STAI MASSTAI MAS
JIPSKi: Jurnal Ilmu Pendidikan dan Studi KeislamanJIPSKi: Jurnal Ilmu Pendidikan dan Studi KeislamanPernikahan beda agama tidak lagi menjadi isu baru dan sampai sekarang masih menarik untuk dikaji. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kepustakaan. Sementara model penelitiannya berupa penelitian kualitatif dan menggunakan metode analisis-komparatif untuk analisis data. Setelah melakukan analisis diperoleh kesimpulan bahwa sumber penafsiran yang digunakan oleh Muhammadiyah ketika menafsirkan ayat-ayat tentang pernikahan beda agama meliputi: Alquran, hadis, riwayat sahabat serta tabiin, akal (nalar-ijtihad), kitab-kitab tafsir terdahulu, dan kitab fiqh. Metode penafsiran yang digunakan oleh Muhammadiyah adalah metode tematik dengan corak al‑adab al‑ijtimai (sosial‑kemasyarakatan). Sementara validitas penafsiran terhadap ayat‑ayat pernikahan beda agama setelah diuji dengan tiga teori kebenaran maka diperoleh hasil: 1) Menurut teori koherensi penafsiran Muhammadiyah dianggap tidak benar karena tidak konsisten dalam menyampaikan proposisi‑proposisi melalui logika pemikirannya serta tidak konsisten antara pendekatan kontekstual yang digunakan dalam penafsiran yang dijelaskan pada “Kata Pengantar dengan praktik penafsirannya. 2) Berdasarkan teori korespondensi Muhammadiyah dianggap kurang dalam mengaplikasikan teori tersebut. 3) Sementara menurut teori pragmatisme penafsiran Muhammadiyah dianggap tidak benar karena tidak dapat memberikan jawaban atas persoalan yang dihadapi oleh masyarakat Indonesia saat ini.
Penafsiran Muhammadiyah terhadap ayat‑ayat pernikahan beda agama menggunakan sumber Alquran, hadis, riwayat sahabat dan tabiin, akal (ijtihad), kitab tafsir terdahulu, serta fiqh, dengan metode tematik bercorak al‑adab al‑ijtimai.Evaluasi validitas melalui teori koherensi menunjukkan ketidakkonsistenan antara pendekatan kontekstual yang diklaim dan praktik penafsiran yang diterapkan.Selain itu, menurut teori korespondensi dan pragmatisme, penafsiran tersebut kurang sesuai dengan realitas sosial dan tidak memberikan solusi praktis bagi masalah pernikahan beda agama di Indonesia.
Untuk memperdalam kajian tentang pernikahan beda agama, pertama diperlukan penelitian empiris yang mengkaji sikap dan pengalaman pasangan Muslim‑non‑Muslim di Indonesia serta menilai sejauh mana temuan tafsir Muhammadiyah mencerminkan realitas sosial mereka. Kedua, sebaiknya dilakukan perbandingan tafsir tematik tentang pernikahan beda agama yang dihasilkan oleh organisasi Islam lain di Indonesia, seperti Nahdlatul Ulama atau PERSIS, guna mengidentifikasi variasi metodologis dan interpretatif serta faktor‑faktor yang memengaruhi perbedaan tersebut. Ketiga, peneliti dapat mengembangkan kerangka yurisprudensi kontekstual yang mengintegrasikan perspektif hak asasi manusia kontemporer dengan sumber‑sumber Islam tradisional, menggunakan pendekatan interdisipliner dari ilmu hukum, sosiologi, dan teologi, untuk menawarkan solusi yang lebih relevan dan aplikatif bagi masyarakat Indonesia dalam menangani isu pernikahan beda agama.
| File size | 630.33 KB |
| Pages | 18 |
| DMCA | Report |
Related /
UIIIUIII Proses sekuritisasi ini menyebabkan peminggiran ekspresi keagamaan yang sangat bergantung pada legitimasi diskursif oleh aktor negara dan lembaga IslamProses sekuritisasi ini menyebabkan peminggiran ekspresi keagamaan yang sangat bergantung pada legitimasi diskursif oleh aktor negara dan lembaga Islam
IAIN MADURAIAIN MADURA Dengan memanfaatkan Islam sebagai alat politik, pemerintahan ini telah memupuk nasionalisme sambil menekan gerakan Islamis dan konservatif. MenggunakanDengan memanfaatkan Islam sebagai alat politik, pemerintahan ini telah memupuk nasionalisme sambil menekan gerakan Islamis dan konservatif. Menggunakan
JURNALSYNTAXADMIRATIONJURNALSYNTAXADMIRATION Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi mediasi sebagai salah satu metode penyelesaian sengketa memberikan keadilan yang setara bagi kedua belahHasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi mediasi sebagai salah satu metode penyelesaian sengketa memberikan keadilan yang setara bagi kedua belah
STAINIDAELADABISTAINIDAELADABI Penelitian ini berbentuk kualitatif dengan pendekatan narasi biografis. Peneliti mengekspolasi referensi terkait biografi tiga tokoh tersebut untuk menemukanPenelitian ini berbentuk kualitatif dengan pendekatan narasi biografis. Peneliti mengekspolasi referensi terkait biografi tiga tokoh tersebut untuk menemukan
UINSATUUINSATU Namun demikian, terdapat pula serangkaian kisah rekonsiliasi antarkeduanya. Artikel ini mendiskusikan peluang dan tantangan dalam mendamaikan kedua kelompokNamun demikian, terdapat pula serangkaian kisah rekonsiliasi antarkeduanya. Artikel ini mendiskusikan peluang dan tantangan dalam mendamaikan kedua kelompok
ALJAMIAHALJAMIAH Beberapa anggota mengambil sikap politik yang jelas, sedangkan yang lain tetap netral. Ini menimbulkan ketegangan dalam organisasi, baik di tingkat elitBeberapa anggota mengambil sikap politik yang jelas, sedangkan yang lain tetap netral. Ini menimbulkan ketegangan dalam organisasi, baik di tingkat elit
UINUIN Kehadiran wujud al-hilal merupakan sintesis kreatif atau jalan tengah antara teori ijtimak (qabl al-ghurub) dan teori visibilitas hilal atau jalan tengahKehadiran wujud al-hilal merupakan sintesis kreatif atau jalan tengah antara teori ijtimak (qabl al-ghurub) dan teori visibilitas hilal atau jalan tengah
UINUIN Munculnya pemikiran dan gagasan yang mengkritisi hukum kewarisan Islam klasik berangkat dari polemik ketentuan 2. 1 antara anak laki-laki dan perempuanMunculnya pemikiran dan gagasan yang mengkritisi hukum kewarisan Islam klasik berangkat dari polemik ketentuan 2. 1 antara anak laki-laki dan perempuan
Useful /
GOMITGOMIT Teori Respons Item (IRT), khususnya Rasch model, menawarkan metode lebih akurat untuk mengukur validitas dan reliabilitas instrumen. Studi ini mengevaluasiTeori Respons Item (IRT), khususnya Rasch model, menawarkan metode lebih akurat untuk mengukur validitas dan reliabilitas instrumen. Studi ini mengevaluasi
STAI MASSTAI MAS Teknik penelitian ini menggunakan observasi dan tes pada setiap akhir pembelajaran persiklus. Hasil dari penelitian tindakan kelas menyatakan bahwa: (1)Teknik penelitian ini menggunakan observasi dan tes pada setiap akhir pembelajaran persiklus. Hasil dari penelitian tindakan kelas menyatakan bahwa: (1)
ALJAMIAHALJAMIAH Dipercaya bahwa 100 % orang Madura adalah Muslim, sedangkan orang Kristen di Madura adalah bukan orang Madura. Hal ini mungkin benar, namun realitasnyaDipercaya bahwa 100 % orang Madura adalah Muslim, sedangkan orang Kristen di Madura adalah bukan orang Madura. Hal ini mungkin benar, namun realitasnya
ALJAMIAHALJAMIAH Dalam tulisan ini diharapkan pembaca dapat melihat secara langsung perbandingan dua pemikiran tersebut. Beberapa poin penting yang diperdebatkan adalahDalam tulisan ini diharapkan pembaca dapat melihat secara langsung perbandingan dua pemikiran tersebut. Beberapa poin penting yang diperdebatkan adalah