SCADINDEPENDENTSCADINDEPENDENT

Jurnal Ilmiah PeuradeunJurnal Ilmiah Peuradeun

Penelitian ini mengkaji pengaruh prediktif spiritualitas dan kesehatan fisik terhadap depresi, kecemasan, dan stres di kalangan mahasiswa sarjana selama periode kembali penuh ke pembelajaran tatap muka pertama mereka setelah pandemi COVID-19. Berlandaskan pada Model Biopsikososial, Model SPIRE, dan Model Heksagonal Kesehatan, desain korelasional kompleks digunakan dengan analisis regresi linier berganda. Data dikumpulkan dari 1.760 mahasiswa baru dan tahun kedua yang terdaftar dalam 24 program akademik di sebuah universitas negeri di Filipina. Tiga instrumen tervalidasi—DASS-21, Skala Spiritualitas, dan Kuesioner Kesehatan Fisik—diberikan. Temuan menunjukkan bahwa spiritualitas, khususnya dimensi penemuan diri, merupakan faktor pelindung yang signifikan terhadap depresi, kecemasan, dan stres. Sebaliknya, masalah kesehatan fisik seperti gangguan tidur, masalah pencernaan, dan infeksi pernapasan merupakan faktor risiko substansial di ketiga hasil psikologis tersebut. Hasil ini menegaskan sifat multifaset kesejahteraan mental dan menyoroti pentingnya mengintegrasikan dimensi spiritual dan fisik dalam merancang intervensi kesehatan mental yang peka konteks untuk pendidikan tinggi. Penelitian ini menyumbangkan wawasan baru dari konteks Filipina ke dalam diskursus global yang berkembang tentang kesehatan mental mahasiswa dan menggarisbawahi nilai pendekatan holistik yang berakar budaya dalam mendukung kesejahteraan psikologis selama transisi akademik pascapandemi.

Penelitian ini mengonfirmasi sifat multifaset kesejahteraan mental, menyoroti peran penting spiritualitas (khususnya penemuan diri) sebagai faktor pelindung, serta masalah kesehatan fisik tertentu sebagai faktor risiko dalam memprediksi depresi, kecemasan, dan stres pada mahasiswa.Temuan ini memberikan wawasan berharga mengenai faktor-faktor tersebut selama tantangan transisi pendidikan tinggi pascapandemi COVID-19, sekaligus mendukung integrasi dimensi spiritual dan fisik dalam intervensi kesehatan mental yang peka konteks.Studi ini berkontribusi pada literatur internasional dan merekomendasikan penelitian lanjutan untuk menggabungkan variabel intelektual, emosional, dan relasional, serta menggunakan pendekatan metode campuran atau longitudinal, guna pemahaman yang lebih komprehensif.

Penelitian ini telah menunjukkan pentingnya spiritualitas dan kesehatan fisik terhadap kesehatan mental mahasiswa, namun masih banyak ruang untuk eksplorasi lebih lanjut guna mendukung kesejahteraan mereka secara lebih efektif. Salah satu arah penelitian baru yang menjanjikan adalah menyelidiki secara mendalam bagaimana program intervensi spesifik yang berfokus pada pengembangan spiritual, seperti lokakarya tentang penemuan makna hidup atau praktik refleksi diri, secara kausal memengaruhi tingkat depresi, kecemasan, dan stres pada mahasiswa. Studi ini dapat mengadopsi desain eksperimental untuk mengukur efektivitas intervensi tersebut dibandingkan dengan kelompok kontrol, memberikan bukti konkret tentang cara meningkatkan faktor pelindung ini. Selanjutnya, karena penelitian ini mengandalkan laporan diri dan dilakukan di satu universitas negeri, penelitian di masa depan dapat memperluas cakupan dengan membandingkan pengalaman kesehatan mental mahasiswa di berbagai jenis institusi, seperti universitas swasta atau komunitas adat, serta mengintegrasikan data objektif dari perangkat yang dapat dikenakan (wearable devices) untuk memantau pola tidur dan aktivitas fisik mereka. Pendekatan ini akan memberikan pemahaman yang lebih kaya dan tidak hanya subjektif. Terakhir, mengingat kuatnya peran budaya dan nilai agama di Filipina, penelitian kualitatif atau etnografi dapat mengeksplorasi bagaimana praktik spiritual dan dukungan sosial kemasyarakatan yang spesifik dalam konteks budaya lokal membentuk resiliensi mental mahasiswa. Ini akan membantu dalam merancang program dukungan yang benar-benar relevan secara budaya, melengkapi temuan kuantitatif yang ada dengan kedalaman narasi personal. Dengan demikian, kita dapat mengembangkan strategi yang lebih komprehensif dan teruji untuk mendukung kesehatan mental mahasiswa di berbagai latar belakang.

  1. Cross-sectional study of the relationship between the spiritual wellbeing and psychological health among... doi.org/10.1371/journal.pone.0249702Cross sectional study of the relationship between the spiritual wellbeing and psychological health among doi 10 1371 journal pone 0249702
  2. Longitudinal Change in Adolescent Depression and Anxiety Symptoms from before to during the COVID‐19... doi.org/10.1111/jora.12781Longitudinal Change in Adolescent Depression and Anxiety Symptoms from before to during the COVIDyAAAa19 doi 10 1111 jora 12781
  3. University students’ mental health and emotional wellbeing during the COVID-19 pandemic and ensuing... journals.sagepub.com/doi/10.1177/00812463211012219University studentsAo mental health and emotional wellbeing during the COVID 19 pandemic and ensuing journals sagepub doi 10 1177 00812463211012219
  4. Assessing the Psychological Impact of COVID-19 among College Students: An Evidence of 15 Countries |... doi.org/10.3390/healthcare9020222Assessing the Psychological Impact of COVID 19 among College Students An Evidence of 15 Countries doi 10 3390 healthcare9020222
Read online
File size431.5 KB
Pages28
DMCAReport

Related /

ads-block-test