DHARMAWANGSADHARMAWANGSA
SABILARRASYAD: Jurnal Pendidikan dan Ilmu KependidikanSABILARRASYAD: Jurnal Pendidikan dan Ilmu KependidikanTujuan penelitian ini adalah (1) untuk mengetahui metode dan proses pembelajaran di Mahadal Ulum Diniyyah Islamiyyah Samalanga dalam menghadapi tantangan zaman, (2) untuk mengidentifikasi faktor-faktor pendukung dan penghambat pembelajaran di pesantren Mahadal Ulum Diniyyah Islamiyyah Samalanga. Sesuai dengan permasalahan dan tujuan penelitian, penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Pengumpulan data menggunakan metode wawancara dan observasi. Ketiga teknik ini menyediakan data dan informasi yang diperlukan serta dapat saling mendukung dan melengkapi. Observasi dilakukan secara langsung pada saat kegiatan pengajaran di pondok pesantren. Wawancara dilakukan dengan berbagai pemangku kepentingan seperti santri, pengurus pondok pesantren dan tenaga pengajar, serta dengan pihak-pihak yang terkait mantan lulusan sekolah Islam MUDI.
Berdasarkan hasil pembahasan di atas dapat kita ambil beberapa kesimpulan, yaitu.Sistem yang diterapkan di Mahadal Ulum Diniyyah Islamiyyah Samalanga adalah sistem pembelajaran kitab klasik (turats) selama tiga tahun.Setelah itu diberi pilihan untuk melanjutkan pengkajian kitab kuning atau bisa juga dibarengi dengan kursus formal sarjana dan pascasarjana, serta kursus informal yaitu Mahad Aly.Kendala yang dihadapi adalah minimnya sarana dan prasarana pengajaran, minimnya perhatian pemerintah dalam mengatur dan membiayai pengelolaan pondok pesantren, dan rendahnya bayaran yang dibebankan kepada peserta didik.Manajemen asrama yang terbuka, sumber daya pengajaran yang dinamis dan berkualitas, lokasi asrama yang strategis dan guru yang sangat sesuai.
Untuk mengembangkan pesantren, kita perlu memperhatikan kebutuhan peserta magang Islam di seluruh dunia agar proses pembentukan akhlak dapat berjalan dengan lancar. Pemerintah juga perlu lebih memperhatikan dana untuk santri, baik berupa biaya materi maupun lainnya. Selain itu, penting untuk mengembangkan strategi pemasaran jasa pendidikan pada pondok pesantren agar dapat menarik lebih banyak peserta didik dan meningkatkan kualitas pendidikan. Dengan demikian, pesantren dapat terus berkembang dan berperan dalam menghadapi tantangan era globalisasi.
| File size | 498.08 KB |
| Pages | 9 |
| DMCA | Report |
Related /
STAIM PROBOLINGGOSTAIM PROBOLINGGO Kedua, upaya Kiai dalam membentuk sikap moderasi santri melibatkan pengkajian kitab kuning dan penekanan pada kurikulum. Ketiga, implementasi kepemimpinanKedua, upaya Kiai dalam membentuk sikap moderasi santri melibatkan pengkajian kitab kuning dan penekanan pada kurikulum. Ketiga, implementasi kepemimpinan
MALAHAYATIMALAHAYATI Implementasi teknologi informasi memberikan dampak positif signifikan pada manajemen kesehatan, meningkatkan efisiensi operasional sebesar 20% serta kualitasImplementasi teknologi informasi memberikan dampak positif signifikan pada manajemen kesehatan, meningkatkan efisiensi operasional sebesar 20% serta kualitas
MALAHAYATIMALAHAYATI Dari hasil penyaringan, delapan artikel terpilih dianalisis menggunakan instrumen Joanna Briggs Institute untuk menilai kualitas dan metodologi. TemuanDari hasil penyaringan, delapan artikel terpilih dianalisis menggunakan instrumen Joanna Briggs Institute untuk menilai kualitas dan metodologi. Temuan
MALAHAYATIMALAHAYATI Studi ini bertujuan mengkaji hubungan antara sanitasi lingkungan dan kejadian ISPA balita melalui tinjauan literatur. Metode yang digunakan adalah literatureStudi ini bertujuan mengkaji hubungan antara sanitasi lingkungan dan kejadian ISPA balita melalui tinjauan literatur. Metode yang digunakan adalah literature
MALAHAYATIMALAHAYATI Sementara itu aktifitas fisik termasuk dalam faktor risiko, namun tidak menunjukkan hubungan yang signifikan secara statistik (p>0,05). Kesimpulan dariSementara itu aktifitas fisik termasuk dalam faktor risiko, namun tidak menunjukkan hubungan yang signifikan secara statistik (p>0,05). Kesimpulan dari
MALAHAYATIMALAHAYATI Temuan ini memperkuat model Job Demands–Resources (JD-R) yang menekankan bahwa tuntutan kerja berlebih tanpa dukungan organisasi yang memadai dapat memicuTemuan ini memperkuat model Job Demands–Resources (JD-R) yang menekankan bahwa tuntutan kerja berlebih tanpa dukungan organisasi yang memadai dapat memicu
MALAHAYATIMALAHAYATI Studi literatur ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara durasi dan intensitas penggunaan gadget dengan kejadian speech delay serta faktor risikoStudi literatur ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara durasi dan intensitas penggunaan gadget dengan kejadian speech delay serta faktor risiko
UNIMEDUNIMED Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah tes uraian materi permutasi yang dianalisis berdasarkan delapan kategori kesalahan Watson.Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah tes uraian materi permutasi yang dianalisis berdasarkan delapan kategori kesalahan Watson.
Useful /
UNIKSUNIKS Di sepanjang jalan Brawijaya banyak dilewati oleh kendaraan berat karena jalan ini merupakan salah satu jalan yang dibuka untuk dilintasi kendaraan beratDi sepanjang jalan Brawijaya banyak dilewati oleh kendaraan berat karena jalan ini merupakan salah satu jalan yang dibuka untuk dilintasi kendaraan berat
UNIKSUNIKS 818 kendaraan ringan, 6 bus kecil, 15 bus besar, 761 truk 2‑as, 584 truk 3‑as, dan 32 truk 4‑as, menghasilkan total 4. Perhitungan faktor lalu‑lintas818 kendaraan ringan, 6 bus kecil, 15 bus besar, 761 truk 2‑as, 584 truk 3‑as, dan 32 truk 4‑as, menghasilkan total 4. Perhitungan faktor lalu‑lintas
UNHJAMBIUNHJAMBI Kekerasan pada remaja merupakan masalah sosial yang berdampak negatif terhadap perkembangan mental dan emosional remaja serta ketertiban sosial. PemerintahKekerasan pada remaja merupakan masalah sosial yang berdampak negatif terhadap perkembangan mental dan emosional remaja serta ketertiban sosial. Pemerintah
UNIMEDUNIMED Dari penjelasan per indikator diatas dapat disimpulkan bahwa peserta didik memiliki motivasi baik, tekun dalam menghadapi tugas sebesar 73,47%. MotivasiDari penjelasan per indikator diatas dapat disimpulkan bahwa peserta didik memiliki motivasi baik, tekun dalam menghadapi tugas sebesar 73,47%. Motivasi