STKIPPGRIBLSTKIPPGRIBL

JGCI: Journal of Guidance and Counseling InspirationJGCI: Journal of Guidance and Counseling Inspiration

Makna sebuah keluarga tidak hanya terbatas pada sekumpulan individu yang tinggal bersama pada satu tempat tertentu, melainkan lebih luas daripada itu, yaitu sebagai suatu sistem sosial. Sebagai suatu sistem sosial, keluarga merupakan salah satu sub-sistem dari sistem-sistem sosial yang lebih luas, yaitu lingkungan tetangga, komunitas, dan masyarakat. Oleh karena itu, sistem-sistem sosial yang ada di luar sistem keluarga sangat berpengaruh terhadap kehidupan dalam sistem keluarga, baik pengaruh terhadap struktur keluarga maupun pengaruh terhadap pola-pola interaksi yang terjadi dan berlangsung dalam kehidupan keluarga. Metode penulisan bersifat studi literatur (review). Data dan informasi yang didapatkan berasal dari berbagai sumber bacaan dan disusun berdasarkan hasil studi dari data dan informasi yang didapat. Teknik analisis data bersifat deskriptif argumentatif. Penulisan dilakukan dengan melihat keterkaitan dan sinkronisasi antara data dan informasi satu dengan data dan informasi lain sesuai dengan topik yang dikaji. Konseling perkawinan adalah cabang dari konseling keluarga yang diberikan oleh konselor profesional kepada pasangan suami-isteri yang bermasalah atau kurang harmonis untuk membantu pasangan suami-isteri yang mengalami kesulitan dalam komunikasi karena adanya problem di antara mereka dengan tujuan agar komunikasi suami-isteri menjadi harmonis. Sementara konseling keluarga adalah bantuan yang diberikan kepada anggota keluarga yang bermasalah, dengan tujuan agar mereka mampu memecahkan sendiri masalah-masalah yang mereka hadapi sehingga menjadi well adjusted person dan keluarga sebagai suatu sistem sosial kembali menjadi harmonis dan fungsional.

Keterampilan dalam keluarga adalah kemampuan-kemampuan yang seyogyanya dimiliki oleh anggota keluarga untuk menjalankan sistem keluarga, dengan maksud agar proses keluarga berlangsung secara sehat.Terdapat empat keterampilan penting yang perlu dikuasai oleh setiap pasangan suami isteri dan anggota keluarga, yaitu kemampuan komunikasi, kemampuan memecahkan masalah, kemampuan bertanggung jawab, dan kemampuan meningkatkan harga diri keluarga.Penguasaan keterampilan-keterampilan ini penting untuk menciptakan komunikasi yang efektif, mengatasi konflik, dan menjalankan fungsi keluarga secara harmonis.

Berdasarkan pembahasan mengenai keterampilan dasar konseling keluarga dan perkawinan, penelitian lanjutan dapat difokuskan pada pengembangan model konseling keluarga yang lebih adaptif terhadap dinamika budaya dan sosial masyarakat Indonesia. Penelitian ini dapat mengeksplorasi bagaimana nilai-nilai budaya lokal dapat diintegrasikan ke dalam teknik-teknik konseling untuk meningkatkan efektivitas intervensi. Selain itu, perlu dilakukan studi lebih lanjut mengenai efektivitas berbagai pendekatan konseling keluarga dalam mengatasi permasalahan spesifik seperti konflik antar generasi, masalah keuangan, atau kekerasan dalam rumah tangga, dengan mempertimbangkan perbedaan karakteristik keluarga. Terakhir, penelitian dapat diarahkan untuk mengembangkan instrumen valid dan reliabel untuk mengukur keterampilan dasar konseling keluarga pada konselor, serta mengevaluasi program pelatihan konselor keluarga dalam meningkatkan kompetensi mereka dalam memberikan layanan yang berkualitas. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan dalam meningkatkan kualitas konseling keluarga di Indonesia dan membantu keluarga-keluarga mencapai keharmonisan dan kesejahteraan.

Read online
File size591.78 KB
Pages13
DMCAReport

Related /

ads-block-test