INDONESIAN EFL JOURNALINDONESIAN EFL JOURNAL

Indonesian Journal of EFL and LinguisticsIndonesian Journal of EFL and Linguistics

Studi tentang kemampuan inferensi implikatur bagi mahasiswa pariwisata dianggap kurang, sementara kemampuan inferensi implikatur sangat penting bagi mahasiswa pariwisata. Penelitian saat ini bertujuan untuk: a) membandingkan kemampuan inferensi implikatur kalimat dan percakapan singkat antara mahasiswa pariwisata dengan tingkat keterampilan rendah dan tinggi, dan b) mengeksplorasi faktor-faktor yang mempengaruhi kemampuan inferensi implikatur para pelajar. Ini adalah studi campuran. Peserta melibatkan 320 mahasiswa. Data yang dikumpulkan dengan tes untuk kemampuan inferensial dianalisis dengan Two-way Anova dan data kualitatif melalui analisis iteratif. Disimpulkan bahwa kemampuan inferensi implikatur kalimat dan percakapan singkat antara mahasiswa pariwisata dengan tingkat keterampilan rendah dan tinggi berbeda secara signifikan. Namun, tidak ada interaksi jenis diskursus dan tingkat keterampilan pada kemampuan inferensi implikatur.

Penelitian ini telah mengungkapkan bahwa kemampuan inferensi implikatur di antara mahasiswa pariwisata secara signifikan berbeda berdasarkan tingkat keterampilan bahasa Inggris mereka dan jenis diskursus, yaitu kalimat tunggal atau percakapan singkat.Mahasiswa dengan tingkat keterampilan tinggi secara konsisten unggul dalam memahami makna implisit.Data lebih lanjut menunjukkan bahwa kalimat tunggal umumnya lebih mudah untuk diinferensi daripada percakapan singkat, tetapi tidak ada efek interaksi bersama antara tingkat keterampilan dan jenis diskursus.Studi juga mengidentifikasi hambatan utama yang dihadapi oleh mahasiswa dengan tingkat keterampilan rendah, termasuk kesulitan dalam memahami konteks, topik, maksud pembicara, makna pragmatis versus harfiah, dan kata-kata ambigu atau polisemi.Meskipun mahasiswa dengan tingkat keterampilan tinggi mengalami beberapa tantangan serupa, mereka umumnya tidak mengalami kesulitan dengan ungkapan frasal hingga tingkat yang sama.Dari perspektif teoritis dan praktis, temuan ini menekankan pentingnya mengintegrasikan pemahaman pragmatis dalam pendidikan pariwisata.Menguatkan kemampuan mahasiswa untuk menginferensi implikatur melalui paparan diskursus berbasis kalimat dan percakapan dapat meningkatkan kinerja mereka dalam tes standar seperti TOEFL.Hasil penelitian ini berkontribusi pada rancangan kurikulum yang terinformasi dan strategi pedagogis dalam English for Tourism dan English for Academic Purposes (EAP), memungkinkan pendidik menyesuaikan materi berdasarkan tingkat keterampilan siswa.Penelitian ini menawarkan implikasi berharga untuk mengembangkan kompetensi komunikatif profesional masa depan di industri perhotelan dan pariwisata.

Berdasarkan hasil penelitian, berikut adalah tiga saran penelitian lanjutan:. . 1. Mengembangkan modul pelatihan yang berfokus pada kemampuan inferensi implikatur, terutama untuk mahasiswa pariwisata dengan tingkat keterampilan rendah. Modul ini dapat mencakup latihan dan strategi untuk meningkatkan pemahaman makna implisit dalam kalimat dan percakapan singkat. Tujuan utamanya adalah meningkatkan kemampuan inferensi mahasiswa dan mempersiapkan mereka untuk berkomunikasi secara efektif dalam industri pariwisata.. . 2. Melakukan penelitian lebih lanjut untuk mengeksplorasi hubungan antara tingkat keterampilan bahasa Inggris dan kemampuan inferensi implikatur. Penelitian ini dapat menggunakan desain longitudinal untuk mengamati perkembangan kemampuan inferensi mahasiswa selama mereka belajar bahasa Inggris. Hasil penelitian ini dapat membantu mengembangkan strategi pengajaran yang lebih efektif untuk meningkatkan kemampuan inferensi implikatur.. . 3. Mengembangkan materi pengajaran yang lebih terfokus pada aspek pragmatis bahasa Inggris untuk pariwisata. Materi ini dapat mencakup contoh-contoh percakapan dan kalimat yang relevan dengan industri pariwisata, serta latihan-latihan yang mendorong mahasiswa untuk mengidentifikasi dan memahami makna implisit. Tujuan dari materi ini adalah untuk meningkatkan pemahaman mahasiswa tentang aspek pragmatis bahasa Inggris dan mempersiapkan mereka untuk berkomunikasi secara efektif dalam konteks pariwisata.

  1. Pointing Out Frequent Phrasal Verbs: A Corpus‐Based Analysis - GARDNER - 2007 - TESOL Quarterly... onlinelibrary.wiley.com/doi/10.1002/j.1545-7249.2007.tb00062.xPointing Out Frequent Phrasal Verbs A CorpusyAAAaBased Analysis GARDNER 2007 TESOL Quarterly onlinelibrary wiley doi 10 1002 j 1545 7249 2007 tb00062 x
  2. THE INTERPLAY BETWEEN ENGLISH PROFICIENCY AND READING STRATEGY USE IN ENGLISH READING: VALIDATING THE... doi.org/10.30397/TJTESOL.202010_17(2).0001THE INTERPLAY BETWEEN ENGLISH PROFICIENCY AND READING STRATEGY USE IN ENGLISH READING VALIDATING THE doi 10 30397 TJTESOL 202010 17 2 0001
  3. The Role of Inference Making and Other Language Skills in the Development of Narrative Listening Comprehension... ila.onlinelibrary.wiley.com/doi/10.1002/rrq.020The Role of Inference Making and Other Language Skills in the Development of Narrative Listening Comprehension ila onlinelibrary wiley doi 10 1002 rrq 020
Read online
File size422.11 KB
Pages19
DMCAReport

Related /

ads-block-test