UNIMALUNIMAL

Jurnal AgriumJurnal Agrium

Deforestasi merupakan isu utama dalam pengelolaan hutan tropis yang berimplikasi langsung terhadap keberlanjutan ekosistem dan kesejahteraan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perubahan penutupan lahan hutan dan perhitungan laju deforestasi di Kabupaten Bireuen sebagai kawasan hutan lindung yang mengalami tekanan perubahan tutupan lahan periode 2020–2024 dengan menggunakan sistem informasi geografis. Data yang digunakan berupa data sekunder penutupan lahan tahun 2020 dan 2024, serta peta batas administrasi Kabupaten Bireuen dari BPKH XVIII Aceh. Analisis dilakukan dengan metode overlay intersect untuk mengidentifikasi perubahan luas hutan dalam menghitung laju deforestasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa selama periode 2020–2024 terjadi kehilangan tutupan hutan sebesar 579,39 hektar per tahun, dengan laju deforestasi rata-rata 0,92% per tahun. Angka ini mengindikasikan tingkat kehilangan hutan yang cukup signifikan dan berpotensi menimbulkan degradasi lingkungan dalam jangka panjang. Oleh karena itu, diperlukan penguatan kebijakan perlindungan hutan, peningkatan peran masyarakat dalam pengelolaan hutan, serta penerapan strategi pemanfaatan lahan yang berkelanjutan guna menekan laju deforestasi di Kabupaten Bireuen.

Analisis overlay data penutupan lahan tahun 2020 dan 2024 menunjukkan bahwa luas hutan di Kabupaten Bireuen mengalami penurunan sebesar 2.317,55 ha dalam kurun waktu empat tahun.Hutan primer relatif stabil, sedangkan hutan sekunder lebih rentan dengan perubahan signifikan menuju lahan terbuka dan semak belukar.Deforestasi terbesar terjadi pada Hutan Produksi Tetap (HP) dan Areal Penggunaan Lain (APL).Secara spasial, laju deforestasi tertinggi terdapat di Kecamatan Jeumpa, sementara kehilangan absolut terbesar terjadi di Kecamatan Peudada, Juli, Pandrah, dan Simpang Mamplam.Meskipun persentase deforestasi tahunan relatif kecil, dampaknya signifikan terhadap keberlanjutan ekosistem jika tren kehilangan hutan terus berlanjut.

Penelitian lanjutan dapat fokus pada dampak perubahan iklim terhadap dinamika deforestasi di Kabupaten Bireuen, khususnya pada kawasan hutan sekunder yang rentan. Selain itu, studi tentang efektivitas pengelolaan kawasan hutan melalui pendekatan komunitas dengan model pengelolaan berbasis konservasi dan pemberdayaan ekonomi lokal sangat penting. Terakhir, penelitian juga perlu mengevaluasi kontribusi teknologi pemantauan berbasis satelit dan Sistem Informasi Geografis (SIG) dalam deteksi dini perubahan tutupan lahan serta pengembangan kebijakan adaptif untuk mengurangi tekanan alih fungsi lahan di kawasan hutan. Ketiga arah penelitian ini dapat membantu memperkuat strategi pengelolaan hutan berkelanjutan di wilayah tersebut.

Read online
File size1.57 MB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test