STIKESMEDISTRA INDONESIASTIKESMEDISTRA INDONESIA

Jurnal Ayurveda Medistra: Jurnal Ilmiah KesehatanJurnal Ayurveda Medistra: Jurnal Ilmiah Kesehatan

Isu kesehatan sekarang ini terkait dengan tingginya angka prevalensi merokok. Awal mula remaja merokok adalah dorongan ingin mencoba, sedangkan kebiasaan merokok terjadi akibat ketidaktahuan yang memadai mengenai risiko merokok. Studi ini bertujuan mengidentifikasi gambaran fenomenologi tentang faktor-faktor yang memengaruhi perilaku merokok di kalangan pelajar SMK Negeri 1 Samarinda. Jenis penelitian ini adalah kualitatif dengan desain fenomenologi. Penelitian dilakukan dengan wawancara mendalam dan observasi. Sampel penelitian berjumlah 7 informan SMK 1 Samarinda yang ditentukan dengan teknik purposive sampling. Pada faktor predisposisi, remaja sekolah memiliki pengetahuan dan sikap yang rendah tentang merokok sehingga terbentuknya perilaku merokok. Pada faktor pemungkin, remaja sekolah mendapat uang saku yang dipergunakan untuk membeli rokok serta awal mula merokok pada saat duduk dibangku SMP dengan dikenalkan langsung oleh teman sebaya dan beranggapan bahwa iklan rokok tidak mempengaruhi remaja sekolah untuk merokok. Pada faktor penguat, orang-orang terdekat (keluarga dan guru) mengetahui dan melakukan teguran bila remaja sekolah merokok, sementara teman sebaya mengabaikan perilaku tersebut. Terdapat faktor pendahulu, pemicu, dan pengokoh yang berperan dalam munculnya kebiasaan merokok di kalangan remaja. Diharapkan guru dan wali murid memperketat aturan serta sarana yang berhubungan dengan rokok di lingkungan sekolah dan memberikan bantuan kepada remaja agar berhenti merokok. Remaja diharapkan dapat mengikuti seluruh kegiatan program kesehatan dengan upaya mengurangi kebiasaan merokok.

Berdasarkan hasil wawancara, perilaku merokok pada remaja sekolah dipengaruhi oleh faktor predisposisi berupa kurangnya pengetahuan tentang bahaya merokok, faktor pemungkin berupa ketersediaan uang saku untuk membeli rokok, dan faktor penguat berupa teguran dari orang terdekat namun diabaikan oleh teman sebaya.Perilaku merokok seringkali dimulai sejak duduk di bangku SMP dan dikenalkan oleh teman sebaya.Diharapkan adanya peningkatan kesadaran dan pengawasan terhadap perilaku merokok pada remaja, serta dukungan dari lingkungan sekitar untuk membantu mereka berhenti merokok.

Berdasarkan penelitian ini, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk mengidentifikasi efektivitas program intervensi berbasis sekolah dalam mencegah perilaku merokok pada remaja, dengan fokus pada pendekatan yang melibatkan peran aktif orang tua dan teman sebaya. Kedua, penelitian kuantitatif dapat dilakukan untuk menguji hubungan antara faktor-faktor sosial ekonomi, lingkungan keluarga, dan paparan iklan rokok terhadap prevalensi merokok pada remaja di berbagai wilayah. Ketiga, penelitian kualitatif mendalam dapat dilakukan untuk mengeksplorasi pengalaman dan motivasi remaja dalam memulai dan mempertahankan perilaku merokok, serta faktor-faktor yang memfasilitasi atau menghambat upaya mereka untuk berhenti merokok. Dengan menggabungkan hasil dari penelitian-penelitian ini, diharapkan dapat diperoleh pemahaman yang komprehensif tentang kompleksitas perilaku merokok pada remaja dan dikembangkan strategi pencegahan yang lebih efektif dan berkelanjutan.

Read online
File size256.73 KB
Pages5
DMCAReport

Related /

ads-block-test