STKYAKOBUSSTKYAKOBUS
Jurnal Masalah Pastoral (JUMPA)Jurnal Masalah Pastoral (JUMPA)Tujuan penelitian ini adalah untuk memahami karakteristik unik Generasi Z (Gen Z) dan merumuskan strategi pastoral kategorial yang relevan dan inklusif bagi Orang Muda Katolik (OMK) di Paroki Maria Di Angkat Ke Surga dalam menghadapi tantangan individualisme dan arus modernisasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi literatur dan refleksi pastoral, yang didasarkan pada observasi partisipatif dan data sekunder dari dokumen Gereja. Temuan utama menunjukkan bahwa strategi pastoral yang efektif memerlukan harmonisasi antara kegiatan tatap muka (seperti koor dan temu kangen) dan pendampingan digital terstruktur. OMK rentan terhadap kedangkalan relasi personal dan penurunan partisipasi liturgi, sehingga komunitas yang autentik, berorientasi pada pemberdayaan, dan partisipatif (selaras dengan prinsip Christus Vivit) menjadi krusial. Model yang direkomendasikan menekankan pada pembentukan kelompok kecil untuk sharing mendalam dan mendelegasikan tanggung jawab kepada OMK sebagai subjek aktif, didukung oleh pendampingan personal dan adaptasi media digital sebagai pelengkap.
Penelitian ini menyimpulkan bahwa membangun komunitas Orang Muda Katolik (OMK) yang inklusif dan relevan bagi Generasi Z memerlukan harmonisasi strategi pastoral tatap muka dan digital untuk mengatasi individualisme serta modernisasi.OMK rentan terhadap relasi dangkal dan kurangnya partisipasi liturgi, sehingga model yang efektif harus mengedepankan otentisitas, pemberdayaan OMK sebagai subjek aktif, dan adaptasi media digital sebagai pelengkap.Meskipun ada upaya pastoral melalui kegiatan kebersamaan, keberlanjutan partisipasi OMK tetap menjadi kendala, menunjukkan perlunya transformasi peran Gereja menjadi mentor dan fasilitator yang partisipatif.
Melihat tantangan dan peluang yang terungkap dalam penelitian ini, ada beberapa arah studi lanjutan yang dapat memperkaya pemahaman kita tentang pembinaan Orang Muda Katolik (OMK) di era modern. Pertama, sangat penting untuk melakukan studi empiris yang lebih mendalam mengenai bagaimana keseimbangan antara aktivitas pastoral tatap muka dan pendampingan digital terstruktur secara spesifik memengaruhi kedalaman relasi personal dan komitmen spiritual jangka panjang di kalangan Generasi Z OMK. Penelitian ini dapat menginvestigasi jenis konten digital apa yang paling efektif dalam menumbuhkan iman otentik, serta seberapa sering interaksi langsung diperlukan untuk mencegah kedangkalan iman, dengan melibatkan metode pengukuran partisipasi dan kualitas hubungan yang lebih kuantitatif.. . Kedua, paper ini menyoroti adanya kesenjangan komunikasi dan nilai antara OMK dengan pendamping pastoral yang lebih senior. Oleh karena itu, perlu ada penelitian kualitatif mendalam yang mengeksplorasi akar penyebab gap tersebut dari sudut pandang kedua belah pihak, serta merumuskan model pelatihan pendamping yang inovatif. Model ini harus mampu menjembatani perbedaan generasi, membekali pendamping dengan keterampilan komunikasi yang relevan, dan mempromosikan pendekatan yang lebih partisipatif dan memberdayakan OMK, sehingga mereka merasa dihargai sebagai subjek aktif, bukan hanya objek.. . Terakhir, mengingat penelitian saat ini masih kuat pada refleksi pastoral dan studi literatur, studi lanjutan dapat berfokus pada pengembangan dan implementasi kerangka evaluasi program pastoral yang komprehensif. Ini termasuk mengukur tingkat retensi OMK, peningkatan keterlibatan dalam liturgi dan pelayanan sosial, serta dampak spiritual secara kuantitatif dan kualitatif melalui survei, wawancara mendalam, dan observasi partisipatif jangka panjang. Dengan data empiris yang lebih presisi, Gereja dapat menyempurnakan strategi pastoralnya agar lebih adaptif dan berkelanjutan dalam merangkul generasi muda yang dinamis ini.
- Kontekstual Sinergisitas Gereja Dan Influencer Rohani Dalam Pembangunan Spiritual Generasi “Z”... doi.org/10.37364/jireh.v4i2.102Kontekstual Sinergisitas Gereja Dan Influencer Rohani Dalam Pembangunan Spiritual Generasi AuZAy doi 10 37364 jireh v4i2 102
- Jurnal Masalah Pastoral (JUMPA). vol jumpa jurnal pastoral problems abbreviated journal published st... ojs.stkyakobus.ac.id/index.php/jumpa/issue/view/24Jurnal Masalah Pastoral JUMPA vol jumpa jurnal pastoral problems abbreviated journal published st ojs stkyakobus ac index php jumpa issue view 24
- PARTISIPASI ORANG MUDA KATOLIK DALAM KEHIDUPAN MENGGEREJA DI PAROKI SANTO YOSEF KUDANGAN | Sepakat :... doi.org/10.58374/sepakat.v6i1.65PARTISIPASI ORANG MUDA KATOLIK DALAM KEHIDUPAN MENGGEREJA DI PAROKI SANTO YOSEF KUDANGAN Sepakat doi 10 58374 sepakat v6i1 65
- Tantangan Kepemimpinan Pastoral dalam Pelayanan Gen Z di Era Digital | Jurnal Teologi Injili dan Pendidikan... doi.org/10.55606/jutipa.v3i2.533Tantangan Kepemimpinan Pastoral dalam Pelayanan Gen Z di Era Digital Jurnal Teologi Injili dan Pendidikan doi 10 55606 jutipa v3i2 533
| File size | 317.12 KB |
| Pages | 10 |
| DMCA | Report |
Related /
DWCUDWCU Spiritualitas dan nilai-nilai agama untuk pengampunan dan perdamaian. Pemimpin-pemimpin agama dalam menjembatani dialog antar agama dengan membangun rasaSpiritualitas dan nilai-nilai agama untuk pengampunan dan perdamaian. Pemimpin-pemimpin agama dalam menjembatani dialog antar agama dengan membangun rasa
STTNISTTNI Studi ini meninjau ulang Gerakan Gereja Muncul (GGM) dan implikasi teologisnya bagi gereja-gereja Injili di Indonesia melalui Ulasan Sistematis LiteraturStudi ini meninjau ulang Gerakan Gereja Muncul (GGM) dan implikasi teologisnya bagi gereja-gereja Injili di Indonesia melalui Ulasan Sistematis Literatur
STTNISTTNI Dengan demikian, penelitian ini menegaskan bahwa gereja perlu hadir secara aktif dalam menghadapi tantangan sosial melalui pendekatan pastoral yang komprehensifDengan demikian, penelitian ini menegaskan bahwa gereja perlu hadir secara aktif dalam menghadapi tantangan sosial melalui pendekatan pastoral yang komprehensif
STTNISTTNI Fenomena migrasi global menghadirkan tantangan sosial, kultural, dan pastoral yang menuntut Gereja menghidupi sinodalitas sebagai communio, partisipasi,Fenomena migrasi global menghadirkan tantangan sosial, kultural, dan pastoral yang menuntut Gereja menghidupi sinodalitas sebagai communio, partisipasi,
STTABSTTAB Game online yang dimainkan secara berlebihan berpotensi merusak nilai-nilai moral, mengganggu hubungan sosial, dan melemahkan komitmen rohani peserta didik.Game online yang dimainkan secara berlebihan berpotensi merusak nilai-nilai moral, mengganggu hubungan sosial, dan melemahkan komitmen rohani peserta didik.
STAK PESATSTAK PESAT PKM ini dilakukan melalui pendekatan langsung dengan metode observasi dan implementasi praktek. Di lokasi yang terbatas dan metode yang relatif mudah,PKM ini dilakukan melalui pendekatan langsung dengan metode observasi dan implementasi praktek. Di lokasi yang terbatas dan metode yang relatif mudah,
MANDALANURSAMANDALANURSA Namun, sikap gereja yang cenderung memisahkan diri dari budaya telah menghambat proses ini. Oleh karena itu, gereja perlu merefleksikan kembali peran budayaNamun, sikap gereja yang cenderung memisahkan diri dari budaya telah menghambat proses ini. Oleh karena itu, gereja perlu merefleksikan kembali peran budaya
MORIAHMORIAH Keduanya tidak hanya sekedar setara dalam keberbedaan, karena mereka berbeda tetapi tidak berpisah. Berbeda untuk saling melengkapi demi mewujudkan kemanusiaanKeduanya tidak hanya sekedar setara dalam keberbedaan, karena mereka berbeda tetapi tidak berpisah. Berbeda untuk saling melengkapi demi mewujudkan kemanusiaan
Useful /
STTNISTTNI Alkitab mengajarkan bahwa hubungan menuju pernikahan harus didasari kasih, kesetiaan, dan kekudusan. Media sosial bisa digunakan dengan baik jika dilakukanAlkitab mengajarkan bahwa hubungan menuju pernikahan harus didasari kasih, kesetiaan, dan kekudusan. Media sosial bisa digunakan dengan baik jika dilakukan
STTNISTTNI Dengan demikian, konsep kasih Alkitabiah sejalan dengan prinsip Kantian tentang tindakan moral yang dilakukan demi kewajiban, bukan demi keuntungan pribadi.Dengan demikian, konsep kasih Alkitabiah sejalan dengan prinsip Kantian tentang tindakan moral yang dilakukan demi kewajiban, bukan demi keuntungan pribadi.
STTNISTTNI Tulisan ini membahas signifikansi pandangan dunia Kristen bagi guru dalam konteks sekolah. Pertanyaan yang menjadi penuntunnya ialah bagaimana sepatutnyaTulisan ini membahas signifikansi pandangan dunia Kristen bagi guru dalam konteks sekolah. Pertanyaan yang menjadi penuntunnya ialah bagaimana sepatutnya
STTNISTTNI Berangkat dari metode kualitatif berbasis studi pustaka dengan pendekatan konstruktif, penelitian ini memanfaatkan gagasan technological liturgies sebagaiBerangkat dari metode kualitatif berbasis studi pustaka dengan pendekatan konstruktif, penelitian ini memanfaatkan gagasan technological liturgies sebagai