MINDAMASMINDAMAS

INSANCITAINSANCITA

Kasus-kasus Perkosaan Anak yang Berulang di Nigeria: Suatu Isu untuk Intervensi Gereja. Dalam masyarakat Nigeria, telah terjadi peningkatan dalam kasus pemerkosaan anak dan, sebagian besar, anak perempuan tidak lagi aman. Oleh karena itu, makalah ini – menggunakan pendekatan kualitatif, tinjauan literatur, dan metode wawancara – meneliti apa yang seharusnya menjadi tanggung jawab Gereja dalam menangani masalah tersebut. Tercatat di koran bahwa jumlah kasus yang dilaporkan hanyalah puncak gunung es. Banyak yang tidak pernah dilaporkan, karena orang tua ingin melindungi anak perempuan mereka dari rasa malu terhadap stigmatisasi masyarakat, atau mungkin para korban diancam secara verbal atau fisik oleh para pelaku pemerkosaan. Namun, surat kabar itu juga mencatat bahwa Alkitab berbicara dengan tegas menentang eksploitasi seksual. Di seluruh Alkitab, hubungan seksual digambarkan sebagai kudus, ditahbiskan oleh Tuhan pada saat penciptaan, tidak untuk dimanjakan dengan sembrono, dan tentu saja tidak melibatkan kekerasan menginjak-injak hak-hak dan martabat perempuan. Namun, pemerkosaan adalah realitas endemik di zaman Alkitab. Pekerjaan itu mencatat bahwa Gereja perlu mengakui pemerkosaan anak terjadi. Makalah ini merekomendasikan bahwa Gereja memiliki tanggung jawab untuk menemukan penyembuhan bagi para korban perkosaan anak melalui pelayanan pastoral, teologis, dan dukungan pelayanan. Kemudian, mengingat masyarakat tempat kita tinggal, Gereja berhutang kepada para jamaahnya sebuah program pendidikan yang memfasilitasi kesadaran akan perkosaan dan konsekuensinya secara pribadi, psikologis, sosiologis, hukum, dan moral.

Pemerkosaan anak merupakan pelanggaran hak yang sangat serius dan harus dicegah secara tegas.gereja wajib menempatkan perlindungan anak sebagai prioritas utama sesuai ajaran Injil.Selain itu, peningkatan kondisi sosial‑ekonomi keluarga diperlukan untuk mengurangi praktik kerja anak yang meningkatkan risiko kekerasan seksual, serta memperkuat dukungan orang tua dalam melindungi anak.Gereja harus mengakui keberadaan pemerkosaan anak, menyediakan layanan pastoral dan teologis untuk penyembuhan korban, serta melaksanakan program edukasi yang meningkatkan kesadaran tentang konsekuensi pribadi, psikologis, sosiologis, hukum, dan moral dari pemerkosaan.

Penelitian selanjutnya dapat mengevaluasi efektivitas program edukasi yang diprakarsai gereja dalam meningkatkan kesadaran tentang pemerkosaan anak di berbagai wilayah Nigeria, dengan mengukur perubahan persepsi dan laporan kasus setelah intervensi. Selanjutnya, studi longitudinal diperlukan untuk meneliti hubungan antara status sosial‑ekonomi keluarga dan kerentanan anak terhadap kerja paksa serta pemerkosaan, serta bagaimana keterlibatan gereja dan LSM dapat memperbaiki kesejahteraan ekonomi dan mengurangi risiko tersebut. Akhirnya, penelitian kualitatif dapat mengkaji praktik konseling pastoral dan proses pengampunan yang diberikan gereja kepada penyintas pemerkosaan anak, guna menilai dampak psikologis jangka panjang serta mengidentifikasi model dukungan yang paling efektif bagi pemulihan korban dalam konteks komunitas gerejawi.

Read online
File size441.12 KB
Pages18
DMCAReport

Related /

ads-block-test