MAHESA INSTITUTEMAHESA INSTITUTE
Warisan: Journal of History and Cultural HeritageWarisan: Journal of History and Cultural HeritagePenelitian ini mengeksplorasi keberadaan naskah Melayu yang disimpan di Museum Negeri Sumatra Utara sebagai bukti sejarah interaksi budaya antara Arab dan Melayu. Naskah-naskah tersebut, yang ditulis dalam aksara Jawi, berisi teks-teks agama, hukum, sastra, dan sosial yang menunjukkan pengaruh tradisi intelektual Arab-Islam di dunia Melayu. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif untuk meneliti asal-usul koleksi, mekanisme akuisisi museum, praktik konservasi, dan interpretasi institusional mengenai signifikansi historiografi. Hasil menunjukkan bahwa naskah tersebut sebagian besar diperoleh melalui kerja sama antar-museum, khususnya dengan Museum Aceh, dan disimpan menggunakan langkah-langkah konservasi preventif untuk mencegah degradasi material. Artikel ini berargumen bahwa naskah Arab-Melayu merupakan sumber penting untuk merekonstruksi jaringan intelektual, transmisi Islam, dan pertukaran budaya di Sumatra, serta menempatkan studi ini dalam konteks lebih luas tentang naskah Melayu dan historiografi Islam Nusantara. Studi ini menekankan peran strategis museum dalam mempertahankan memori budaya dan mendorong penelitian sejarah berbasis naskah.
Interaksi Arab-Melayu merupakan proses historis yang kompleks yang telah membentuk identitas religius, pembentukan budaya, dan tradisi literasi masyarakat Melayu di wilayah Nusantara, termasuk Sumatra Utara.Naskah Arab-Melayu (Jawi) dan isi teksnya—yang mencakup ajaran tawḥīd, fiqh, doa, nasihat agama, dan dasar tata bahasa Arab—menjadi bukti material penting dari akulturasi adaptif dan transmisi pengetahuan Islam.Museum Negeri Sumatra Utara berperan sebagai lembaga pendukung yang memastikan kelangsungan naskah Arab-Melayu sebagai sumber sejarah dan filologi.Namun, penelitian ini mengakui beberapa keterbatasan, seperti akses fisik terbatas ke naskah tertentu, kondisi konservasi yang belum optimal, dan cakupan analisis yang masih bersifat deskripsi filologi dan sejarah awal.Penelitian lanjutan perlu dilakukan untuk mengeksplorasi lebih dalam aspek filologi teks naskah, rekonstruksi jaringan ulama dan scribe, serta studi perbandingan dengan koleksi naskah Arab-Melayu di wilayah lain Nusantara.
Penelitian lanjutan dapat fokus pada digitalisasi dan aksesibilitas naskah Arab-Melayu untuk memperluas ketersediaan sumber sejarah bagi akademisi dan masyarakat umum. Selain itu, studi perbandingan antara koleksi naskah Arab-Melayu di Sumatra Utara dengan wilayah lain di Nusantara dapat mengungkap pola akulturasi dan transmisi pengetahuan yang berbeda. Terakhir, penelitian tentang peran komunitas lokal dalam pelestarian naskah dapat memberikan wawasan tentang kebijakan konservasi yang lebih inklusif dan berkelanjutan.
- Peran Museum Daerah Deli Serdang dalam Melestarikan Peninggalan Kesultanan Serdang | Murbarani | MUKADIMAH:... doi.org/10.30743/mkd.v8i1.8465Peran Museum Daerah Deli Serdang dalam Melestarikan Peninggalan Kesultanan Serdang Murbarani MUKADIMAH doi 10 30743 mkd v8i1 8465
- Melayu Islam dan Batak Kristen: Labelisasi Keagamaan Terhadap Identitas Kesukuan di Sumatera Timur pada... doi.org/10.34007/warisan.v3i3.1630Melayu Islam dan Batak Kristen Labelisasi Keagamaan Terhadap Identitas Kesukuan di Sumatera Timur pada doi 10 34007 warisan v3i3 1630
- Proses digitalisasi naskah kuno sebagai pelestarian informasi di Museum Bandar Cimanuk, Indramayu | Pustaka... doi.org/10.18592/pk.v9i1.5167Proses digitalisasi naskah kuno sebagai pelestarian informasi di Museum Bandar Cimanuk Indramayu Pustaka doi 10 18592 pk v9i1 5167
- Pelestarian Naskah Kuno dalam Upaya Menjaga Warisan Budaya Bangsa di Perpustakaan Museum Dewantara Kirti... doi.org/10.14710/lenpust.v7i1.37694Pelestarian Naskah Kuno dalam Upaya Menjaga Warisan Budaya Bangsa di Perpustakaan Museum Dewantara Kirti doi 10 14710 lenpust v7i1 37694
- MUZIUM DAN PRINSIP WASATIYYAH DI TANAH MELAYU | JURNAL MELAYU SEDUNIA. muzium prinsip wasatiyyah tanah... ijie.um.edu.my/index.php/jurnalmelayusedunia/article/view/48301MUZIUM DAN PRINSIP WASATIYYAH DI TANAH MELAYU JURNAL MELAYU SEDUNIA muzium prinsip wasatiyyah tanah ijie um edu my index php jurnalmelayusedunia article view 48301
| File size | 432.63 KB |
| Pages | 12 |
| DMCA | Report |
Related /
USMUSM Sebelum implementasi E-office, sistem manual menunjukkan berbagai kelemahan, seperti ketergantungan pada buku agenda fisik, proses disposisi yang memakanSebelum implementasi E-office, sistem manual menunjukkan berbagai kelemahan, seperti ketergantungan pada buku agenda fisik, proses disposisi yang memakan
USMUSM tahap digitalisasi yang merupakan pengalihan format suatu media ke format digital juga mencakup pengecekan serta editing hasil dokumentasi, serta tahaptahap digitalisasi yang merupakan pengalihan format suatu media ke format digital juga mencakup pengecekan serta editing hasil dokumentasi, serta tahap
USMUSM Proses pemindahan dilakukan secara bertahap dan terkoordinasi, menyesuaikan dengan kondisi fasilitas yang tersedia. Penyesuaian prosedur dan strategi pengelolaanProses pemindahan dilakukan secara bertahap dan terkoordinasi, menyesuaikan dengan kondisi fasilitas yang tersedia. Penyesuaian prosedur dan strategi pengelolaan
USMUSM Namun, terdapat kelemahan krusial terkait standarisasi data, kerentanan keamanan file, dan ketidakmampuan Excel dalam memfasilitasi Jadwal Retensi ArsipNamun, terdapat kelemahan krusial terkait standarisasi data, kerentanan keamanan file, dan ketidakmampuan Excel dalam memfasilitasi Jadwal Retensi Arsip
JARINGANSANTRIJARINGANSANTRI Implikasi dari penelitian ini adalah perlunya upaya digitalisasi dan kajian lanjutan terhadap naskah-naskah Pegon lain sebagai bagian dari pelestarianImplikasi dari penelitian ini adalah perlunya upaya digitalisasi dan kajian lanjutan terhadap naskah-naskah Pegon lain sebagai bagian dari pelestarian
LINTASBUDAYANUSANTARALINTASBUDAYANUSANTARA Demi mempertahankan harga diri, Prabu Maharaja dan pasukannya memilih untuk melakukan perlawanan hingga titik darah penghabisan. Kerajaan Galuh tetap menjadiDemi mempertahankan harga diri, Prabu Maharaja dan pasukannya memilih untuk melakukan perlawanan hingga titik darah penghabisan. Kerajaan Galuh tetap menjadi
BTPBTP Pulau ini awalnya dikenal sebagai bagian dari kawasan industri yang terhubung dengan Pulau Batam melalui serangkaian Jembatan Barelang, tetapi menjadiPulau ini awalnya dikenal sebagai bagian dari kawasan industri yang terhubung dengan Pulau Batam melalui serangkaian Jembatan Barelang, tetapi menjadi
ITTELKOM PWTITTELKOM PWT Pemahaman mengenai ruang tidak lagi didasarkan pada batasan fisik seperti dinding atau langit-langit. Namun, ruang dapat terbentuk melalui proses kreatifPemahaman mengenai ruang tidak lagi didasarkan pada batasan fisik seperti dinding atau langit-langit. Namun, ruang dapat terbentuk melalui proses kreatif
Useful /
USMUSM Dengan beralihnya fungsi lahan di Kecamatan Pringapus tidak memberikan perubahan lingkungan bagi masyarakat Pringapus. Hal ini dapat dilihat dari caraDengan beralihnya fungsi lahan di Kecamatan Pringapus tidak memberikan perubahan lingkungan bagi masyarakat Pringapus. Hal ini dapat dilihat dari cara
UNYUNY Stasiun bumi adalah elemen vital dalam jaringan komunikasi satelit. Fungsi stasiun bumi adalah untuk mentransmisikan/menerima informasi ke/dari satelitStasiun bumi adalah elemen vital dalam jaringan komunikasi satelit. Fungsi stasiun bumi adalah untuk mentransmisikan/menerima informasi ke/dari satelit
UMSUMS Hasil ini mengungkapkan kekurangan program intervensi sebelumnya dan menekankan kebutuhan untuk mendukung praktik konservasi jangka panjang melalui dukunganHasil ini mengungkapkan kekurangan program intervensi sebelumnya dan menekankan kebutuhan untuk mendukung praktik konservasi jangka panjang melalui dukungan
UMSUMS The Normalized Difference Salinity Index (NDSI) is used to detect soil salinity aspects using remote sensing techniques. Satellite-derived NDSI indicesThe Normalized Difference Salinity Index (NDSI) is used to detect soil salinity aspects using remote sensing techniques. Satellite-derived NDSI indices