UNIPASUNIPAS
LocusLocusPrestasi yang dicapai oleh atlet sepak takraw kabupaten Buleleng tidak bisa dilepaskan dari peran pelatih. Pelatih dalam hal ini bertindak sebagai pemimpin dan pembina atlet dalam latihan maupun dalam pertandingan guna mencapai prestasi yang diharapkan.. Dalam penelitian ini, beberapa pokok permasalahan dapat dirumuskan yaitu : 1) bagaimanakah peran pelatih sebagai pemimpin dalam pembinaan prestasi atlet sepak takraw di Kabupaten Buleleng ?;2) bagaimanakah peran pelatih sebagai motivator dalm pembinaan atlet sepak takraw di Kabupaten Buleleng ?. Untuk menjawab permasalahan tersebut, penulis menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan maksud memperoleh gambaran yang jelas tentang . Pengambilan informan menggunakan teknik purposive sampling. Sedangkan pengumpulan datanya menggunakan teknik observasi, wawancara dan pemanfaatan dokumen. Analisis data dilakukan secara sirkuler dimana analisis dilakukan sepanjang proses penelitian,dengan tahapan ;pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, serta simpulan dan verifikasi.. Berdasarkan hasil penelitian ditemukan fakta sebagai pemimpin, adalah : memiliki jiwa kepemimpinan, memiliki pengetahuan dan keterampilan yang memadai dalam bidang olahraga sepak takraw, memiliki keseimbangan emosional terutama dalam menghadapi situasi tertekan, memiliki imajinasi dalam menemukan hal-hal baru dalm program latihan dan strategi dalam pertandingan, serta memiliki cita rasa humor yang tinggi.. Sedangkan sebagai motivaor maka seorang pelatih harus mampu melakukan hal-hal sebagai berikut : memberikan contoh-contok tentang teknik permainan sepak takraw, memberikan pujian kepada atlet anak didiknya ketika berhasil meraih prestasi, dan menghubur serta membesarkan jiwa atlet ketika mengalami kekalahan dalam suatu pertandingan.
Peran pelatih sebagai pemimpin dalam pembinaan atlet sepak takraw di Kabupaten Buleleng mencakup jiwa kepemimpinan, pengetahuan dan keterampilan teknis, keseimbangan emosional, imajinasi dalam merancang program latihan, serta humor untuk membangun kedekatan.Sebagai motivator, pelatih juga berperan penting dalam memberikan contoh teknik permainan, memuji atlet atas prestasi yang dicapai, dan menguatkan mental atlet saat menghadapi kekalahan.Kedua peran ini krusial untuk menciptakan lingkungan pembinaan yang efektif guna meningkatkan kemampuan dan semangat atlet dalam mencapai prestasi optimal di setiap pertandingan.
Penelitian ini telah memberikan pemahaman mendalam tentang peran pelatih sebagai pemimpin dan motivator dalam pembinaan atlet sepak takraw di Kabupaten Buleleng. Untuk melengkapi dan memperkaya temuan ini, ada beberapa arah penelitian lanjutan yang menarik. Pertama, akan sangat berharga untuk menginvestigasi lebih jauh bagaimana setiap aspek spesifik dari peran kepemimpinan dan motivasi pelatih benar-benar berkorelasi dengan fluktuasi prestasi atlet dalam jangka waktu yang lebih panjang. Misalnya, dapatkah kita secara lebih konkret mengidentifikasi apakah kurangnya imajinasi dalam program latihan atau cara pelatih menangani kekalahan, secara signifikan berkontribusi pada penurunan prestasi yang disebutkan dalam latar belakang penelitian? Pertanyaan ini bisa dijawab melalui studi kuantitatif atau studi kasus longitudinal yang lebih terstruktur. Kedua, penelitian ini dapat diperluas dengan melakukan studi komparatif. Bukan hanya di Kabupaten Buleleng, tetapi membandingkan peran pelatih dan hasilnya dengan daerah lain di Indonesia, atau bahkan cabang olahraga beregu lainnya. Pendekatan ini akan membantu mengidentifikasi praktik terbaik yang bersifat universal atau konteks-spesifik, serta mengetahui faktor-faktor di luar peran pelatih yang turut memengaruhi keberhasilan pembinaan. Ketiga, meskipun penelitian ini melibatkan wawancara dengan atlet, akan sangat informatif untuk mendalami perspektif atlet secara lebih rinci. Bagaimana atlet secara pribadi merasakan dan merespons berbagai gaya kepemimpinan dan teknik motivasi dari pelatih? Memahami secara mendalam preferensi atlet terhadap metode kepelatihan tertentu akan memberikan wawasan berharga untuk pengembangan program pelatihan yang lebih personal dan efektif, sekaligus memperkuat hubungan antara pelatih dan atlet. Saran-saran penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi lebih lanjut dalam memahami kompleksitas pembinaan atlet dan peningkatan prestasi olahraga.
| File size | 444.41 KB |
| Pages | 15 |
| DMCA | Report |
Related /
UNIPASUNIPAS Faktor pendukung meliputi sumber daya yang memadai, manajemen sekolah yang baik, sistem user friendly, dan kerjasama antar pihak. Dampak positif termasukFaktor pendukung meliputi sumber daya yang memadai, manajemen sekolah yang baik, sistem user friendly, dan kerjasama antar pihak. Dampak positif termasuk
UINMADURAUINMADURA Komunikasi adalah suatu proses di mana pesan dikomunikasikan dan memiliki berbagai arti di antara dua orang. 35% komunikasi berasal dari komunikasi verbalKomunikasi adalah suatu proses di mana pesan dikomunikasikan dan memiliki berbagai arti di antara dua orang. 35% komunikasi berasal dari komunikasi verbal
UINMADURAUINMADURA Dengan pengertian bahwa, mereka secara memposisikan Al-Quran dalam kehidupan praktis di luar tekstualnya. Dengan berlandaskan keyakinan adanya fadhilahDengan pengertian bahwa, mereka secara memposisikan Al-Quran dalam kehidupan praktis di luar tekstualnya. Dengan berlandaskan keyakinan adanya fadhilah
PUSTAKAGALERIMANDIRIPUSTAKAGALERIMANDIRI Minimnya pengetahuan mengenai pencegahan cedera di kalangan atlet junior sering kali menyebabkan cedera berulang yang berdampak negatif terhadap performaMinimnya pengetahuan mengenai pencegahan cedera di kalangan atlet junior sering kali menyebabkan cedera berulang yang berdampak negatif terhadap performa
STIATA BALONGSTIATA BALONG Disiplin yang baik mencerminkan besarnya rasa tanggung jawab seseorang terhadap tugas-tugasnya yang diberikan kepadanya. Hal ini mendorong gairah kerja,Disiplin yang baik mencerminkan besarnya rasa tanggung jawab seseorang terhadap tugas-tugasnya yang diberikan kepadanya. Hal ini mendorong gairah kerja,
UNSIKAUNSIKA Berdasarkan evaluasi, seluruh peserta pelatihan mampu menggambar teknik dengan aplikasi SOLIDWORKS dengan baik, menunjukkan peningkatan keterampilan yangBerdasarkan evaluasi, seluruh peserta pelatihan mampu menggambar teknik dengan aplikasi SOLIDWORKS dengan baik, menunjukkan peningkatan keterampilan yang
UNIPASUNIPAS Salah satu penghambat dalam hal pendidikan yakni masalah ekonomi yang menyebabkan ketidakmampuan orang tua dalam memenuhi kebutuhan sekolah anak. SebagaiSalah satu penghambat dalam hal pendidikan yakni masalah ekonomi yang menyebabkan ketidakmampuan orang tua dalam memenuhi kebutuhan sekolah anak. Sebagai
STIE MUTTAQIENSTIE MUTTAQIEN Penelitian ini bertujuan untuk menentukan, menjelaskan, dan menganalisis pengaruh parsial maupun simultan peran kepemimpinan dan budaya organisasi terhadapPenelitian ini bertujuan untuk menentukan, menjelaskan, dan menganalisis pengaruh parsial maupun simultan peran kepemimpinan dan budaya organisasi terhadap
Useful /
PUSTAKAGALERIMANDIRIPUSTAKAGALERIMANDIRI BUMDes Lamando Jaya memiliki potensi ekonomi yang besar dari sektor kopi, wisata alam, dan budaya lokal, namun menghadapi kendala dalam pemasaran dan promosiBUMDes Lamando Jaya memiliki potensi ekonomi yang besar dari sektor kopi, wisata alam, dan budaya lokal, namun menghadapi kendala dalam pemasaran dan promosi
PUSTAKAGALERIMANDIRIPUSTAKAGALERIMANDIRI Posyandu terintegrasi adalah posyandu yang memberikan layanan kesehatan terintegrasi secara serentak atau terjadwal setiap bulan. Layanan ini ditujukanPosyandu terintegrasi adalah posyandu yang memberikan layanan kesehatan terintegrasi secara serentak atau terjadwal setiap bulan. Layanan ini ditujukan
UNSIKAUNSIKA Pendistribusian air dibagi menjadi 4 kelompok blok yang dilakukan dengan mekanisme penambahan 4 ball valve sebagai sistem pendistribusian. Penambahan 4Pendistribusian air dibagi menjadi 4 kelompok blok yang dilakukan dengan mekanisme penambahan 4 ball valve sebagai sistem pendistribusian. Penambahan 4
UNIPASUNIPAS Terpenuhinya kebutuhan gizi pasien dengan menu makanan yang sehat dan bergizi akan sangat membantu proses kesembuhan pasien. Untuk itu manajemen yang baikTerpenuhinya kebutuhan gizi pasien dengan menu makanan yang sehat dan bergizi akan sangat membantu proses kesembuhan pasien. Untuk itu manajemen yang baik