UNIVET BANTARAUNIVET BANTARA
Keraton: Journal of History Education and CultureKeraton: Journal of History Education and CulturePenelitian ini mengeksplorasi ketidakhadiran sejarah konflik Aceh dalam kurikulum sejarah nasional Indonesia dan implikasinya bagi penguatan literasi perdamaian dalam pendidikan pasca-konflik. Meskipun nilai-nilai seperti toleransi, keragaman, dan perdamaian ditekankan dalam tujuan kurikulum nasional, penelitian ini menemukan bahwa nilai-nilai ini diajarkan secara terpisah dari narasi sejarah lokal - khususnya konflik antara Gerakan Aceh Merdeka (GAM) dan pemerintah Indonesia. Menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dan metode studi kasus, data dikumpulkan melalui analisis dokumen kurikulum, buku teks sejarah, wawancara dengan guru, dan pengamatan kelas di beberapa sekolah menengah di Aceh. Temuan mengungkapkan bahwa guru sejarah menghadapi kesenjangan pedagogis dan institusional ketika mencoba memperkenalkan konflik lokal ke dalam kelas. Kekurangan panduan pengajaran, bahan belajar, dan dukungan struktural menyebabkan praktik pengajaran generik yang menghindari topik sensitif, termasuk konflik Aceh. Akibatnya, siswa tidak memiliki akses ke pemahaman kontekstual, reflektif, dan berbasis pengalaman tentang perdamaian dan sejarah. Penelitian ini menekankan urgensi integrasi sejarah lokal dan literasi perdamaian sebagai bagian dari pendidikan rekonsiliasi dan menyerukan reformasi kurikulum untuk memposisikan pendidikan sejarah sebagai ruang pedagogis transformasional, bukan hanya normatif.
Penelitian ini menemukan bahwa sejarah konflik Aceh belum terintegrasi secara bermakna ke dalam kurikulum sejarah nasional Indonesia.Akibatnya, pendidikan sejarah di Aceh pasca-konflik tetap generik, terlepas dari realitas lokal, dan terbatas dalam kemampuan untuk menumbuhkan kesadaran sejarah kritis dan literasi perdamaian.Guru sejarah menghadapi kendala pedagogis dan institusional yang signifikan saat mencoba memperkenalkan topik lokal yang sensitif, sementara nilai-nilai terkait perdamaian sering diajarkan tanpa dasar sejarah.Ketidakkonsistenan ini melemahkan potensi transformasional pendidikan dalam memupuk rekonsiliasi dan memori kolektif di masyarakat pasca-konflik.Untuk mengatasi kesenjangan ini, penting untuk mereformasi kurikulum sejarah agar memasukkan narasi konflik lokal seperti Aceh ke dalam kerangka pendidikan perdamaian yang lebih luas.Pemerintah dan otoritas pendidikan harus menyediakan panduan pedagogis, pengembangan profesional untuk guru, dan sumber daya pengajaran yang sensitif terhadap konteks.Langkah strategis ke depan adalah mengembangkan modul literasi perdamaian berdasarkan konflik Aceh, yang mengintegrasikan narasi lokal, pengalaman sejarah, dan nilai-nilai rekonsiliasi.Modul seperti itu dapat menjembatani memori kolektif dengan pendidikan formal, menjadikan pembelajaran sejarah lebih reflektif, terkontekstualisasi, dan transformasional.
Untuk mengatasi kesenjangan dalam pendidikan sejarah dan literasi perdamaian di Aceh, penelitian ini menyarankan beberapa langkah strategis. Pertama, perlu ada reformasi kurikulum sejarah nasional yang secara eksplisit memasukkan narasi konflik lokal seperti Aceh. Pemerintah dan otoritas pendidikan harus menyediakan panduan pedagogis, pelatihan profesional untuk guru, dan sumber daya pengajaran yang sensitif terhadap konteks. Kedua, pengembangan modul literasi perdamaian yang berbasis konflik Aceh dapat menjadi jembatan antara memori kolektif dan pendidikan formal. Modul ini harus mengintegrasikan narasi lokal, pengalaman sejarah, dan nilai-nilai rekonsiliasi. Ketiga, penting untuk memanfaatkan pendekatan digital dan partisipatif dalam pendidikan literasi perdamaian. Studi kasus di Medan menunjukkan bahwa narasi perdamaian yang disajikan secara digital dan partisipatif dapat memperluas nilai-nilai toleransi di kalangan generasi muda. Dengan demikian, penelitian ini menyoroti urgensi integrasi sejarah lokal dan literasi perdamaian dalam kurikulum pendidikan, khususnya di daerah pasca-konflik seperti Aceh.
- Helsinki Memorandum of Understanding as a sluggish policy: A critical discourse analysis with process... jurnal.usk.ac.id/SiELE/article/view/28985Helsinki Memorandum of Understanding as a sluggish policy A critical discourse analysis with process jurnal usk ac SiELE article view 28985
- From Archives to the Classroom: Using Religious Archives to Promote Religious Literacy and Toleration... onlinelibrary.wiley.com/doi/10.1111/1467-9809.13074From Archives to the Classroom Using Religious Archives to Promote Religious Literacy and Toleration onlinelibrary wiley doi 10 1111 1467 9809 13074
- Why Was “Self-Government” Not Achieved in Aceh? The Challenges of Implementing a Peace Agreement... journal.scadindependent.org/index.php/jipeuradeun/article/view/789Why Was AuSelf GovernmentAy Not Achieved in Aceh The Challenges of Implementing a Peace Agreement journal scadindependent index php jipeuradeun article view 789
| File size | 379.73 KB |
| Pages | 10 |
| DMCA | Report |
Related /
FEB UMIFEB UMI Hasil ini menekankan pentingnya manajemen citra merek, strategi harga, dan kualitas pelayanan untuk meningkatkan kepuasan mahasiswa, sekaligus menegaskanHasil ini menekankan pentingnya manajemen citra merek, strategi harga, dan kualitas pelayanan untuk meningkatkan kepuasan mahasiswa, sekaligus menegaskan
FEB UMIFEB UMI Studi ini dilatarbelakangi oleh capaian kinerja lembaga yang belum optimal, terlihat dari ketidaksesuaian antara target dan realisasi kinerja, serta masihStudi ini dilatarbelakangi oleh capaian kinerja lembaga yang belum optimal, terlihat dari ketidaksesuaian antara target dan realisasi kinerja, serta masih
POLBANGTAN GOWAPOLBANGTAN GOWA Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi determinan kinerja pelatihan yang berpengaruh signifikan terhadap peningkatan kapasitas kewirausahaan pemudaPenelitian ini bertujuan mengidentifikasi determinan kinerja pelatihan yang berpengaruh signifikan terhadap peningkatan kapasitas kewirausahaan pemuda
STTABSTTAB Ajaran sesat merupakan ancaman serius yang terus berkembang dalam komunitas Kristen kontemporer sampai saat ini, terutama di tengah era digital yang memungkinkanAjaran sesat merupakan ancaman serius yang terus berkembang dalam komunitas Kristen kontemporer sampai saat ini, terutama di tengah era digital yang memungkinkan
SCADINDEPENDENTSCADINDEPENDENT Berlandaskan pada Model Biopsikososial, Model SPIRE, dan Model Heksagonal Kesehatan, desain korelasional kompleks digunakan dengan analisis regresi linierBerlandaskan pada Model Biopsikososial, Model SPIRE, dan Model Heksagonal Kesehatan, desain korelasional kompleks digunakan dengan analisis regresi linier
UNIVET BANTARAUNIVET BANTARA Kedua tempat ibadah ini mulai dibangun setelah periode ketertutupan, yaitu di tahun 2002 oleh komunitas Tionghoa Klungkung. Keberadaan Vihara Dharma RatnaKedua tempat ibadah ini mulai dibangun setelah periode ketertutupan, yaitu di tahun 2002 oleh komunitas Tionghoa Klungkung. Keberadaan Vihara Dharma Ratna
KURASINSTITUTEKURASINSTITUTE Hal ini dibuktikan dengan adanya dalil-dalil dan kisah-kisah Islami yang memperkuat teori belajar kognitivisme. Selain itu, teori ini tidak bertentanganHal ini dibuktikan dengan adanya dalil-dalil dan kisah-kisah Islami yang memperkuat teori belajar kognitivisme. Selain itu, teori ini tidak bertentangan
MINDAMASMINDAMAS Tetapi, kemudian, ide-ide pembaharuan Abdul Wahid Hasyim ada pula yang diterima dan diterapkan di Pesantren Tebuireng, salah satunya dengan mendirikanTetapi, kemudian, ide-ide pembaharuan Abdul Wahid Hasyim ada pula yang diterima dan diterapkan di Pesantren Tebuireng, salah satunya dengan mendirikan
Useful /
KURASINSTITUTEKURASINSTITUTE Dalam kegiatan ibadah, mereka melakukan kegiatan sesuai dengan ajaran Aswaja, yaitu mengutamakan sunnah Rasulullah. Masyarakat Desa Badransari hidup denganDalam kegiatan ibadah, mereka melakukan kegiatan sesuai dengan ajaran Aswaja, yaitu mengutamakan sunnah Rasulullah. Masyarakat Desa Badransari hidup dengan
IAIN GORONTALOIAIN GORONTALO Studi ini juga mengidentifikasi disparitas mencolok dalam pengaruh penulis, di mana 20 penulis teratas berkontribusi pada sebagian besar sitasi. AnalisisStudi ini juga mengidentifikasi disparitas mencolok dalam pengaruh penulis, di mana 20 penulis teratas berkontribusi pada sebagian besar sitasi. Analisis
KURASINSTITUTEKURASINSTITUTE Hasil evaluasi ahli materi dan media menunjukkan skor rata-rata di atas 87%, mengindikasikan bahwa media tersebut sangat layak. Sebelum menggunakan Wordwall,Hasil evaluasi ahli materi dan media menunjukkan skor rata-rata di atas 87%, mengindikasikan bahwa media tersebut sangat layak. Sebelum menggunakan Wordwall,
UNSIKAUNSIKA Tujuan dari pengabdian ini adalah untuk meningkatkan pemahaman dan praktik kewirausahaan, pengemasan produk, serta pemasaran online bagi kader PKK. MitraTujuan dari pengabdian ini adalah untuk meningkatkan pemahaman dan praktik kewirausahaan, pengemasan produk, serta pemasaran online bagi kader PKK. Mitra