STKYAKOBUSSTKYAKOBUS

Jurnal Masalah Pastoral (JUMPA)Jurnal Masalah Pastoral (JUMPA)

Penyalahgunaan lem aibon pada kalangan anak-anak usia di bawah umur merupakan fenomena yang semakin mendapatkan perhatian karena dampaknya yang serius terhadap kesehatan fisik dan psikologis anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor penyebab yang mendasari perilaku menyimpang di kalangan anak-anak usia di bawah umur, serta mendeskripsi dampak menghirup lem aibon terhadap perkembangan anak dan upaya preventif-kuratif yang dapat dilakukan. Melalui pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode observasi, wawancara, dan dokumentasi, penelitian ini mengeksplorasi faktor-faktor internal, eksternal, dan sosial yang berkontribusi terhadap penyalahgunaan lem aibon. Informan penelitian terdiri dari sepuluh orang yang meliputi anak pengguna lem aibon, orang tua, pembina, tokoh masyarakat, dan penanggung jawab lingkungan di Kelurahan Kamundu, Kabupaten Merauke, Papua Selatan, Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor-faktor penyebab utama meliputi kurangnya pengawasan dan perhatian dari keluarga, pengaruh lingkungan dan teman sebaya, faktor ekonomi, kurangnya pemahaman tentang bahaya lem aibon, dan ketersediaan lem yang mudah diakses. Dampak yang dialami anak-anak mencakup gangguan pertumbuhan fisik, gangguan mental, dan penurunan fungsi kognitif. Upaya pencegahan dan kuratif melibatkan pendekatan holistik yang menggabungkan pembinaan keluarga, edukasi masyarakat, dukungan pastoral dari Gereja, dan kebijakan pemerintah. Penelitian menyimpulkan bahwa penanganan masalah penyalahgunaan lem aibon memerlukan kolaborasi intensif antara orang tua, masyarakat, gereja, dan pemerintah untuk melindungi anak-anak dari dampak buruk perilaku penyalahgunaan zat.

Penyalahgunaan lem aibon pada anak di bawah umur di Kelurahan Kamundu Merauke dipengaruhi oleh lima faktor utama.kurangnya pengawasan keluarga, pengaruh lingkungan dan teman sebaya, faktor ekonomi, kurangnya pemahaman bahaya, dan mudahnya akses lem.Dampaknya sangat serius, mencakup gangguan pertumbuhan fisik, gangguan mental, penurunan fungsi kognitif, serta masalah sosial seperti putus sekolah.Penanganannya memerlukan pendekatan holistik kolaboratif melibatkan keluarga, sekolah, gereja, pemerintah, dan masyarakat, dengan fokus pada peningkatan pengawasan, edukasi, kegiatan positif, serta intervensi pastoral dan rehabilitatif.

Penelitian selanjutnya dapat menyelidiki bagaimana efektivitas program intervensi holistik yang melibatkan keluarga, gereja, sekolah, dan pemerintah dalam mengurangi prevalensi penyalahgunaan lem aibon pada anak di wilayah Merauke, dengan menggunakan desain eksperimental longitudinal. Selain itu, diperlukan studi kualitatif untuk memahami persepsi teologis dan spiritual komunitas Katolik terhadap perlindungan anak dari zat adiktif, sehingga dapat dikembangkan model pendampingan pastoral yang sensitif budaya dan dapat diadaptasi di daerah pedesaan lainnya. Selanjutnya, peneliti dapat mengevaluasi dampak jangka panjang pelatihan keterampilan ekonomi bagi keluarga miskin terhadap penurunan motivasi anak untuk mengakses lem aibon, dengan menggabungkan metode survei dan wawancara mendalam. Dengan demikian, integrasi data kuantitatif dan kualitatif dalam ketiga penelitian ini dapat memperkuat basis ilmiah bagi intervensi yang lebih efektif dan berkelanjutan.

  1. Jurnal Masalah Pastoral (JUMPA). vol jumpa jurnal pastoral problems abbreviated journal published st... ojs.stkyakobus.ac.id/index.php/jumpa/issue/view/24Jurnal Masalah Pastoral JUMPA vol jumpa jurnal pastoral problems abbreviated journal published st ojs stkyakobus ac index php jumpa issue view 24
Read online
File size463.4 KB
Pages12
DMCAReport

Related /

ads-block-test