STIKESMEDISTRA INDONESIASTIKESMEDISTRA INDONESIA

Jurnal Ayurveda Medistra: Jurnal Ilmiah KesehatanJurnal Ayurveda Medistra: Jurnal Ilmiah Kesehatan

Pornografi merupakan salah satu perilaku negatif yang dilakukan remaja akibat kemudahan mengakses konten pornografi serta tingginya rasa ingin tahu mereka; perilaku mengakses situs pornografi masih perlu mendapat perhatian karena kebiasaan tersebut dapat menimbulkan dampak negatif. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan perilaku siswa SDN 005 Sungai Kunjang dalam mengakses situs pornografi. Pendekatan yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan desain studi kasus, yang dilaksanakan melalui wawancara mendalam dan observasi. Sampel penelitian terdiri dari enam informan di SDN 005 Sungai Kunjang Samarinda yang dipilih dengan teknik purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa mulai mengakses pornografi pada usia dini. Faktor predisposisi meliputi kurangnya pengetahuan, rasa ingin tahu yang tinggi, dan sikap positif yang membentuk perilaku mengakses pornografi. Faktor pendukung mencakup akses yang dipicu oleh rasa ingin tahu serta kurangnya pemanfaatan waktu luang secara tepat, sementara bimbingan orang tua dan sekolah belum memberikan batasan yang memadai. Faktor penggerak menyoroti pengaruh kuat teman sebaya, dengan harapan guru terus memberikan bimbingan untuk mencegah pornografi di lingkungan sekolah. Keberadaan faktor predisposisi, pendukung, dan penggerak tersebut memengaruhi terjadinya perilaku mengakses situs pornografi. Diharapkan orang tua dan sekolah dapat memperbaiki kebijakan serta bimbingan untuk mencegah akses pornografi, dan siswa diharapkan menaati arahan serta bimbingan tersebut.

Penelitian mengidentifikasi tiga faktor utama yang memengaruhi perilaku siswa SDN 005 Sungai Kunjang dalam mengakses situs pornografi, yaitu faktor predisposisi berupa kurangnya pengetahuan dan sikap terhadap pornografi, faktor pendukung yang terkait dengan lingkungan sosial dan penggunaan waktu yang tidak terstruktur, serta faktor penggerak berupa pengaruh teman sebaya.Meskipun terdapat kolaborasi antara sekolah, guru, dan orang tua, masih terdapat siswa yang terus mengakses pornografi, menandakan bahwa bimbingan yang ada belum cukup efektif.Oleh karena itu, diperlukan upaya bimbingan berkelanjutan yang lebih intensif untuk mengurangi perilaku tersebut.

Penelitian lanjutan dapat meneliti efektivitas program literasi digital berbasis sekolah dalam menurunkan frekuensi akses pornografi pada siswa kelas lima dan enam, dengan mengukur perubahan pengetahuan, sikap, dan perilaku sebelum serta sesudah intervensi. Selanjutnya, penting untuk menyelidiki peran pengaruh teman sebaya dibandingkan dengan pengawasan orang tua dalam menentukan intensitas akses situs pornografi di kalangan remaja awal, sehingga dapat diidentifikasi faktor sosial yang paling dominan. Selain itu, dapat dikembangkan dan diuji sebuah intervensi komunitas yang melibatkan guru, orang tua, dan tenaga kesehatan dalam memberikan pendidikan tentang kontrol diri serta bahaya konten pornografi, dengan menilai dampaknya terhadap peningkatan kesadaran dan penurunan perilaku mengakses. Penelitian-penelitian tersebut diharapkan memberikan landasan empiris bagi kebijakan pendidikan dan kesehatan yang lebih terintegrasi, serta membantu menciptakan lingkungan belajar yang aman dan mendukung perkembangan moral siswa. Dengan pendekatan metodologis campuran antara survei kuantitatif dan wawancara mendalam, hasilnya dapat memberikan gambaran komprehensif mengenai dinamika faktor-faktor yang memengaruhi perilaku tersebut. Implementasi hasil penelitian diharapkan memperkuat kolaborasi antara sekolah, keluarga, dan lembaga kesehatan dalam upaya pencegahan pornografi di usia dini. Akhirnya, studi longitudinal dapat memantau perubahan perilaku siswa selama beberapa tahun untuk menilai keberlanjutan efek intervensi yang diterapkan.

Read online
File size782.34 KB
Pages6
DMCAReport

Related /

ads-block-test