UAIUAI

JURNAL Al-AZHAR INDONESIA SERI HUMANIORAJURNAL Al-AZHAR INDONESIA SERI HUMANIORA

Kreativitas merupakan salah satu soft skill penting yang harus dimiliki setiap insan. Kreativitas ialah interaksi antara kekuatan intelektif, emotif, dan motivasional. Oleh karenanya, mengembangkan kreativitas anak sangat penting untuk membantu perkembangan kreativitasnya mencakup aspek kognitif, sosial, emosional, dan afektif. Artikel ini akan membahas kreativitas aptitude anak usia dini 4-6 tahun. Anak usia dini sering disebut “golden age atau masa emas. Pada masa ini hampir semua potensi anak mengalami masa peka untuk tumbuh berkembang. Dalam menumbuh kembangkan kreativitas dimulai dari lingkup terkecil yaitu keluarga. Lingkungan keluarga merupakan salah satu dari tri pusat pendidikan yang bersinergi memberikan pendidikan bagi anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana mengembangkan kreativitas aptitude anak dengan strategi habituasi dalam lingkungan keluarga, serta bagaimana peran orang tua dalam mengembangkan kreativitas anak. Metode yang digunakan dalam penelitian ini ialah deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi pustaka. Penelitian ini memanfaatkan berbagai referensi berupa buku-buku dan jurnal-jurnal yang memiliki kaitan dengan tema yang dibahas untuk mengolah dan menganalisis data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kreativitas aptitude anak dapat dikembangkan melalui strategi habituasi. Pembiasaan dan pembudayaan adalah sifat dalam pikiran. Jika strategi habituasi terus diulang dan dibudayakan dalam keluarga untuk mengembangkan kreativitas aptitude anak. Maka, akan menjadi karakter yang dapat melekat dalam jiwa anak.

Berdasarkan analisis, kreativitas aptitude anak dapat dikembangkan melalui strategi habituasi yang diajarkan oleh orang tua, sehingga anak memahami pentingnya tindakan tersebut dan melaksanakannya dengan antusias.Ketika anak kembali menghadapi situasi serupa, ia dapat mengambil langkah yang tepat berdasarkan pengalaman dan pembiasaan yang telah ditanamkan.Oleh karena itu, peran orang tua sebagai pondasi utama dalam keluarga sangat penting untuk memperkenalkan dan mengajarkan nilai‑nilai kreativitas sejak dini.

Penelitian selanjutnya sebaiknya menguji secara eksperimental sejauh mana strategi habituasi dapat meningkatkan kreativitas aptitude pada anak usia 4‑6 tahun ketika diterapkan di lingkungan keluarga, sehingga dapat diketahui efektivitas nyata dari pendekatan yang selama ini hanya dibahas secara teoritis. Selain itu, penting untuk meneliti bagaimana variasi gaya pengasuhan orang tua, seperti gaya otoritatif, permisif, atau demokratis, memengaruhi keberhasilan habituasi dalam membentuk perilaku kreatif anak, karena peran orang tua diperkirakan menjadi faktor moderasi yang signifikan. Selanjutnya, perlu dikembangkan sebuah instrumen penilaian campuran yang menggabungkan observasi langsung dan laporan diri untuk mengukur keberlanjutan perilaku kreatif yang dipelajari melalui habituasi, sehingga dapat memetakan sejauh mana kebiasaan tersebut bertahan dalam jangka panjang. Dengan menjawab tiga pertanyaan penelitian ini, diharapkan dapat diperoleh bukti empiris yang kuat, pemahaman tentang interaksi antara gaya pengasuhan dan strategi habituasi, serta alat ukur yang valid untuk mendukung pengembangan kreativitas anak sejak dini.

Read online
File size422.36 KB
Pages11
DMCAReport

Related /

ads-block-test