya khazanah keilmuan dan memberikan kontribusi praktis yang lebih luas bagi pengembangan pembelajaran matematika yang efektif.

Read online
File size256.78 KB
Pages7
DMCAReport

Related /

ads-block-test