SUBSETSUBSET

The Indonesian Journal of Computer Science ResearchThe Indonesian Journal of Computer Science Research

Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS) merupakan kunci peningkatan efisiensi operasional dan mutu layanan. Wawancara dengan pengguna di unit rekam medis RS Bhayangkara Nganjuk mengungkap kendala seperti inkonsistensi data, kegagalan tampilan informasi, dan kesulitan penyusunan laporan. Penelitian ini mengevaluasi keberhasilan implementasi SIMRS sekaligus mengidentifikasi determinannya menggunakan model Human-Organization-Technology Fit (HOT-FIT). Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, studi literatur, dan kuesioner HOT-FIT pada 420 pengguna (sampel ditentukan dengan rumus Slovin). Analisis—dijalankan dengan SPSS—mencakup uji validitas, reliabilitas (Cronbachs Alpha 0,984), uji t, uji F, dan koefisien determinasi. Ketujuh variabel HOT-FIT berpengaruh signifikan terhadap keberhasilan sistem, dengan R² 0,879 yang menunjukkan 87,9% variabilitas keberhasilan dapat dijelaskan oleh model. Hasil ini menegaskan bahwa implementasi SIMRS tergolong berhasil namun tetap memerlukan peningkatan pada mutu sistem, mutu informasi, mutu layanan, intensitas penggunaan, kepuasan pengguna, dan dukungan organisasi.

Berdasarkan hasil analisis data, penerapan SIMRS Khanza di Rumah Sakit Bhayangkara Nganjuk pada Januari 2025 menunjukkan performa yang cukup baik.Nilai koefisien determinasi (R² = 0,879) menunjukkan bahwa 87,9% variasi dalam keberhasilan implementasi sistem dapat dijelaskan oleh variabel-variabel independen yang diuji.Hanya kualitas informasi terhadap kepuasan pengguna dan lingkungan organisasi terhadap keberhasilan sistem yang berpengaruh signifikan secara statistik.Disarankan agar manajemen rumah sakit memberi perhatian khusus pada penguatan kualitas informasi dan lingkungan organisasi.

Berdasarkan temuan penelitian ini, terdapat beberapa arah penelitian lanjutan yang dapat dieksplorasi. Pertama, penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk menginvestigasi dampak pelatihan khusus bagi pengguna SIMRS terhadap peningkatan kualitas informasi yang dihasilkan, dengan fokus pada bagaimana pelatihan yang tepat dapat meminimalkan inkonsistensi data dan meningkatkan akurasi informasi. Kedua, perlu dilakukan studi mendalam mengenai peran kepemimpinan dalam menciptakan lingkungan organisasi yang mendukung implementasi SIMRS, termasuk bagaimana gaya kepemimpinan yang transformasional dapat mendorong adopsi teknologi dan meningkatkan kepuasan pengguna. Ketiga, penelitian kuantitatif dapat dilakukan untuk menguji hubungan antara intensitas penggunaan SIMRS dengan indikator kinerja rumah sakit, seperti tingkat kepuasan pasien dan efisiensi operasional, guna mengidentifikasi potensi optimalisasi sistem dalam meningkatkan kualitas layanan kesehatan secara keseluruhan. Dengan menggali lebih dalam aspek-aspek ini, diharapkan dapat diperoleh pemahaman yang lebih komprehensif mengenai faktor-faktor yang memengaruhi keberhasilan implementasi SIMRS dan memberikan rekomendasi yang lebih spesifik untuk peningkatan kinerja rumah sakit.

  1. Aksara: Jurnal Ilmu Pendidikan Nonformal. aksara jurnal ilmu pendidikan nonformal issn print peer reviewed... ejurnal.pps.ung.ac.id/index.php/AksaraAksara Jurnal Ilmu Pendidikan Nonformal aksara jurnal ilmu pendidikan nonformal issn print peer reviewed ejurnal pps ung ac index php Aksara
  2. Analisa Kualitas Website SMK Negeri 1 Mandor Terhadap Kepuasan Pengguna Dengan Metode Webqual 4.0 | Bulletin... doi.org/10.47065/bulletincsr.v3i1.207Analisa Kualitas Website SMK Negeri 1 Mandor Terhadap Kepuasan Pengguna Dengan Metode Webqual 4 0 Bulletin doi 10 47065 bulletincsr v3i1 207
Read online
File size554.56 KB
Pages11
DMCAReport

Related /

ads-block-test